Kolom

Kalau Semua Diganti Kertas, Apakah Bumi Jadi Lebih Aman?

Kalau Semua Diganti Kertas, Apakah Bumi Jadi Lebih Aman?
Ilustrasi Kemasan Plastik (Unsplash/@aninge)

Belakangan ini, kata sustainability sering dipahami secara sederhana. Kalau ingin ramah lingkungan, gunakan produk berbahan kertas atau kayu dan tinggalkan plastik. Seolah-olah kertas selalu hijau, kayu selalu baik, sementara plastik selalu menjadi musuh lingkungan. Padahal, persoalannya tidak sesederhana itu.

Keberlanjutan bukan perlombaan mengganti satu material dengan material lain. Sustainability justru berbicara tentang bagaimana manusia membatasi penggunaan sumber daya dan memilih material secara tepat sesuai kebutuhan. Plastik, kayu, kertas, logam, maupun material lainnya sama-sama memiliki jejak lingkungan. Yang membedakan adalah bagaimana material tersebut diproduksi, digunakan, berapa lama masa pakainya, dan ke mana ia berakhir setelah tidak digunakan. Karena itu, gagasan bahwa semua barang harus dibuat dari full paper atau kayu justru perlu dipertanyakan.

Bayangkan sebuah barang yang sebelumnya menggunakan plastik untuk bagian tertentu yang memang membutuhkan daya tahan, kemudian seluruh komponennya dipaksa menggunakan kertas hanya karena ingin terlihat lebih ramah lingkungan. Jika barang tersebut menjadi mudah rusak dan harus diganti berkali-kali, apakah benar lebih berkelanjutan? Belum tentu.

Kayu dan kertas memang berasal dari sumber terbarukan, tetapi bukan berarti penggunaannya tidak memiliki konsekuensi. Pohon harus ditanam, dipanen, diangkut, diproses, dan diubah menjadi produk. Proses tersebut membutuhkan energi, air, lahan, dan infrastruktur. Apalagi jika permintaan terhadap bahan berbasis kayu meningkat tanpa diimbangi pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, plastik memang berasal dari sumber fosil dan menghadirkan persoalan besar ketika menjadi sampah yang bocor ke lingkungan. Namun plastik juga memiliki keunggulan tertentu: ringan, tahan lama, mudah dibentuk, dan dalam banyak penggunaan dapat memperpanjang umur sebuah produk. Masalahnya bukan sekadar “plastik atau kayu?”

Material apa yang paling tepat untuk fungsi ini, dan bagaimana kita menggunakannya dengan jumlah serta umur pakai yang masuk akal? Inilah inti sustainability yang sering hilang dalam percakapan publik. Plastik seharusnya tidak digunakan secara berlebihan untuk barang sekali pakai ketika ada pilihan yang dapat dipakai berulang kali. Tetapi untuk komponen tertentu yang membutuhkan ketahanan terhadap air, benturan, atau kelembapan, plastik bisa saja menjadi pilihan rasional, terutama jika produk tersebut dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang.

Begitu pula kayu dan kertas. Menggunakannya bukan berarti otomatis berkelanjutan. Yang penting adalah sumber bahannya, proses produksinya, desain produknya, dan pola penggunaannya. Karena itu, pendekatan yang lebih masuk akal adalah pembatasan dan keseimbangan.

Kurangi plastik ketika penggunaannya tidak diperlukan. Gunakan plastik secara lebih tahan lama ketika memang dibutuhkan. Pilih kayu atau kertas ketika material tersebut sesuai dengan fungsi dan berasal dari sumber yang dikelola secara bertanggung jawab. Dan yang paling penting, jangan menjadikan material sebagai simbol moral: seolah-olah menggunakan kertas membuat seseorang otomatis lebih peduli lingkungan.

Sustainability seharusnya mendorong kita berpikir lebih panjang daripada sekadar melihat bahan pembungkus. Barang yang bisa digunakan sepuluh tahun tentu berbeda persoalannya dengan barang yang dibuang setelah sepuluh menit. Produk yang dapat diperbaiki tentu berbeda dengan produk yang langsung menjadi sampah ketika rusak. Material yang dapat digunakan kembali dan dikelola pada akhir masa pakainya juga memiliki cerita yang berbeda.

Bumi tidak membutuhkan manusia yang sekadar mengganti plastik dengan kertas. Bumi membutuhkan manusia yang mengurangi konsumsi berlebihan, memperpanjang umur barang, menggunakan material secara bijak, dan membangun sistem pengelolaan limbah yang benar. Sebab sustainability bukan tentang memilih satu material dan memusuhi material lainnya.

Sustainability adalah tentang tahu kapan harus menggunakan plastik, kapan menggunakan kayu, kapan menggunakan kertas dan yang paling penting, kapan kita sebenarnya tidak perlu menggunakan barang baru sama sekali.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda