Kolom

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?
Cuplikan Konten Maudy Ayunda (Youtube/Maudy Ayunda)

Istilah mindfulness belakangan ini viral setelah Maudy Ayunda membahasnya dalam video yang diunggahnya pada 21 Agustus 2026 di kanal Youtubenya. Dikemas dalam obrolan ringan saat sarapan, ia membagikan tips saat menghadapi berbagai berita buruk yang berseliweran di media sosial, salah satunya dengan prinsip mindfulness.

Namun, ia justru mendapat tanggapan beragam dari konten tersebut. Tak sedikit penonton yang mengecap Maudy tone deaf dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka mulai mengaitkannya dengan latar belakang dan branding Maudy sebagai perempuan berpendidikan.

Lalu, apa yang membuat konten mindfulness Maudy Ayunda bisa dianggap tone deaf? Apakah masalahnya terletak pada konsep mindfulness itu sendiri, cara penyampaiannya, atau konteks kehidupan yang melatarbelakanginya?

Apa Itu Mindfulness?

Ilustrasi Perempuan sedang Duduk (unsplash/Benjamin Child)
Ilustrasi Perempuan sedang Duduk (unsplash/Benjamin Child)

Mengutip dari American Psychological Association (APA), konsep mindfulness meliputi fokus ke diri sendiri di saat ini dan realita yang sedang terjadi di sekitar kita. Kesadaran ini mencakup pikiran, emosi, serta fisik.

Misalnya, saat seseorang merasa cemas, bukan berarti ia harus menyangkal perasaan tersebut. Justru, ia harus menghadapi dan 'menikmati' kecemasan itu tanpa buru-buru menghakimi diri sendiri. Berbeda dari sekadar berpikir positif, mindfulness mencoba memusatkan perhatian pada apa yang sedang terjadi dalam diri dan lingkungan sekitar agar seseorang dapat menerimanya apa adanya.

Ketika Prinsip Diri Bertemu dengan Realitas Sosial

Ilustrasi Membaca Koran (unsplash/Roman Kraft)
Ilustrasi Membaca Koran (unsplash/Roman Kraft)

Dalam kontennya, Maudy mengajak penontonnya untuk tetap memikirkan pikiran dan perasaan di tengah maraknya berita buruk yang menimpa dengan konsep mindfulness. Nasihat seperti ini dapat terasa menenangkan bagi orang yang sedang membutuhkan jeda dari berbagai tekanan.

Namun, pesan yang sama belum tentu diterima dengan cara serupa oleh semua orang. Setiap orang memiliki kondisi, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda dalam menghadapi masalah. Apa yang bagi seseorang dianggap sebagai pilihan sederhana, bisa saja menjadi sesuatu yang sulit dilakukan oleh orang lain.

Contohnya seperti video Maudy Ayunda yang mengajak penontonnya untuk lebih memfilter dan membatasi konsumsi berita yang kurang baik. Dalam konteks video tersebut, yang menjadi pembicaraan adalah berbagai berita buruk yang sedang terjadi di Indonesia, termasuk karhutla di Kalimantan dan gempa di NTT. Padahal, publik berharap Maudy, dengan latar belakang dan pengaruhnya sebagai figur publik, dapat ikut bersuara atau menggerakkan orang lain untuk peduli terhadap isu tersebut. Ini yang membuat penontonnya kecewa.

Kenapa Mindfulness Bisa Dianggap Tone Deaf

Ilustrasi Memegang Megafon (unsplash/Juliana Romão)
Ilustrasi Memegang Megafon (unsplash/Juliana Romão)

Pada dasarnya, mindfulness bukan konsep yang salah. Namun, ketika diterapkan dalam situasi tertentu, pesan yang disampaikan bisa terasa kurang sesuai dengan kondisi audiens. Dalam kasus Maudy, konsep mindfulness seakan menjadi alat untuknya menjaga jarak dengan realita yang ada di dekatnya.

Jadi, istilah tone deaf di sini bukan berarti sepenuhnya mengabaikan masalah yang menimpa lingkungannya. Dalam konteks Maudy, istilah ini merujuk pada pesan yang dianggap kurang membaca situasi atau sensitivitas audiens. Membicarakan mindfulness ketika orang lain tengah berjuang untuk bernapas rasanya agak sedikit kurang etis.

Pada akhirnya, mindfulness bukanlah konsep yang keliru. Justru, kemampuan untuk menyadari pikiran, emosi, dan keadaan diri dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih sehat dan terarah. Persoalannya muncul ketika pesan tersebut disampaikan seolah-olah setiap orang memiliki kondisi dan pilihan hidup yang sama. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda