facebook

6 Penyebab Kesehatan Mentalmu Menurun dan Solusinya

Tim Yoursay
6 Penyebab Kesehatan Mentalmu Menurun dan Solusinya
Ilustrasi deoramg wanita sedang merasa bahagia.[Pexels/Alexandr Podvalny]

Pernahkah kamu mengalami masa-masa di mana kamu merasa sedih, tertekan, atau bahkan stres? Sebagai manusia, pasti ada saat-saat di mana kita merasakan hal tersebut. Bahkan, tak jarang kita sampai merasa terganggu hingga tidak produktif lagi. Kita kehilangan nafsu makan, nggak produktif, mencemaskan banyak hal, atau bahkan susah tidur dan tidak punya nafsu makan. 

Apakah itu wajar? Kenapa? Ada apa dengan kesehatan mental kita? Apa yang harus dilakukan? Kalau kamu sedang mengalami situasi tersebut dan bingung harus ngapain, kamu berada di artikel yang tepat.

Kesehatan mental itu apa sih?

Kalau menurut WHO, kesehatan mental adalah titik di mana kita mampu untuk mengatasi tekanan dan stres sehari-hari, melakukan aktivitas secara produktif, serta berkontribusi terhadap lingkungan.

Hmm.. Kayaknya akhir-akhir ini aku nggak sehat mental.

Bisa jadi, kondisi kesehatan mentalmu sedang menurun. Mungkin kamu mengalami beberapa tanda kondisi kesehatan mental yang buruk, diantaranya:

1. Kesulitan menghadapi masalah sehari-hari

Siapa sih yang nggak punya masalah? Masalah merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari setiap lini kehidupan. Tapi, waspadalah kalo kamu mulai kesusahan untuk menghadapi masalah-masalahmu. 

Sebagai contoh, biasanya kamu bisa selesai mengerjakan tugas kuliah atau pekerjaan lain walaupun dengan susah payah. Tapi kali ini, jangankan mengerjakan tugas, bangun dari tempat tidur pun susah. Hal ini bisa menjadi tanda-tanda kalau ada sesuatu yang salah dalam dirimu.

2. Merasa tidak bahagia dan tertekan

Merasa sedih, tidak bahagia, stres, adalah hal yang wajar. Tapi, kalo misalnya kamu udah mengalaminya dalam jangka waktu yang lama, ada baiknya kamu waspada. 

Apalagi ketika kamu mulai nggak menikmati aktivitas menyenangkan, kayak melakukan hobi atau bermain bersama orang terdekat. Hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda menurunnya kondisi kesehatan mentalmu.

3. Sulit berkonsentrasi dan mengambil keputusan

Kedua hal ini menjadi salah satu tanda kesehatan mental yang menurun, karena stres bisa memicu otak kita untuk merasa kelelahan dan berakibat pada konsentrasi dan pengambilan keputusan. 

4. Perubahan pola tidur, makan, dan melakukan aktivitas sehari-hari

Beberapa orang mengalami hilangnya nafsu makan atau kesulitan untuk tidur, sementara beberapa orang yang lain justru mengalami peningkatan nafsu makan atau jam tidur ketika sedang menghadapi stress. Yang pasti, kalo kamu mengalami salah satunya, bisa jadi ada sesuatu yang salah dalam dirimu.

5. Hidup terasa tidak berguna dan tidak ada artinya

Ketika sedang terpuruk, ada saat-saat di mana kita merasa kalau hidup itu nggak berarti. Atau bahkan, kita mungkin kehilangan makna dan tujuan hidup. 

Seringkali, keinginan untuk menyakiti diri atau bahkan hingga mengakhiri hidup juga timbul akibat hal ini. Jika hal tersebut sudah mulai kamu rasakan, ada baiknya kamu mulai waspada. Dan ada baiknya segera konsultasikan pada pakar yang menguasainya.

Nah, kelima tanda tersebut sebenarnya udah jadi suatu “alarm” di hidup kita kalau misalnya ada sesuatu yang salah dari hidup kita. Jika tanda-tanda itu kamu alami bahkan hingga mengganggu hidupmu, ada baiknya segera mengambil tindakan. Salah satunya adalah mengkonsultasikan permasalahanmu bersama Mentor Satu Persen yang siap membantumu.

Ilustrasi kesehatan mental.[pexels.com]
Ilustrasi kesehatan mental.[pexels.com]

Terus, apa penyebab kesehatan mental bisa menurun?

Salah satunya adalah karena stres. Dalam psikologi, kata ‘stres’ itu merujuk pada kata ‘tekanan’, sebuah hal besar yang membuatmu tertekan. 

