Pertemuan dengan keluarga besar memang memiliki banyak manfaat, seperti mempererat silahturahmi dan menjalin kedekatan dengan kerabat yang mungkin jarang bertemu. Momen acara keluarga besar seperti undangan pernikahan atau hari raya membuka peluang komunikasi di antara anggota keluarga.
Namun kadang –kadang ada momen di mana sebuah pertanyaan entah disengaja atau tidak membuat seseorang merasa tidak nyaman untuk menjawabnya. Sebut saja pertanyaan-pertanyaan klise seperti; kapan nikah? kapan wisuda, sudah jadi apa sekarang? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang semestinya tidak perlu.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdengar seperti penghakiman itu memang menyebalkan, tetapi kamu tak punya kontrol untuk melarang orang lain melakukannya. Namun begitu, bukan berarti kamu harus pasrah dan membiarkan hal itu mengganggu perasaan kamu lalu mengacaukan niat baik silahturahmi.
Berikut 4 cara merespon pertanyaan klise dari keluarga tersebut :
1. Tetap tenang

Tak perlu terpancing untuk emosi atau kesal, tetaplah tenang dan tak usah bereaksi berlebihan yang bisa saja justru membuat si penanya senang, terutama jika memang ia berniat mengganggumu. Kemampuan kamu untuk mengendalikan diri justru bisa membuat si penanya kehilangan minat meneruskan pertanyaan—pertanyaan klise tadi.
2. Hadapi dengan humor

Kamu bisa menjawabnya dengan candaan yang dapat mencairkan suasana. Situasi yang mungkin tegang akan mencari karena humor mendatangkan rasa bahagia yang menular kepada orang lain. Dengan begitu bisa saja si penanya mengurungkan niatnya untuk menjahili kamu dengan pertanyaan ‘jahat’’ lainnnya
3. Alihkan topik pembicaraan

Kamu bisa membelokkan pertanyaan secara halus dengan mengganti tema obrolan. Kamu bisa membahas berita-berita hangat, tren busana bahkan ide bisnis. Antusiasmemu untuk membicarakan hal-hal bermanfaat akan meredam pertanyaan tak penting dan mengubah bahan diskusi. Bukan tak mungkin si penanya akan menyadari bahwa ada hal lain yang lebih berguna untuk dibicarakan.
4. Katakan terus terang

Jika sikap si penanya sudah keterlaluan dan kamu sudah sangat terganggu, kamu boleh saja mengatakannya terus terang. Ungkapkan saja bahwa kamu tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan klise yang berulang kali ditanyakan. Namun usahakan kamu tetap sopan saat mengatakannya, terutama terhadap orang yang lebih tua.
Itulah 4 cara menghadapi pertanyaan-pertanyaan klise yang seringkali membuat malas bertemu dengan keluarga besar. Semoga dapat membantumu agar lebih siap menghadapinya. Tetaplah menjalin silahturahmi dan terima saja bahwa tidak semua orang paham bahwa ada sikap dan perkataan yang dapat membuat orang lain tidak nyaman.
Kamu memang tak bisa mengendalikan sikap atau aksi orang, tetapi kamu selalu bisa memutuskan bagaimana kamu akan bereaksi.