facebook

Selain Matematika, Ini 5 Mata Pelajaran yang Biasanya Tidak Disukai Siswa

Husein Fadhilah
Selain Matematika, Ini 5 Mata Pelajaran yang Biasanya Tidak Disukai Siswa
Ilustrasi siswa yang tidak suka belajar (Pixabay.com/PublicDomainPictures)

Bagi sebagian siswa, Matematika dikenal sebagai ilmu yang sangat mematikan. Perhitungan luas bangun datar saja banyak yang tak paham, apalagi menilik lebih dalam ke integral, fungsi kuadrat, dan polinominal. Banyak dari mereka yang merasa sangat pusing dengan rumus-rumus yang dijabarkan, terutama jika mereka sudah bertemu dengan x dan y. 

Nah, selain Matematika ternyata ada lagi mata pelajaran yang biasanya tidak disukai oleh siswa. Mau tahu apa saja? Check it out!

1. Fisika

Konsep dalam Fisika memang tak jauh dari Matematika. Banyak terselip beberapa perhitungan mulai dari yang mudah seperti menghitung gaya sampai yang susah seperti gerak jatuh bebas. Banyak siswa yang akan bolos demi meninggalkan pelajaran ini.

Tak heran memang, perhitungan di Fisika terkesan lebih rumit daripada Matematika. Dalam Matematika, masing jarang perhitungan yang harus menggunakan satuan.

Kalau di Fisika hampir semuanya harus memperhatikan satuan yang dipakai. Misalkan ketika sebuah benda memiliki volume sebesar 2 liter, maka harus diubah dulu ke meter kubik, sehingga baru bisa dioperasikan setelahnya.

2. Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang mempelajari kaidah-kaidah atau tata aturan dalam menggunakan bahasa. Misalnya saja mengenai cara penulisan cerpen, struktur teks, kaidah puisi, pembelajaran majas, dan lain sebagainya.

Kelihatannya memang lumayan mudah dipelajari, namun yang membuat siswa tidak menyukai pelajaran ini karena risih jika melihat suatu materi atau soal yang panjang. Apalagi ketika mengerjakan ulangan, sudah pasti lembar soal Bahasa Indonesia lebih banyak daripada pelajaran yang lain.

3. Sejarah

Hampir semua siswa tidak menyukai pelajaran Sejarah. Sejarah mengajarkan siswa untuk mengingat kembali kejadian-kejadian di masa lampau yang terjadi secara diakronis dan sinkronis. Materi dalam pelajaran Sejarah bersifat relatif. Semakin bertambah tahun, maka materinya semakin banyak. Bukunya pun semakin tebal.

Nah, siswa kurang suka pelajaran ini karena semakin hari yang harus dihafalkan siswa semakin banyak. Apalagi jika kejadian itu memiliki rincian seperti tahun, jam, latar, tokoh, dan lain lain. Hal ini akan sangat sulit bagi siswa untuk menghafalkannya.

4. Akuntansi

Pelajaran ini biasanya ada di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Akuntansi mempelajari perhitungan konsep finansial dari tiga unsur pokoknya, yaitu harta, kewajiban, dan modal.

Pembagian materinya ada 3, di antaranya akuntansi perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan manufaktur. Tetapi, ada tambahan lain seperti akuntansi pemerintahan daerah, perpajakan, dan ekonomi bisnis. 

Siswa menganggap pelajaran ini membuat perhitungan menjadi lebih ribet. Pertama siswa harus membuat persamaan dasarnya dulu, lalu laporan keuangan, dan seterusnya.

Nah, dalam akuntansi ini laporan seperti persamaan dasar, jurnal umum, dan neraca saldo harus balance antara sisi debit dan kreditnya. Akan menjadi menjengkelkan ketika sudah lelah menghitung, eh tidak balance juga.

5. PPKn

PPKn atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah pelajaran khusus yang digunakan untuk melindungi eksistensi dasar negara kita, yaitu Pancasila.

Dalam pelajaran ini, siswa akan diajari untuk memahami konsep perundang-undangan yang ada di peraturan seperti UUD 1945, Peraturan Pemerintah, Perpres, dan lain sebagainya. Tak jarang juga, dibahas sejarah yang berkaitan dengan pembentukan negara.

Tak jauh berbeda dari sejarah, alasan utama siswa tidak menyukai pelajaran ini karena harus menghafal banyak hal. Apalagi sudah menyangkut perundang-undangan, siswa harus rajin menghafal bermacam-macam pasal. 

Itulah tadi mata pelajaran selain Matematika yang tidak disukai siswa. Adakah yang relate dengan kamu?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak