Lifestyle

Hati-hati! Samsung Ancam Hapus Data Kesehatan Anda Jika Menolak Pelatihan AI

Hati-hati! Samsung Ancam Hapus Data Kesehatan Anda Jika Menolak Pelatihan AI
Ilustrasi Samsung Health (How To Geek)

Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, baru-baru ini menuai sorotan usai menerapkan kebijakan privasi baru yang dinilai agresif bagi para pengguna aplikasi Samsung Health.

Pengguna aplikasi pelacak kesehatan ini kini dihadapkan pada pilihan sulit: mengizinkan Samsung menggunakan data kesehatan pribadi mereka untuk melatih kecerdasan buatan (AI), atau menghadapi konsekuensi kehilangan seluruh data pelacakan mereka.

Setuju atau Kehilangan Sinkronisasi Data

Ilustrasi persetujuan penggunaan data pelacakan (dok. How To Geek)
Ilustrasi persetujuan penggunaan data pelacakan (dok. How To Geek)

Saat membuka aplikasi Samsung Health, sejumlah pengguna mulai mendapati munculnya notifikasi persetujuan bertajuk "Consent to the Use of Health Data for AI Training and Modelling".

Pemberitahuan ini secara transparan menyatakan bahwa perusahaan akan memanfaatkan data aktivitas hingga rekam medis pengguna untuk melatih dan membentuk model AI mereka, yang terkadang juga melibatkan human review.

Meskipun Samsung menyediakan toggle di menu pengaturan privasi untuk menolak persetujuan tersebut, keputusan untuk menolak tidaklah gratis.

Berdasarkan bukti tangkapan layar yang dilansir dari How To Geek, pengguna yang mencoba menarik kembali persetujuan akan langsung disambut oleh peringatan keras berbunyi:

"Withdraw from this agreement? You will not be able to sync health data with your Samsung account and your health data will be deleted unless retained pursuant to applicable law..."

Artinya, jika pengguna keberatan data pribadinya dipakai untuk melatih AI, Samsung akan mematikan fungsi sinkronisasi cloud dengan akun Samsung mereka.

Lebih parahnya lagi, seluruh data kesehatan yang sudah tersimpan akan dihapus secara permanen, kecuali jika ada hukum tertentu yang mewajibkan perusahaan untuk menyimpannya.

Kebijakan ini dinilai memaksa karena pengguna dituntut menyerahkan privasi medis mereka demi mempertahankan fungsionalitas aplikasi.

Jenis Data Kesehatan yang Diincar Samsung

Berdasarkan rincian resmi dari kebijakan privasi Samsung Health (samsunghealth.com), cakupan data yang akan diambil untuk pemodelan AI ini sangat luas.

Jika pengguna memberikan persetujuan melalui menu privasi, berikut adalah kategori data yang akan diproses oleh sistem:

  • Data Kesehatan dan Kebugaran (Health and Wellness Data): Meliputi pengukuran tubuh, informasi nutrisi, jumlah langkah harian, data aktivitas olahraga, hingga kualitas dan pola tidur pengguna.
  • Data Pengobatan (Medication Data): Mencakup informasi terkait obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk riwayat resep dokter beserta dosisnya.
  • Rekam Medis (Health Records): Data klinis yang sangat sensitif seperti diagnosis penyakit, prognosis kesehatan, hasil tes laboratorium, serta riwayat perawatan medis di masa lalu.
  • Data Pelacakan Siklus (Cycle Tracking Data): Data mengenai siklus menstruasi, kondisi fisik bulanan, serta indikator fisiologis penting seperti detak jantung pengguna.

Kebijakan persetujuan ini juga berlaku secara menyeluruh untuk semua aplikasi Samsung Health di perangkat lain yang terhubung menggunakan akun Samsung yang sama.

Mengapa Samsung Begitu Agresif Mengumpulkan Data AI?

Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. Samsung diketahui sedang gencar meningkatkan kemampuan ekosistem kesehatan digital mereka dengan menyuntikkan fitur AI coaching yang lebih cerdas.

Pada bulan Juni lalu, Samsung sempat memamerkan pembaruan besar pada aplikasi Health, yakni teknologi AI nantinya mampu memberikan rekomendasi rencana latihan olahraga yang dipersonalisasi, menganalisis masalah tidur, hingga memantau pilihan nutrisi pengguna.

Fitur-fitur AI terbaru ini dijadwalkan akan meluncur perdana bersamaan dengan lini jam tangan pintar terbaru mereka, Galaxy Watch 9 series, yang diharapkan rilis pada acara Samsung Unpacked tanggal 22 Juli mendatang.

Agar algoritma AI tersebut dapat bekerja dengan akurasi dan relevansi yang terus meningkat, sistem membutuhkan pasokan data nyata dalam jumlah masif dari para penggunanya.

Pihak industri teknologi memperkirakan bahwa Samsung kemungkinan besar akan melakukan anonimisasi dan agregasi data secara ketat agar statistik kesehatan tersebut tidak dapat dilacak kembali ke identitas individu tertentu.

Meski risiko kebocoran data pribadi langsung ke tangan peretas tergolong kecil, metode pemaksaan ini tetap memicu kritik keras dari konsumen.

Pengguna kini dihadapkan pada posisi dilematis antara menjaga kerahasiaan data kesehatan atau mempertahankan kemudahan teknologi gawai pintar mereka.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda