Kolom
Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan
Persaingan bisnis begitu ketat di masa sekarang ini, dimana di tengah kesenjangan ekonomi membuat para pelaku usaha membuat terobosan baru. Para pelaku usaha di bidang jasa kirim atau industri logistik barang banyak yang menggunakan diskon ongkos kirim atau ongkir. Diskon ongkir murah kerap digunakan oleh platform e-dagang sebagai strategi memikat pasar dan mendongkrak nilai transaksi.
Skema diskon ongkir memotong biaya pengiriman yang sebagian bebannya dialihkan kepada penjual (seller) dan perusahaan ekspedisi. Kondisi tersebut sangat ramai saat ini di tengah persaingan bisnis namun ada pula yang membuat usahanya merugi bahkan di ambang kebangkrutan.
Sesuaikan Pendapatan dan Pengeluaran
Jika kita melihat ramainya industri e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan juga lainnya yang begitu banyak sekarang ini, membuat sebuah persaingan usaha. Nama-nama tersebut merupakan e-commerce besar, belum lagi ada e-commerce yang baru bergerak dan bertumbuh ikut bersaing. E-commerce tersebut tentu saja bekerja sama dengan industri logistik. Namun, dengan adanya kebijakan diskon ongkir bukan malah menguntungkan tetapi merugikan.
Akhirnya karena banyaknya persaingan pasar membuat perusahaan mencari cara bagaimana untuk bersaing, maka banyak terobosan yang diberikan, salah satunya diskon ongkos kirim. Namun apa daya, terobosan tersebut bukanlah sesuatu yang menguntungkan tetapi merugikan. Dalam beberapa informasi yang beredar, beberapa perusahaan industri logistik jasa mengalami kerugian karena ongkos kirim yang murah.
Dari hal tersebut, dapat kita katakan bahwa menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran menjadi sesuatu yang penting. Perusahaan e-commerce maupun perusahaan yang bergerak dalam jasa kirim haruslah memperhatikan setiap pendapatan dan pengeluaran untuk menyehatkan ekonomi perusahaan. Harusnya dihitung-hitung pula setiap pendapatan dengan pengeluaran untuk bayar jasa karyawan, ekspedisi maupun operasional lainnya.
Jangan Korbankan Nasib Perusahaan Demi Persaingan
Setiap perusahaan harus mampu mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan perusahaannya agar tetap hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang. Meskipun banyak persaingan usaha, namun harus tetap stabil. Jika ingin mengeluarkan inovasi maka jangan membebankan keuangan perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki manajemen risiko yang baik agar keuangan perusahaan tidak kolaps atau bangkrut.
Kita boleh bersaing, namun harus selalu sehat. Jangan pernah membuat inovasi dengan ongkos kirim murah namun hal tersebut tidak menguntungkan dari sisi finansial. Setiap inovasi harus dipikirkan secara matang sebelum diluncurkan. Sebab itu, setiap perusahaan memiliki ekonom maupun ahli akuntansi dan manajemen keuangan yang mampu memberikan masukan dan saran bagi pertumbuhan perusahaan itu sendiri.
Di tengah gempuran banyaknya perusahaan e-commerce maka kita harus mengeluarkan inovasi yang realistis dan mampu menjamin kehidupan perusahaan dan perangkatnya dalam jangka panjang. Jika tidak mampu dalam mengeluarkan kebijakan diskon ongkir maka keluarkan inovasi lain, misal menjanjikan bahwa barang yang dibeli konsumen datang tepat waktu dan dipastikan barang yang diterima tetap awet atau tidak rusak.
Fokus pada Inovasi Pelayanan dan Kualitas
Menjaga kepercayaan konsumen dan memberikan inovasi yang sehat, salah satunya adalah meningkatkan pelayanan publik yang baik, yakni harus ramah konsumen, brand yang dihasilkan bagus maupun tahan lama, barang sampai tepat waktu dan terjaga kualitasnya atau tidak rusak selama pengiriman.
Inovasi seperti itu rasanya sangat membuahkan hasil ketimbang harus menjanjikan diskon ongkos kirim padahal tidak mampu mempertahankan dan menyehatkan keuangan perusahaan. Selain itu, perusahaan dapat melahirkan brand-brand yang unik dan cantik dimana perusahaan lain belum pernah menjualnya. Hal tersebut merupakan salah satu cara terbaik untuk mengundang konsumen membeli dan mempromosikannya ke orang lain. Hasilnya tentu saja sangat baik dan menjanjikan perusahaan tetap sehat dan berkembang.
Dengan perusahaan yang tetap sehat dan terjaga, tentu saja akan mengurangi adanya pengangguran akibat pemutusan kerja secara massal dikarenakan perusahaan bangkrut. Kita berharap agar setiap perusahaan dapat survive dengan kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja dan dapat hidup lebih lama dalam industri e-commerce maupun jasa pengiriman barang.