Jadi ketika menghadapi sumber stres, kita melakukan screening dulu terhadap sumber stres-nya. Barulah setelah itu kita menentukan, “ini jenis stres yang kuat aku hadapi” dan “ini jenis stres yang bakal bikin aku stres berat”. Istilah itu bisa disebut dengan cognitive appraisal.

Ada dua tahapan screening yang biasanya dilakukan ketika menemui kejadian, peristiwa, atau bahkan tugas:

1. Primary Appraisal

Ini adalah tahapan screening pertama di mana kita menilai: seberapa mengancam sumber stres yang kita hadapi buat diri kita?

Setelah selesai melakukan screening, bakal ada 3 reaksi terhadap sumber stres tersebut:

-          Bisa jadi ini sumber stres yang bagus, yang bisa bikin kita semangat!

-          Wah, ini sumber stres yang enggak perlu dipikirin sih.

-          Waduh, sumber stres yang ini kayaknya berat..

Nah, kalau ternyata sumber stres kita itu dipersepsikan sebagai sumber stres yang berat oleh kita, otak kita bakalan lanjut screening tahap 2.

2. Secondary Appraisal

Ini adalah tahapan screening kedua. Kira-kira, inilah suasana penilaian stres di otak dan tubuh kita:

“Oke, sumber stresnya berat. Tapi apakah aku punya..

-          Sumber daya yang cukup

-          Dukungan yang kuat

-          Pengalaman yang bagus

-          Keterampilan yang mumpuni

…buat menghadapi sumber stres itu?”

Kalau jawaban dari keempat penilaian tadi adalah tidak, itulah sebabnya kenapa kamu bisa mengalami stres berat yang bikin kesehatan mentalmu menurun.

Kita rangkum lagi ya. Kenapa seseorang bisa stres dan punya kesehatan mental yang menurun?

Pertama, karena orang tersebut menilai sumber stres yang sedang hadapi sebagai tekanan yang berat. Kedua, orang tersebut nggak punya resources yang bagus buat menghadapi sumber stres tersebut.

Kemudian, aku harus ngapain?

1. Merawat diri (self-care)

Mungkin susah, tapi tetap harus diusahakan, ya! Salah satu cara yang bisa dicoba adalah makan sehat. Makanan sehat bisa menjadi salah satu sumber energi, yang juga bisa menimbulkan mood yang bagus dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Tidur yang cukup dapat me-recharge tubuh dan pikiranmu. Kekurangan tidur dapat membuat tubuh dan pikiranmu tidak berfungsi secara optimal. Sesibuk apapun kegiatanmu, jangan lupa luangkan waktu untuk beristirahat, ya!

2. Terkoneksi dengan orang lain

Luangkan waktu sejenak untuk menyapa dan mengobrol bersama teman atau keluargamu. Penelitian menyebutkan kalau menjalin hubungan dengan orang lain akan dapat menurunkan kecemasan dan depresi, membantu kita mengatur emosi kita, meningkatkan harga diri dan empati, bahkan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

3. Melakukan aktivitas fisik

Kesehatan fisik memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Ketika kita melakukan aktivitas fisik, otak kita mengeluarkan hormon serotonin dan endorphin, yang bisa meningkatkan suasana hati.

Enggak perlu melakukan aktivitas berat, aktivitas fisik ringan seperti berjalan selama 15 menit, juga sudah bisa membantu meningkatkan kesehatan mental.

4. Melakukan penanggulangan stres (coping) dengan baik

Stres adalah hal yang tidak dapat dihindari dalam hidup kita, Oleh sebab itu, sangat penting untuk kita untuk punya coping yang baik ketika menangani stres.

Setiap orang punya caranya masing-masing untuk menangani stress. Temukan cara andalanmu, ya! Kamu bisa bercerita kepada teman, atau melakukan aktivitas  yang menenangkan seperti meditasi atau menulis jurnal. Hindari melakukan hal-hal yang merusak tubuh untuk menghadapi stress, seperti minum alkohol atau merokok. Tentu hal itu sangat merugikan baik secara fisik maupun mental.

Ok, I see. Tapi, apa yang harus aku lakukan jika  kesehatan mentalku belum kunjung membaik?

Setiap orang memiliki batas dan kemampuan masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Apabila cara-cara yang biasa kamu lakukan sudah tidak mempan, Mentor Satu Persen siap menjadi teman ceritamu kapanpun kamu mau! Kamu bisa ceritain masalah kamu secara private dan mentor akan membantu untuk temukan solusinya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak