Hobi

Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!

Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!
Timnas Australia. (fifa.com)

Ajang Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi mimpi buruk bagi tim-tim dari benua Asia. Melansir dari @faktabola, wakil terakhir dari sub-konfederasi benua Asia atau AFC, yakni Australia harus pulang dari babak 32 besar usai dikalahkan oleh Mesir drama adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal hingga babak tambahan waktu selama dua kali 15 menit.

“Mesir ke 16 besar, usai kalahkan Australia lewat adu penalti. Tak ada lagi wakil AFC! Baru penendang pertama banget, Harry Souttar udah gagal penalti, tendangannya malah jumpa fans. Penendang ke-4 juga gagal, kena tepis. Australia akhirnya tersingkir,” tulis laman instagram @faktabola.

Sejak awal laga, kedua tim bermain dengan cukup ketat meskipun dalam tempo yang terbilang tak terlalu cepat. Mesir unggul terlebih dahulu di menit ke-13 melalui gol dari Emam Ashour dan membuat tim berjuluk “The Pharaoh” tersebut unggul dengan skor 1-0. Hingga babak pertama usai skor tersebut tetap bertahan.

Di babak kedua, Australia yang tertinggal mulai mendominasi jalannya laga. Tekanan demi tekanan diberikan oleh tim berjuluk “The Socceroos” tersebut di jantung pertahanan timnas Mesir. Alhasil, Australia berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-55 usai pemain Mesir, Mohammed Hany mencetak gol bunuh diri. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit dan kedua tim masuk ke babak extra time.

Di babak extra time, kedua tim bermain lebih berhati-hati sembari sesekali menebar tekanan dan ancaman ke lini pertahanan lawan. Namun, tak ada gol yang tercipta di babak ini sehingga kedua kesebelasan harus menentukan pemenang laga melalui babak adu penalti.

Di babak adu “tos-tosan” ini Australia sepertinya tak dilingkupi keberuntungan dari dewi fortuna. Dua dari empat penendang timnas Australia tak mampu menyelesaikan tugasnya. Sementara itu, keempat penendang dari timnas Mesir sukses menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membuat timnas Mesir lolos ke babak 16 besar.

Dengan hasil ini, Australia yang menjadi wakil terakhir dari benua Asia di ajang Piala Dunia 2026 yang gugur di turnamen tersebut. Hal ini tentunya menjadi catatan minor bagi persepakbolaan Asia di kancah Piala Dunia.

Sepak bola Asia Alami Kemunduran di Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Kegagalan Australia melaju ke babak 16 besar menjadi akhir dari pesepak bolaan Asia di kancah Piala Dunia 2026. Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), Wakil Asia di ajang Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi sorotan banyak pihak. Beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia dan Uzbekistan yang awalnya diprediksi mampu menjadi tim kejutan justru harus tersungkur dan pulang lebih cepat.

Bahkan, dari sembilan wakil AFC di ajang Piala Dunia 2026, hanya Jepang dan Australia yang lolos ke babak 32 besar. Namun, kedua tim yang dianggap paling kuat dari benua Asia tersebut pada akhirnya juga harus takluk dari lawannya di babak 32 besar. Jepang harus takluk 2-1 dari Brazil, sementara Australia harus takluk dari Mesir.

Situasi ini membuat pesepak bolaan Asia benar-benar menjadi sorotan. Bahkan, banyak pihak yang menganggap jika persepakbolaan benua Asia dianggap belum layak bersaing di ajang sekelas Piala Dunia. Mulai dari kurangnya daya saing, hingga indikasi kecurangan dan privilege dianggap menjadi "Biang kerok" underperformnya tim-tim dari benua Asia di ajang Piala Dunia 2026.

Hal ini tentunya membuat banyak pihak mulai mempertanyakan apakah jatah AFC di ajang Piala Dunia selanjutnya harus dikurangi? Bukan tak mungkin FIFA bisa saja mengurangi jatah dari benua Asia dan mengalokasikannya ke sub-konfederasi lainnya seperti Afrika ataupun Oceania.

Jika hal ini benar-benar terjadi, tentunya situasi ini akan sangat merugikan bagi persepakbolaan benua Asia. Tim-tim dari benua Asia dipastikan akan bersaing lebih ketat untuk bisa lolos ke ajang Piala Dunia jika kuota tersebut benar-benar dikurangi.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda