Hobi
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
Alex Marquez selama ini dikenal sebagai saudara laki-laki Marc Marquez yang selalu mendukung dan senang dengan prestasi Sang Kakak. Hal yang sama juga dilakukan Marc kepada adiknya, keduanya selalu terlihat kompak.
Namun, siapa sangka di balik kekompakan dan harmonisnya hubungan Marquez bersaudara ini timbul perasaan tertekan pada diri Alex.
Seperti yang kita tahu, meskipun Alex dan Marc bersaing di kompetisi balap yang sama, yakni MotoGP, tapi mereka memiliki perbedaan yang cukup kontras.
Marc adalah salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP dengan 7 gelar juara dunia serta pemegang banyak rekor. Sementara Alex Marquez belum mendapat satu gelar pun sejak naik ke kelas premier pada tahun 2020 lalu.
Tak dapat dipungkiri oleh Alex bahwa hal ini sempat membuatnya merasa tertekan karena dia selalu menjadi bayang-bayang Marc selama di MotoGP. Dia bahkan mengaku pernah dalam masa-masa sulit menghadapi tekanan yang dia alami.
“Bayangan Marc, sebagai juara dunia berkali-kali, sangat panjang. Awalnya, memang benar saya sedikit kesulitan menghadapi tekanan tersebut," ujar Alex, dilansir dari laman Crash.
Namun, tahun lalu Alex berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai pembalap yang patut diperhitungkan di MotoGP dengan menjadi satu-satunya penantang bagi Marc dalam perebutan gelar juara dunia 2025.
Saat itu, Marc hampir tak terbendung sepanjang musim dengan meraih rekor kemenangan beruntun bersama Ducati. Akan tetapi, Alex Marquez secara mengejutkan tampil luar biasa dan menjadi ancaman bagi kakaknya di setiap balapan.
Dia bahkan sempat beberapa kali mengambil alih posisi puncak klasemen dari Marc. Meskipun pada akhirnya Marc yang tetap menjadi juara dunia, performa Alex tahun lalu tak bisa dipandang sebelah mata karena ini adalah pencapaian tertingginya sejak gabung di MotoGP.
Terkait dengan perbedaan yang ada pada dirinya dan Marc, beruntung Alex memiliki kepribadian yang baik dan bijak sehingga mampu melihat masalah ini dari sudut pandang yang positif.
Alih-alih iri dan membeci kakaknya, Alex justru bangga karena memiliki pembalap terbaik sebagai mentor pribadi.
“Aku terlalu banyak berpikir, mencoba membandingkan diriku dengannya; itu bukan cara yang benar. Kita tidak perlu membandingkan, saya hanya perlu mengambil hal-hal positif. Saya memiliki contoh terbaik di rumah,” katanya.
Lebih lanjut, Alex juga mengaku bangga dengan apa yang telah dia raih di musim lalu, tanpa membandingkannya dengan siapapun termasuk Marc. Justru ini menjadi motivasi tersendiri bagi Alex karena dia berhasil menyaingi Marc.
“Saya datang ke balapan dengan menyadari bahwa saya melakukan pekerjaan yang sama di rumah seperti yang dilakukan oleh pemenang MotoGP. Jadi, itu memberi saya banyak kepercayaan diri dan motivasi," tambahnya.
Selain itu, ada satu hal lagi yang selalu dilakulan oleh Alex yakni menerima bahwa Marc adalah terbaik dari yang terbaik.
Dengan ini Alex menyadari bahwa jika ingin bertarung dengan Marc, maka dia harus naik ke level yang lebih tinggi lagi dan itu tidak mudah.
“Saya sangat beruntung bisa menjalani tahun itu bersama saudara saya, tetapi sayangnya, ketika Anda bertarung melawan satu pembalap unik dan legenda seperti Marc, Anda perlu meningkatkan level Anda lebih tinggi lagi. Saat itulah aku merasa paling yakin bahwa aku keluar dari bayang-bayang Marc dan bersinar untuk diriku sendiri," ujarnya.
Tahun ini akan menjadi tahun terakhir Alex Marquez tampil bersama Gresini Racing karena dia telah mencapai kesepakatan dengan KTM untuk bergabung mulai tahun 2027.