Kolom

Mengapa Keputusan Negara Gagal Jika Tanpa Diskusi Publik? Menelisik Kasus BOP dan MBG

Mengapa Keputusan Negara Gagal Jika Tanpa Diskusi Publik? Menelisik Kasus BOP dan MBG
Ilustrasi gambar diskusi (Fauxels/Pexels)

Berdiskusi merupakan kegiatan bertukar pikiran atau gagasan yang dilakukan beberapa orang yang membicarakan berbagai hal dengan mengeluarkan pendapat masing-masing dengan tujuan menghasilkan kesimpulan yang positif. Dengan demikian, berdiskusi itu baik karena mengharapkan hal-hal yang baik. Karenanya, kita diajak untuk sering berdiskusi, baik dalam tema kenegaraan, politik, hukum, pendidikan, kesehatan, maupun lain sebagainya.

Diskusi publik menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem kenegaraan yang lebih baik, lebih tertata, serta dinamis demi perbaikan bangsa dan negara.

Menghasilkan Sebuah Keputusan yang Tepat

Diskusi akan menghasilkan keputusan yang tepat bilamana sebelum membuat sebuah kebijakan, tetap memperhatikan dan menerima pendapat dari masyarakat, ahli, akademisi, dan lain sebagainya.

Habermas (1929–2026) mengatakan bahwa keterlibatan publik adalah tugas filsafat yang lebih penting. Itu artinya, dalam setiap kebijakan pemerintah harus mengikutsertakan masyarakat dalam proses diskusi. Akhir-akhir ini, banyak kita mendengar bagaimana kebijakan pemerintah tentang keikutsertaan dalam Board of Peace (BOP) di mana Presiden Prabowo Subianto ikut bergabung di dalamnya.

Banyak masyarakat yang menolak dan bersuara keras agar Presiden membatalkan keikutsertaan tersebut karena dampaknya tidak baik bagi perdamaian. Kita bisa melihat bagaimana perang antara Israel dan Palestina sampai sekarang belum selesai, bahkan terjadi lagi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang sampai sekarang belum berakhir dan menjadi perbincangan dunia.

Dari kondisi tersebut, di mana perdamaian dunia yang diharapkan dari BOP tersebut? Apakah masyarakat diikutsertakan dalam membuat kebijakan untuk bergabung dengan BOP? Hal ini masih dipertanyakan.

Karena itulah, diskusi publik penting dalam menentukan sikap sebelum memutuskan sebuah kebijakan yang berdampak bagi bangsa dan negara. Keterlibatan publik itu penting demi sebuah keberhasilan dalam pengambilan kebijakan.

Belum lagi soal kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menuai pro dan kontra. Banyak sekali masyarakat kecewa dengan MBG karena makanan yang dimakan bukan menyehatkan, melainkan membuat kesakitan. Sudah sering bertebaran di media bahwa menu MBG membuat siswa-siswi keracunan. Seolah-olah program tersebut tidak memiliki standar higienis, terukur, dan menyehatkan.

Akhirnya, banyak masyarakat yang bersuara agar MBG dihentikan saja. Terhadap dua kebijakan pemerintah yang masuk dalam kritik keras masyarakat yakni BOP dan MBG, apakah ada diskusi publik sebelumnya?

Inilah yang menjadi permasalahan bangsa dan negara terkait keterlibatan publik dalam sebuah kebijakan. Kebijakan itu dilahirkan untuk masyarakat. Jika masyarakat saja tidak tahu, bagaimana mungkin kebijakan itu akan diterima oleh masyarakat itu sendiri?

Andai saja kebijakan itu sudah didiskusikan, tentu akan membawa kebaikan dan dukungan dari masyarakat kepada pemerintah.

Menyamakan Persepsi

Diskusi publik pada akhirnya bertujuan untuk menyamakan persepsi. Jika kita sama-sama duduk dan mendiskusikan banyak hal, akan banyak perbedaan yang muncul. Namun, perbedaan itu didiskusikan kembali agar mencapai sebuah kesimpulan yang baik dan positif.

Diskusi publik itu dilakukan dengan cara yang baik, terutama dalam menerima dan memilih pendapat yang paling baik atas kesepakatan bersama. Karena itu, berdiskusi harus terus-menerus dilakukan, terutama untuk membahas masalah bangsa dan negara.

Dengan diskusi publik, terjadinya perpecahan dan pertengkaran akan dapat diminimalisir. Kita akan lebih kondusif dan bisa belajar untuk menerima setiap keputusan dengan lapang dada berdasarkan hasil diskusi. Diskusi itu akan memberi sebuah kesejukan dalam sistem pemerintahan karena dihasilkan melalui pandangan-pandangan banyak pihak sampai akhirnya mendapatkan solusi yang baik untuk kepentingan bersama.

Hasil dari sebuah diskusi tentu saja tidak mengecewakan. Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tidak akan memanfaatkan momentum untuk kepentingan pribadi, melainkan atas keputusan bersama.

Persepsi yang berbeda terhadap kebijakan dan sistem pemerintahan akan senantiasa tertata dengan baik. Negara kita pun akan semakin mencintai demokrasi bila diskusi publik menjadi pokok utama dalam penyelesaian masalah dan dalam membuat kebijakan.

Percayalah bahwa indahnya demokrasi akan lebih terlihat dengan sebuah diskusi. Apabila pemimpin negara punya cita-cita yang besar untuk rakyat, maka lakukanlah diskusi terlebih dahulu. Serap segala aspirasi yang ada dan jadikan batu loncatan untuk menggapai impian tersebut. Seorang pemimpin yang baik adalah orang yang melibatkan rakyatnya dalam sebuah diskusi.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda