Halo, foodies! Apakah kamu penggemar drama Korea? Kalau iya, pasti kamu sering melihat adegan para tokohnya makan-makan, kan? Nah, makanan-makanan yang sering muncul di drama Korea itu ternyata banyak yang merupakan makanan tradisional, lho.
Berkat kemunculannya di drama Korea, banyak orang termasuk Indonesia yang penasaran dan ingin mencoba memakan makanan-makanan khas Korea tersebut.
Apa saja makanan tradisional Korea yang terkenal berkat kemunculannya di drama Korea, ya? Yuk, simak di bawah ini!
1. Ramyeon

Ramyeon adalah mie instan ala Korea yang telah menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Korea. Pada tahun 1960-an, ramen Jepang masuk ke Korea dan dimodifikasi menjadi mie yang lebih tipis dengan kuah yang lebih pedas. Sajian Jepang ini pun berubah nama menjadi 'Ramyeon'.
Tiga tahun kemudian, perusahaan Samyang Foods yang didirikan oleh Jung Yun-Jeon meluncurkan mie ramyeon instan pertama di Korea Selatan, yaitu Shin Ramyeon. Shin Ramyeon dengan cepat menjadi terkenal di Korea Selatan, dan hingga saat ini masih menjadi merek ramyeon instan terlaris di Korea Selatan.
Selain karena rasanya yang enak, ramyeon menjadi populer karena harganya yang murah dan praktis untuk dibuat. Hal ini membuat ramyeon menjadi pilihan yang tepat bagi para pekerja yang sedang lembur, para pelajar yang harus belajar hingga dini hari, atau saat hangout bersama teman-teman.
Ramyeon menjadi semakin terkenal di seluruh dunia setelah sering muncul dalam berbagai drama Korea. Saat ini, ramyeon telah diekspor ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
2. Tteokbokki

Tteokbokki merupakan salah satu street food paling terkenal di Korea Selatan. Para pecinta drama Korea pasti tidak asing lagi dengan makanan sejenis kues beras baluran saus merah kental yang pedas ini. Para tokoh drama Korea biasanya suka menyantap tteokbokki saat asap panas masih mengepul.
Konon, pada 400 tahun yang lalu, tteokbokki tidak dimasak dalam sambal merah gochujang seperti sekarang. Tetapi, ditusuk dengan lidi seperti sate. Kemudian saat Kerajaan Joseon berkuasa, tidak semua orang bisa memakan tteokbokki karena ini merupakan hidangan kerajaan yang dinikmati para bangsawan.
Setelah perang Korea pada tahun 1950-an, barulah tteokbokki hadir dengan kuah saus gochujang, dan dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.
Sama seperti ramyeon, tteokbokki banyak disukai masyarakat Korea karena harganya yang murah dan dapat dijumpai di banyak tempat. Mulai dari gerobak pedagang di pinggir jalan hingga di restoran besar.
Selain pedas, tteokbokki memiliki berbagai variasi; ada tteokbokki dengan keju dan tteokbokki goreng. Tteokbokki juga sering ditemani dengan berbagai topping, seperti fish cake, sosis, dan telur.
3. Korean Fried Chicken

Makanan lain yang tidak pernah absen di drama Korea yaitu ayam goreng. Ayam goreng menjadi makanan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Korea. Bahkan, para turis yang berlibur ke Korea mengaku jika ayam goreng Korea merupakan makanan favorit mereka.
Pada awal tahun 1960-an, ayam goreng ala Amerika Serikat masuk ke Korea Selatan kemudian dimodifikasi oleh orang Korea dengan menggunakan tepung yang lebih renyah dan bumbu yang lebih gurih.
Pada tahun 1997-1998, Korea Selatan mengalami krisis finansial Asia yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan pendapatan mereka. Akhirnya, orang-orang memutuskan membuka restoran ayam goreng untuk memperoleh pendapatan.
Kini, terdapat lebih dari 50 ribu restoran yang menjual ayam goreng di Korea Selatan. Dengan banyaknya restoran yang menjual ayam goreng, hidangan Korea ini pun hadir dengan berbagai varian; boneless, spicy, berbalur madu, ditaburi bubuk keju, dan masih banyak lagi.
Ayam goreng juga dapat dibeli dalam berbagai bentuk, mulai dari ayam goreng kemasan hingga ayam goreng yang dimasak di restoran.
4. Sundubu-jjigae

