Hobi

Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR

Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
Jose Mourinho saat konferensi pers usai laga Atletico Madrid vs Real Madrid. (Sky Sports)

Kekalahan Real Madrid dari Atletico Madrid dengan skor 1-2 pada pekan ketujuh LaLiga 2026/2027 menyisakan kontroversi. Selain hasil pertandingan, keputusan wasit Miguel Angel Ortiz Arias dan ofisial VAR Daniel Jesus Trujillo ikut menjadi sorotan setelah sejumlah insiden terjadi sepanjang duel di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9/2026).

Real Madrid sebenarnya tertinggal lebih dulu lewat penalti Alejandro Grimaldo pada menit ke-53 dan gol Jonathan David enam menit berselang. Los Blancos kemudian memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Antonio Ruediger pada menit ke-89. Namun, pertandingan juga diwarnai kartu merah Dean Huijsen pada awal babak kedua.

Mourinho Soroti Dua Insiden di Babak Pertama

Usai pertandingan, Jose Mourinho terang-terangan mengkritik kinerja wasit. Pelatih Real Madrid itu menyoroti dua insiden yang menurutnya layak berujung kartu merah untuk pemain Atletico Madrid.

Dua pemain yang menjadi sorotan adalah Cristian Romero dan Lee Kang-in. Romero melakukan pelanggaran terhadap Jude Bellingham, sedangkan Lee Kang-in melakukan kontak keras dengan Federico Valverde.

Pada insiden Romero, Ortiz Arias sempat mengeluarkan kartu merah. Namun, setelah berkonsultasi dengan VAR dan melihat tayangan di monitor tepi lapangan, keputusan tersebut berubah menjadi kartu kuning.

Sementara itu, Lee Kang-in tidak mendapat kartu setelah melakukan pelanggaran terhadap Valverde. Insiden tersebut juga tidak ditinjau ulang oleh VAR.

Mourinho bahkan membawa selembar kertas yang berisi gambar dari dua kejadian tersebut ketika berbicara kepada wartawan seusai laga.

"Kita bisa melewatkan konferensi pers karena inti cerita pertandingan ada di sini," kata Mourinho kepada wartawan, sambil memegang selembar kertas berisi gambar dua insiden itu.

"Itu dua kartu merah yang jelas," tutur sang pelatih asal Portugal beralias The Special One.

Mourinho Kritik Wasit dan Komite Wasit Spanyol

Kritik Mourinho tidak berhenti pada dua keputusan tersebut. Ia menilai Ortiz Arias tidak mampu mengatasi tekanan dalam pertandingan besar dan turut mempertanyakan penunjukan ofisial VAR.

"Si wasit tidak berpengalaman memimpin derby. Dia itu kan baru berusia 41 tahun. Dia itu wasit yang buruk, yang cuma pernah memimpin laga-laga kecil," sembur Mourinho dilansir Marca.

Mourinho juga menyinggung rekam jejak Daniel Jesus Trujillo sebagai petugas VAR dalam beberapa pertandingan yang melibatkan Real Madrid.

"Selamat kepada komite wasit atas penunjukan ini. Namun, pak Trujillo punya sejarah dengan Real Madrid. Di Copa del Rey, melawan Girona, Osasuna. Dia itu seorang petugas VAR dengan banyak sekali sejarah," lanjut mantan pelatih Chelsea, Manchester United, dan Inter Milan ini.

Pelatih asal Portugal tersebut kemudian mengungkit beberapa keputusan wasit yang menurutnya pernah merugikan Real Madrid.

"Banyak hal terjadi di stadion ini yang tidak wajar. Gol yang dianulir melawan Osasuna itu lelucon, apa yang terjadi di San Sebastian... LaLiga ternyata masih sama seperti saat saya pergi. Kami akan berjuang. Para pemain saya pergi dengan perasaan sedih," Jose Mourinho menambahkan.

Simeone Nilai Mourinho Sudah Melewati Batas

Komentar Mourinho kemudian mendapat respons dari Diego Simeone. Pelatih Atletico Madrid tersebut menilai kritik terhadap wasit tetap harus disampaikan dengan batas yang wajar, termasuk ketika datang dari pelatih dengan nama besar seperti Mourinho.

“Kami menghormati semua yang dikatakan orang lain, tetapi harus dipikirkan bahwa (Hansi) Flick, Mourinho, (Manuel) Pellegrini, Simeone berada di tempat yang istimewa, dengan sorotan yang sangat besar sebagai pelatih dan kami harus berhati-hati dengan apa yang kami katakan," tutur Simeone dilansir dari Diario As.

Simeone menegaskan bahwa rasa hormat terhadap wasit dan sesama pelatih tetap perlu dijaga. Menurutnya, status seorang pelatih tidak membuat seseorang bebas melewati batas tersebut.

"Kita harus tahu bagaimana menghormati wasit, rekan-rekan kerja. Ketika seseorang keluar dari batas rasa hormat tersebut, meskipun Anda bernama Mourinho, Simeone, Flick atau Pellegrini, itu tidak bisa, kita tidak boleh melewati batas tersebut,” ucap sang pelatih asal Argentina.

Simeone Sebut Atletico Layak Menang

Terlepas dari kontroversi yang muncul, Simeone menilai Atletico Madrid pantas mendapatkan tiga poin. Tuan rumah mampu mencetak dua gol sebelum Real Madrid memperkecil ketertinggalan di ujung pertandingan.

"Saya akan berbicara tentang pertandingan. Laga yang sangat intens. Saya rasa kami berhasil mengendalikannya secara penuh."

"Madrid adalah tim dengan transisi yang luar biasa, dengan para pemain yang luar biasa dan kami mengendalikan hampir semua transisi yang bisa mereka lakukan."

"Saya bangga dengan kerja kolektif tim. Kami tahu dari mana kami bisa menyakiti mereka. Kami tahu itu dari sisi kanan dan kami tidak akan berhenti meningkatkan performa tim dalam menghadapi situasi-situasi yang ingin mereka komentari,” kata Simeone menjelaskan.

Kemenangan tersebut membuat Atletico Madrid naik ke posisi kedua klasemen LaLiga 2026/2027 dengan 16 poin. Mereka berada tepat di bawah Barcelona yang mengoleksi 21 poin.

Sementara itu, Real Madrid masih mengumpulkan 15 poin dan berada di posisi keempat klasemen. Kekalahan dalam derby ini membuat pertandingan di Metropolitano tidak hanya meninggalkan hasil 2-1, tetapi juga perdebatan panjang mengenai sejumlah keputusan wasit.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda