Terkenal Bangsa yang Disiplin, Ini 5 Pola Asuh Anak Jepang yang Bisa Ditiru

Tri Apriyani | Latifah
Terkenal Bangsa yang Disiplin, Ini 5 Pola Asuh Anak Jepang yang Bisa Ditiru
Ilustrasi anak jepang (unsplash/@fontesvitor)

Selain terkenal dengan industri otomotif, kemajuan teknologi, serta pemandangannya yang indah, Jepang juga sudah sangat dikenal sebagai negara yang teratur dan menjunjung tinggi kedisiplinan.

Hal tersebut telah tertanam sejak lahir. Sehingga kita sering melihat lewat pemberitaan, bagaimana antrean di Jepang begitu enak dipandang, dan tak ada yang salip sana salip sini.

Popularitas Jepang sebagai bangsa yang disiplin adalah hasil didikan para orang tua Jepang terhadap anak-anak mereka. Sehingga sejak dini pun mereka telah terbiasa untuk antre atau tepat waktu. Oleh sebab itu, yuk kita kenali pola asuh anak di Jepang yang bisa kita contoh.

1. Ikatan anak dan ibunya kuat

Umumnya wanita di Jepang tak lagi bekerja ketika sudah memiliki anak. Fokusnya pada mengasuh anak. Selain memang biaya baby sitter mahal di sana, dengan mengasuh anak secara langsung, membuat hubungan antara ibu dan anak sangat kuat.

Hal ini akan membantu orang tua dalam menanamkan nilai-nilai baik pada anak mereka, sehingga mampu menyerap dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Membawa bekal

Kebiasaan untuk membawa bekal ini bahkan tetap dilakukan oleh orang Jepang yang sudah dewasa. Dengan membawa bekal tiap hari, nilai gizi akan terpenuhi dan aspek keamanan makanannya pun terjamin.

Nilai gizi sangatlah penting agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Kurang gizi, selain bisa menghambat pertumbuhan anak, juga bisa membuat otak anak lebih sulit berkembang. Itulah kenapa ibu-ibu di Jepang rela bangun pagi demi menyiapkan bekal untuk anak dan suami mereka.

3. Beri keteladanan

Anak kecil adalah peniru yang ulung. Tanpa harus diajarkan lewat kata-kata pun, ia akan mengikuti jika melihat orang-orang di sekitarnya melakukan.

Hal tersebut yang membuat keteladanan sangat penting. Tak mungkin anak yang masih sekecil itu sudah bisa dengan sabarnya mengantre lama, jika dia tidak melihat teladan dari orang tuanya sendiri atau dari orang dewasa di sekitarnya.

Jadi, cobalah beri teladan jika ingin menanamkan nilai-nilai baik pada anak. Hal itu lebih efektif dibanding nasihat berjam-jam tapi tak diwujudkan dengan nyata.

4. Tidak memanjakan anak

Di Jepang, anak-anak sudah dididik mandiri sejak kecil. Dari malam, mereka dibiasakan untuk menyiapkan keperluan sekolah untuk besok sehingga tak terburu-buru dan menghindari ada yang kelupaan.

Kalaupun lupa, gak ada tuh orang tua yang menyusul ke sekolah untuk membawakan buku atau tugas yang terlupa. Dibiarkan saja anak dihukum karena keteledorannya. Tapi dari situ dia jadi belajar untuk lebih teliti lagi.

Meski sepintas tampak kejam, tapi pola asuh seperti ini yang membuat generasi mereka gak manja. Apa-apa minta diurusin. Mereka terlatih untuk mandiri.

5. Tidak menceritakan perihal anak ke orang lain

Berbeda dengan budaya kita yang sering pamer prestasi anak, dan berujung merendahkan anak lainnya, orang Jepang tidak begitu. Bagi mereka, urusan anak itu sangat pribadi. Mereka tidak suka membicarakan perihal anak mereka, meski berprestasi.

Kebiasaan ini patut kita contoh. Untuk menghindari perilaku orang tua yang akhirnya sering membanding-bandingkan anak akibat keseringan mendengar celotehan orang tua lain yang selalu pamer prestasi anak mereka.

Nah, dari uraian pola asuh anak di Jepang di atas, mana yang sudah kamu praktikkan selama ini?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak