facebook

4 Jenis Kecemasan pada Anak yang Diketahui Orangtua, Bisa Timbulkan Trauma Lho

Muhammad Hafizh Ramadhan
4 Jenis Kecemasan pada Anak yang Diketahui Orangtua, Bisa Timbulkan Trauma Lho
Ilustrasi anak sedang marah (pexels.com/@moh-adbelghaffar)

Seorang anak kecil sering takut akan sesuatu, seperti takut gelap, tidur sendiri, suara petir dan lain sebagainya. Kekhawatiran sang anak itu bisa mengakibatkan kecemasan kalau tidak bisa diatasi.

Kecemasan pada anak berbeda dengan orang dewasa, kecemasan mereka seperti cenderung mudah marah sama orang lain. Berikut ini adalah jenis-jenis kecemasan pada anak yang harus diketahui orang tua.

1. Kecemasan perpisahan

Kecemasan perpisahan adalah rasa takut anak akan berpisah sama orangtua ataupun pengasuhnya. Biasanya jenis kecemasan ini dialami pada anak kecil, namun ketika berumur sekitar tiga atau empat tahun mulai menghilang.

Kecemasan ini biasanya ditandai dengan penolakan dari anak untuk pergi tanpa orangtua, tidak mau tidur sendiri, atau tidak mau pergi sekolah. Memang susah sebagai orangtua untuk mengatasinya, tapi cobalah untuk tenang ketika merawat anak sehingga dia merasa aman di sisimu.

2. Fobia spesifik

Pada masa kecil, anak-anak juga dapat mengalami fobia spesifik, yaitu kecemasan terhadap suatu hal yang spesifik, seperti anjing, petir saat hujan, dan juga air. Contohnya, seorang anak yang takut dengan anjing, mungkin dia pernah dikejar atau digigit oleh anjing. Itu merupakan sebuah hubungan sebab-akibat dari peristiwa trauma di masa kecil.

3. Gangguan kecemasan umum

Gangguan kecemasan umum seorang anak bisa didiagnosis dari ketakutan atau kecemasan yang berlebihan padanya sejak enam bulan terakhir ataupun lebih. Mereka juga harus disebabkan oleh beberapa hal, semacam cemas dengan orangtuanya, teman, atau sekolah.

Seorang anak yang mempunyai gangguan kecemasan umum bisa sampai tertekan karena susah untuk mengendalikan perasaan khawatirnya. Contohnya, dia akan marah saat nilainya turun lantaran tidak bisa fokus. Mereka yang menderita gangguan kecemasan umum ini mungkin juga punya gejala somatik, seperti nyeri pada otot, sakit kepala, atau sakit perut.

4. Gangguan obsesif kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif yang dimiliki anak-anak menyebabkan gangguan pikiran yang berulang terkait suatu hal. Biasanya terjadi secara bersamaan terhadap perbuatan yang berulang dilakukan, contohnya seperti sering memeriksa sesuatu beberapa kali, berulang kali mencuci tangan, atau mengulangi kata-kata yang sama.

Hal itu terjadi pada dirinya sebagai tanggapan atas obsesi. Penting sebagai orangtua untuk selalu memperhatikan sikap anaknya.

Itulah empat jenis kecemasan pada anak yang harus diketahui orang tua. Jika kecemasan pada anak sudah semakin memburuk, bawalah dia berkonsultasi ke psikolog atau psikiater.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak