Lifestyle
Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!
Berangkat dari pengalaman pribadi melayani customer yang membeli busi, saya akui bahwa part kecil kendaraan tersebut sukses bikin gaduh. Masalahnya, busi tidak serta merta sama dan bisa diaplikasikan pada semua jenis kendaraan. Perkara busi saja, saya pernah jadi tidak nafsu makan, haha.
Banyak orang berpikir bahwa busi motor itu sama, mengingat bungkusnya serupa dan fisiknya mirip. Namun, masing-masing jenis memiliki kode untuk diaplikasikan pada motor jenis tertentu pula. Alhasil, kadang ada bapak-bapak yang menyuruh anak atau istrinya membeli busi, tanpa memberi keterangan spesifik hendak dipakai untuk motor apa. Jadilah customer dan pramuniaga toko kebingungan, berujung sama-sama uring-uringan.
Kalaulah tidak tahu menahu tapi masih membawa contoh item kendati sudah rusak, maka pramuniaga masih bisa mencarikan itemnya. Lha, kalau sudah tidak tahu dan tidak ada contoh sama sekali, apa nggak puyeng?
Ngotot minta bungkus warna kuning, padahal ada banyak busi berbungkus kuning.
Beda Kode Busi, Beda Tipe Motornya
Di pasaran ada banyak sekali merk busi yang diperdagangkan lengkap dengan harga yang bersaing. Nah berdasarkan pengalaman pribadi, saya tahu beberapa merk seperti NGK, Denso, Champion, juga TDR.
Masing-masing merk memiliki kode busi tersendiri untuk tipe-tipe motor tertentu. Walau tergantung selera ya. Kalau busi lama bermerk NGK, kemudian ingin berganti Denso tetap bisa kok. Asal kode busi dengan motornya sesuai. Skemanya seperti ini:
- NGK C7HSA, Denso U22FSU, Champion Z9Y, dan TDR 071
Dapat diaplikasikan pada tipe motor bebek seperti Grand, Supra, Supra X, Supra Fit, Vega, Vega R, Jupiter, Mio, Mio Soul, Smash, Shogun
- NGK CPR6EA, Denso U24, Champion RG4HC, dan TDR 065
Dapat diaplikasikan pada tipe motor bebek Supra X 125, Karisma, Honda Beat, Honda Vario, Honda Scoopy, Revo, Blade, Satria FU 150, Vixion, Jupiter MX
- NGK BP7HS
Dapat diaplikasikan pada motor Fiz R, Force 1, RX, Alfa, motor Vespa
- NGK D8EA, Denso X24, Champion A8YC
Dapat diaplikasikan pada tipe motor GL series meliputi GL Pro, GL 100, GL Max, Tiger, Megapro, Scorpio
- NGK BP5ES
Dapat diaplikasikan pada tipikal motor 2 tak seperti RX King, Suzuki Satria, Kawasaki Ninja 150, maupun mobil klasik seperti Toyota Kijang Super, Suzuki Carry, Mitsubishi L300
- NGK D6HS
Dapat diaplikasikan pada motor yang menggunakan kode NGK C7HSA setelah mengalami perubahan atau bore up
Itu baru segelintir kecil, mengingat ada banyak sekali merk dan tipe busi di pasaran ya. Pastikan berkomunikasi dengan pihak toko onderdil atau mekanik bengkel.
Tolong Maklumi Pramuniaga Toko yang Membuka Catatan
Kadang saya sendiri merasa sungkan kala harus membuka catatan kode busi. Tapi tidak jarang merasa kesal sewaktu harus berdebat dengan customer yang kurang mengerti perihal busi motor. Padahal, mengingat kode busi dan pengaplikasiannya tidak semudah menghafalkan nomor gebetan. Manalagi sewaktu customer hanya menyebutkan brand besar kendaraan, tanpa mau menyebutkan jenisnya. Apakah tipe 2 tak, tahun keluaran lama atau baru, sudahkah mengalami bore up, atau apakah yang bersangkutan membawa contoh item.
Beberapa hanya berkata: ‘Mau beli busi motor Honda’, atau ‘Beli busi motor Yamaha’.
Padahal dalam tubuh Honda maupun Yamaha itu sendiri ada banyak jenisnya. Beat, Vario, Grand, Megapro itu adalah member Honda, dengan kode busi yang berbeda.
Jujurly, saya sendiri masih seringkali lupa saat ada customer yang hendak membeli busi. Jadilah saya buka buku catatan, sebelum mengambilkannya di etalase. Itu baru part motor bernama ‘busi’ ya, mengingat ada beragam part motor lain yang mementingkan kode tertentu seperti karet Vanbelt, dan lain-lain. Banyak.
Busi dan Segala Dramanya
Sekadar keluh kesah dan berbagi pengalaman, toh saya sendiri pernah diminta untuk membeli busi. Minimal bawalah contoh busi lama, supaya pramuniaga toko tepat dalam mengambilkan item. Atau paling tidak sebutkan jenis motormu apa, tidak perlu malu, daripada busi yang sudah dibeli malah tidak bisa dipasang.
Anyway, pernahkah kawan-kawan sekalian membeli busi di toko onderdil? Atau mungkin bisa mengganti busi motor sendiri?