3 Tips Membangun Growth Mindset pada Anak, Orangtua Harus Tahu!

Ayu Nabila | Riva Khodijah
3 Tips Membangun Growth Mindset pada Anak, Orangtua Harus Tahu!
Ilustrasi anak kecil bereksplorasi (pexels.com/Tuấn Kiệt Jr.)

Di antara penyebab seseorang bisa bahagia dan sukses dalam hidupnya, adalah memiliki growth mindset atau pola pikir yang terus berkembang. Kenapa ini penting?

Orang dengan pola pikir berkembang biasanya optimis dan terbuka dalam menerima masukan dari orang lain. Tidak keras kepala atau sok tahu dengan apa yang diyakini. Hal inilah yang kemudian membuat seseorang dengan growth mindset gak hanya sukses dalam karier, tapi biasanya juga disukai banyak orang.

Sebenarnya growth mindset ini bisa kamu tanamkan sejak kecil, lho. Untuk itu, kali ini akan dibahas mengenai beberapa tips membangun growth mindset pada anak. Mari kita simak bersama.

1. Memenuhi rasa ingin tahu anak

Ada kalanya orang tua waswas ketika melihat si kecil mengeksplorasi lingkungan sekitar. Padahal, sebenarnya dengan membebaskan anak untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya bisa memenuhi rasa ingin tahunya, lho.

Seperti diketahui, anak dengan rasa ingin tahu yang besar biasanya cerdas, kreatif, serta punya pemikiran maju. Gak heran setelah dewasa kelak ia memiliki pola pikir yang terus bertumbuh.

2. Jangan bereaksi berlebihan ketika anak berbuat salah

Sering kali yang mematikan kreativitas anak adalah orang tua sendiri, misalnya saja ketika anak berbuat salah dimarahi habis-habisan. Inilah yang kemudian membuat anak jadi tidak berkembang, karena ingin melakukan hal-hal baru jadi takut.

Padahal, kesalahan atau kegagalan itu perlu dalam hidup. Bagaimana anak akan mencoba sesuatu, kalau sejak awal sudah berpikir negatif (takut) duluan bila yang nanti dilakukannya gak akan berhasil.

Untuk itu, sebagai orang tua hendaknya tidak perlu reaksi berlebihan ketika anak salah. Cukup diarahkan dan ditegur apabila kesalahan itu merugikan orang lain.

3. Ajarkan anak mencintai proses

Ada banyak orang tua yang begitu fokus pada nilai sekolah anak, sampai-sampai membuat anak jadi stres. Hal demikian gak baik bagi perkembangan mental anak, lho.

Bila kamu ingin si kecil menjadi pribadi dengan pola pikir berkembang, cobalah ajarkan anak untuk mencintai proses. Tidak apa-apa jika hasilnya lebih buruk dari teman-teman yang lain. Yang penting, dia sudah berusaha keras dan hasil yang didapatkan lebih baik dari hasil-hasil yang diperolehnya sebelumnya.

Kualitas kehidupan seseorang sangat ditentukan dari pola pikir yang tertanam. Semoga uraian tadi bisa membantumu untuk membangun pola pikir berkembang si kecil sejak dini, ya!

Video yang Mungkin Anda Suka.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tips Pilih Sekolah Untuk Anak Autis, Tidak Harus Selalu Masuk SLB
Tips Pilih Sekolah Untuk Anak Autis, Tidak Harus Selalu Masuk SLB
Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
Pria Harus Tahu! Ini 6 Tips Membuat Wanita Cepat Mendapatkan Orgasme Saat Berhubungan Seks - Suara.com
Pria Harus Tahu! Ini 6 Tips Membuat Wanita Cepat Mendapatkan Orgasme Saat Berhubungan Seks - Suara.com
Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Disebut Jiplak Konsep Dune dan Langgar Hak Cipta, Gibran Dilaporkan ke Warner Bros
Disebut Jiplak Konsep Dune dan Langgar Hak Cipta, Gibran Dilaporkan ke Warner Bros
Belajar dari Kasus Nikita Mirzani dan Lolly, Apa Ciri-Ciri Orangtua Durhaka pada Anak?
Belajar dari Kasus Nikita Mirzani dan Lolly, Apa Ciri-Ciri Orangtua Durhaka pada Anak?
Tampilkan lebih banyak