Hobi
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
Pembalap Jorge Martin dan Marco Bezzecchi saat ini masuk dalam 3 besar klasemen sementara, dan baru-baru ini Aprilia menyatakan bahwa mereka membebaskan kedua pembalapnya tersebut dalam persaingan meraih gelar juara dunia MotoGP 2026.
Perburuan gelar juara dunia tahun ini akan segera menemui titik akhir dengan tujuh seri tersisa. Hingga saat ini belum dapat dipastikan siapa kandidat terkuat karena posisi tiga besar mudah berubah tiap seri.
Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, Marco Bezzecchi awalnya memimpin dengan sangat meyakinkan, kemudian dia mengalami penurunan performa dan cedera di pertengahan musim sehingga sempat turun ke posisi empat.
Begitu pula dengan Marc Marquez yang sempat tertinggal di awal musim karena masalah kesehatan dan motor yang kurang sesuai, tapi Marc berhasil comeback dengan menyapu bersih kemenangan di 4 seri, yakni Hungaria, Jerman, Aragon, dan Misano. Dengan ini Marc sempat memimpin klasemen sementara.
Jalan berliku juga dilalui Jorge Martin, awal musim lalu sepertinya tidak ada yang menyangka Martin bisa menjadi pemimpin klasemen dengan selisih poin sebanyak 12 angka dengan hanya menang satu kali di GP Prancis.
Saat ini, ketiga pembalap tersebut sedang bersaing untuk menjadi juara dunia MotoGP 2026. Aprilia, sebagai tim yang mendominasi dengan memiliki dua pembalap yang berada 'di atas ring' mengaku tidak akan memberikan perlakuan istimewa pada salah satu pembalap mereka.
Di Formula 1 kita mengenal istilah 'team order' yakni instruksi atau perintah dari tim balap kepada para pembalapnya untuk mengatur strategi demi kepentingan dan keuntungan maksimal tim.
Salah satu bentuk team order adalah pembalap yang berada di posisi lebih depan diminta membiarkan rekan setimnya yang lebih cepat atau berpeluang menang untuk mendahului.
CEO Aprilia, Massimo Rivola, dengan tegas mengatakan tidak akan melakukan itu dan menyerahkan hasil akhir pada para pembalap, sehingga apapun hasilnya nanti itu adalah hasil usaha dari para pembalap sendiri.
"Saya rasa tidak. Maksud saya, selama para pembalap memiliki perhitungan yang menguntungkan, wajar untuk memberi mereka kesempatan untuk berkompetisi. Dan saya harap kedua pembalap saya memiliki perhitungan yang menguntungkan hingga balapan terakhir, jadi saya rasa tidak demikian," ujar Rivola, dilansir dari laman Crash.
Di sisi lain, Rivola juga mengatakan bahwa meskipun saat ini berhasil memimpin klasemen, mereka perlu menerapkan sikap rendah hati.
Jangan karena terbawa euforia dan merasa sudah unggul dibandingkan yang lain, mereka melakukan kesalahan fatal. Menurut Rivola, sampai Aprilia belum meraih gelar maka itu artinya mereka belum melakukan apa-apa dibandingkan tim-tim lain yang sudah pernah mendapatkan itu sebelumnya.
“Kita kurang terbiasa berada di puncak dibandingkan tim lain, jadi kita tidak boleh melupakan ini, kita tidak boleh terlalu gembira dengan hasil yang bagus. Kita tahu bahwa sampai kita membawa pulang kemenangan ini, kita belum melakukan apa pun. Yang lain sudah melakukannya, sekarang giliran kita, dan kita harus tetap rendah hati. Motornya sudah pasti bagus, para pembalapnya sangat kuat, begitu juga para pesaing kami, kami akan berjuang untuk itu.” tambahnya.
Apa yang dikatakan Massimo Rivola memang benar adanya, Aprilia tidak hanya menghadapi tim dan pembalap lain, tapi juga diri mereka sendiri.
Masih ada Marc Marquez di antara Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, masih ada 7 seri yang harus dijalani, apapun bisa terjadi dalam kurun waktu tersebut, sehingga yang menjadi prioritas saat ini, bukan hanya soal memperjuangkan, tapi mempertahankan apa yang sudah mereka miliki.