Di Korea Selatan, ada makanan tradisional berbahan baku berupa tahu sutera, yaitu sundubu-jjigae. Dalam bahasa Inggris, hidangan ini dikenal dengan nama korean soft tofu stew. Sundubu-jjigae terkenal karena memiliki cita rasa kuahnya yang pedas dan kuat, namun sensasi gurihnya masih tetap terasa.
Sup tahu Korea ini sudah dikonsumsi oleh masyarakat Korea sejak Dinasti Joseon. Pada saat itu, sundubu-jjigae merupakan makanan yang dimasak di rumah tangga yang berisikan bahan-bahan sederhana, seperti tahu sutera, daging, dan sayuran.
Dan pada abad ke-20, sundubu-jjigae mulai dimodifikasi dengan berbagai macam topping, seperti seafood, kimchi, dan keju.
Sundubu-jjigae biasanya disajikan menggunakan ttukbaegi. Ttukbaegi adalah mangkuk keramik tradisional untuk menghidangkan masakan Korea. Usut punya usut, mangkok ini memang dipakai pada sajian yang disantap selagi hangat karena dapat menyerap panas.
Di beberapa drama Korea, sundubu-jjigae sering disantap oleh para tokohnya ketika musim hujan tiba karena dapat memberikan kehangatan pada tubuh.
5. Bibimbap

Bukan hanya Indonesia saja yang memiliki nasi campur, Korea Selatan pun punya dan dikenal dengan nama Bibimbap.
Menurut sejarah, bibimbap tercipta pada masa perang Imjin ketika rakyat setempat harus menyiapkan masakan yang praktis dalam keadaan genting. Sesuai namanya, bibimbap diambil dari bahasa Korea, "bibim" yang artinya campur, sedangkan "bap" yaitu nasi.
Sajian menu khas Korea ini merupakan makanan sehat, karena di dalamnya terdapat berbagai nutrisi yang penting bagi tubuh. Ada nasi sebagai sumber karbohidrat, ada sayuran sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat, kemudian ada daging dan telur sebagai sumber protein.
Selain itu, bumbu yang biasanya digunakan dalam pembuatan bibimbap adalah gochujang dan minyak wijen. Tidak lupa terdapat taburan biji wijen dan rumput laut (nori). Sebelum menyantap bibimbap, jangan lupa untuk mencampurnya terlebih dahulu.
Berkat kemunculannya di drama Korea, tidak sedikit orang yang penasaran dengan kelezatan nasi campur ala Korea ini.
6. Kimbap

Selain bibimbap, makanan tradisional sehat lainnya yang terkenal di Korea Selatan yaitu kimbap. Nasi gulung versi korea, alias kimbab, sering muncul pada adegan-adegan di drama Korea, misalnya seperti ketika tokohnya sedang menyiapkan bekal. Yap, kimbap adalah jenis makanan korea yang sering djadikan bekal, camilan, atau santapan di pagi hari. Hal ini karena penyajiannya yang praktis, mudah dibawa, dan dapat dimakan dalam sekali lahap.
Kimbap sebenarnya berasal dari Jepang dengan sebutan norimaki yang diperkenalkan ke Korea pada masa penjajahan. Hingga pada tahun 1948, pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk mengubah nama hidangan tersebut menjadi 'Kimbap'.
Kimbap pun menjadi terkenal di Korea Selatan dari tahun 1960-an hingga 1970-an sebagai jenis makanan portabel atau makanan cepat saji karena mudah dimakan tanpa lauk dan yang pasti bisa membuat perut kenyang.
Seiring berkembangnya zaman, kimbap mulai hadir dengan berbagai variasi. Ada yang berisi daging sapi panggang (kimbap bulgogi), ikan tenggiri panggang (kimbap eomuk), kimchi (kimbap kimchi), ikan tuna (kimbap tuna), dan masih banyak lagi.
Nah, itulah 6 makanan tradisional Korea yang terkenal berkat kemunculannya di drama Korea. Apakah kamu sudah pernah mencoba salah satunya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.