Lifestyle

3 Kegiatan Mudah Menjaga Kesehatan Mental di Rumah

3 Kegiatan Mudah Menjaga Kesehatan Mental di Rumah
Kegiatan minum teh, satu contoh kegiatan dopamine menu untuk kesehatan mental (Dok.Pribadi/Febriansyah Daffa Binapraja)

Belakangan ini, saya bisa rasakan hidup terasa cepat. Mungkin, lebih mudah kalau dibilang ngebut. Bagaimana tidak, informasi dari berita nasional bisa sampai cepat. Lalu, orang tua bisa saja berekspektasi bermacam-macam dan harus segera dikerjakan kalau tak mau dianggap “Aib keluarga”. Tentu rasanya melelahkan, bukan?

Seberapa cepat rasanya hidup saya? Sangat cepat. Di usia 26 tahun alias sudah selesai kuliah ini, saya merasa harus cepat-cepat menghasilkan uang agar bisa mandiri. Tetapi, supaya otak saya tetap sehat, saya perlu kegiatan-kegiatan yang bisa membantu menjaga kesehatan mental saya. Bagaimana caranya? Ternyata, bila saya perhatikan sendiri, ada tiga kegiatan yang mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di rumah.

Menulis, Apapun Bentuknya

Kegiatan menulis bisa membantu menjernihkan pikiran (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)
Kegiatan menulis bisa membantu menjernihkan pikiran (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)

Ya, Anda tak salah baca. Tips pertamanya adalah “menulis, apapun bentuknya”. Umumnya, Anda mungkin pernah dengar istilah “journaling” atau membuat jurnal mengenai diri sendiri untuk bisa menata pikiran sendiri dan berterima kasih atas hal-hal positif dalam kehidupan pribadi alias bersyukur.

Terkesan klise, memang. Namun, menulis memang benar-benar bisa dipakai untuk mengurai pikiran kusut. Dikutip dari DetikHealth, guru yoga dan meditasi Tsamara Fahrana menyatakan bahwa menulis jurnal dapat membantu menyadari dan merapikan pikiran serta mengelola emosi dengan cara mengetahui apa yang kita rasakan serta apa yang perlu dan tidak perlu dipikirkan untuk menjaga kesehatan mental.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, menulis untuk menjaga mental dan mengambil jeda sejenak tidak harus berbentuk jurnal pribadi. Sebagai penulis lepas sendiri, saya juga menulis novel dan kadang ikut serta lomba cerpen (walau kadang ujungnya kalah juga). Dari kegiatan menulis tersebut, ada banyak isi pikiran yang bisa saya lepas dan keluarkan sehingga bisa lebih nyaman.

Tidak hanya itu, membaca tulisan orang lain, selain memberikan perspektif baru, juga membantu saya berjeda dari hidup yang serba ngebut. Dengan membaca cerpen atau buku, misalnya, saya bisa “kabur” dan melihat dunia lain untuk bersantai.

Membuat "Dopamine Menu" Alias Daftar dan Jadwal Kegiatan Menyenangkan

Hal sesederhana
Hal sesederhana "makan mie instan" bisa menjadi dopamine menu (Dok. Pribadi / Febriansyah Daffa Binapraja)

Cara lain untuk menjaga kesehatan mental di rumah adalah membuat daftar kegiatan yang menyenangkan bagi diri sendiri. Daftar-daftar kegiatan ini, disebut “dopamine menu” di luar negeri, bertujuan untuk memancing produksi hormon dopamin otak sehingga Anda bisa lebih termotivasi untuk melakukan beragam hal serta menjaga kesehatan mental Anda dari rasa stres berlebih.

Istilah dopamine menu diyakini mulai muncul sekitar tahun 2020-an. Dikutip dari situs resmi Radio Republik Indonesia, dopamine menu berawal dari kanal Youtube How to ADHD milik Jessica McCabe pada tahun 2020. Beliau sempat berbicara dengan salah satu pakar ADHD, Eric Tivers, mengenai daftar kegiatan yang bisa menghilangkan kebosanan untuk orang ADHD dan pada saat bersamaan memotivasi mereka untuk bergerak.

Saya sempat menonton video mereka. Pada dasarnya, dopamine menu bisa memiliki peran yang sama dengan daftar belanjaan yang dipegang ibu-ibu saat berbelanja agar lebih terarah. Dopamine menu bisa berperan untuk menyadarkan kita apa yang bisa kita lakukan agar tetap semangat dan sehat mental.

Lalu, bagaimana cara kerja membuat dopamine menu? Sederhananya, dikutip dari CNN, buatlah daftar kegiatan yang menurut Anda menyenangkan sebelum Anda memakainya. Bayangkan saja membuat jadwal pelajaran atau kuliah pada saat bersekolah atau kuliah dulu. Bedanya, isi ‘daftar’ ini adalah kegiatan-kegiatan menyenangkan yang direncanakan dan dilakukan dengan sadar seperti menyiram tanaman, makan kue buatan sendiri, dan lainnya.

Belajar Berdiam Diri Menghadapi Rasa Bosan

Ilustrasi meditasi (pxhere / Mohamed Hassan)
Ilustrasi meditasi (pxhere / Mohamed Hassan)

Terakhir, kadang kita butuh berdiam diri. Ya, diam di tempat tanpa melakukan apapun. Tak perlu lama, lima menit mungkin cukup. Sebagian orang akan menyebut ini “bengong” tanpa melakukan apapun, sebagian yang lain akan menyebut ini “meditasi”.

Apapun sebutannya, kadang kita memang perlu berdiam dan memberi jeda sejenak pada diri kita. Dengan diamnya kita tanpa memikirkan apapun, otak bisa kembali berpikir jernih.

Mengapa demikian? Bagaimana cara kerjanya? Lagi-lagi, jawabannya sederhana: Saat kita berdiam diri, mungkin kita akan merasakan kebosanan. Pada saat kita merasakan bosan, ada kemungkinan kita akan mulai berpikir ulang mengenai apa yang sebenarnya perlu kita lakukan. Diam dan bosan itulah yang bisa pula mengurai isi pikiran, apalagi jika dilakukan dengan menuliskan jurnal diri.

Apakah ketiga tips ini efektif? Nah, saya tak berani menebak karena kondisi setiap orang berbeda. Tetapi, saya bisa ceritakan pengalaman saya sendiri dengan ketiga hal ini sebagai seorang penulis lepas.

Dengan saya membuat artikel dan menulis cerpen untuk lomba, saya bisa menumpahkan isi pikiran dan perhatian saya pada lingkungan sekitar saya. Walau tidak semua artikel bisa diterbitkan atau kadang saya kalah lomba menulis cerpen, pikiran saya terasa lega dan enteng untuk kembali bekerja menulis.

Bagaimana dengan dopamine menu? Satu-satunya dopamine menu yang terbayang di kepala saya adalah pergi ke mall setiap hari libur atau membeli roti. Dua hal itu cukup untuk memberi saya semangat hidup asalkan tidak terlalu sering. Oh ya, dengan belajar berdiam diri, saya bisa benar-benar kembali fokus tanpa teralihkan ponsel atau medsos yang biasanya berjalan cepat.

Terkadang, untuk sehat mental, kita hanya perlu melambat sejenak di tengah hidup yang serba ngebut.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda