alexametrics

5 Cara Menyikapi Pasangan yang Mudah Marah, Salah Satunya Jangan Ikut Marah!

Mutami Matul Istiqomah
5 Cara Menyikapi Pasangan yang Mudah Marah, Salah Satunya Jangan Ikut Marah!
Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar (Pexels) / Keira Burton

Manusia memiliki banyak perasaan, salah satunya adalah marah. Dalam beberapa kondisi dan keadaan, seringkali seseorang bisa tersulut emosi dan menjadi marah dengan mudah. Beberapa yang lainnya, seakan sudah membentuk sebuah watak, mudah marah.

Dalam berpasangan, selalu ada kekurangan, karena manusia tidak ada yang sempurna. Marah sebenarnya bukanlah kekurangan. Namun, terkadang cara seseorang melampiaskan kemarahannya bisa menjadi pengaruh orang lain dalam menilai kepribadian orang tersebut. Tidak jarang seseorang merasa takut ketika pasangannya marah karena cara meluapkan kemarahannya menakutkan.

Dalam sebuah hubungan, ada yang tetap teguh mempertahankan hubungan mereka sampai menikah walaupun memiliki pasangan yang mudah marah. Ada pula yang berhenti di tengah jalan karena merasa lelah. Tak mengapa, hidup adalah pilihan.

Namun, jika di antara kamu berkeinginan untuk tetap berada di sisi pasangan dan menerima kepribadiannya secara utuh, bahkan ingin menjadikannya lebih baik, kamu wajib membaca beberapa cara menyikapi pasangan yang mudah marah di bawah ini.

1. Tunjukan empati

Ketika pasanganmu sedang marah, kamu harus menunjukan empatimu dengan penuh. Jangan sampai ketika dia marah, perhatianmu malah teralihkan. Barangkali kamu malah pergi meninggalkannya atau memilih asyik dengan ponselmu sendiri seolah tidak mempedulikan dia yang sedang marah. Sebaiknya, kamu menyimak apa yang sebenarnya menjadi topik kemarahannya agar dia tidak bertambah marah.

2. Biarkan dia menyelesaikan amarahnya

Seperti halnya perasaan yang lain, marah juga harus diekspresikan agar hati dan pikiran menjadi tenang. Tidaklah baik jika seseorang memendam perasaannya. Namun, setiap orang memang berbeda dalam cara meluapkan emosi.

Kamu harus memahami cara pasanganmu meluapkan kemarahan, agar kamu juga bisa memahami caramu menenangkannya. Tidak perlu kamu potong pembicaraannya, kamu hanya perlu mendengarkannya. Berilah dia ruang untuk mengeluarkan emosi, yang barangkali dia emban sendirian.

3. Jangan ikut marah

Beberapa dari kita sering ikut tersulut api kemarahan jika pasangan kita mulai terlihat marah dan memancing debat. Sebenarnya, itu bukanlah hal yang tepat. Layaknya api, kemarahan harus disiram dengan air. Jadi, kamu harus menjadi air alias penenang untuk pasanganmu. 

Jika kamu ikut tersulut emosi, amarah akan bertambah parah. Api tidak akan padam, melainkan bertambah membara. Tidak akan ada selesainya, tidak kunjung menemukan jalan tengahnya.

4. Mengajak pasangan berdiskusi

Saat kamu sudah berhasil membuat pasanganmu tenang, akan lebih mudah bagi kamu dan pasangan mendiskusikan penyebab kemarahannya sehingga bisa dicari solusi jalan tengahnya. 

Setiap masalah, pasti ada solusinya. Namun, solusi hanya bisa diambil dengan kepala dingin. Jadi sebisa mungkin dalam mengambil solusi, benar-benar harus sudah dalam posisi yang tenang sehingga keputusan yang diambil pun sudah matang pertimbangannya.

5. Buat pengaruh yang baik

Sebagai pasangan, kita juga berpengaruh untuk membuat pasangan menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk. Jika pasanganmu adalah orang yang mudah marah, mungkin sesekali kita bisa membuatnya memahami cara mengolah emosinya dengan lebih baik.

Misalnya dengan membuatnya memahami untuk  mengindari marah di tempat umum, hindari banting barang di depan orangtua, membentak orangtua, dan yang lainnya. Sehingga, meskipun tidak mungkin bisa langsung berubah, tapi perlahan pasanganmu dapat mengelola emosinya dengan lebih baik dan lebih sabar.

Nah itu dia 5 tips menyikapi pasangan yang mudah marah. Hakikatnya, seorang pasangan adalah pelengkap bagi pasangannya. Jika suatu sikap dalam pasanganmu kurang baik, tidak apa kok untuk membantunya membenahi diri, begitu juga sebaliknya.

Jangan pernah malu meminta tolong pasanganmu untuk mengingatkanmu ketika kamu melakukan hal yang kurang baik di luar kendalimu sendiri. Jika seperti itu, hubunganmu akan jauh lebih sehat, saling melengkapi, dan saling memperbaiki.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak