Lifestyle

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca
Para peserta di dalam ruang kelas sedang berdiskusi dan mencatat saat kelas berlangsung. (Pexels/RDNE Stock project)

Menulis sering kali dianggap sebagai keterampilan yang akan berkembang dengan sendirinya asal rajin berlatih. Padahal, proses belajar juga bisa diasah lewat membaca karya orang lain, mengikuti pelatihan, hingga terbuka menerima masukan. Bagi siapa saja yang ingin serius mengembangkannya, mengikuti kelas menulis bisa menjadi pilihan tepat untuk belajar secara lebih terarah.

Hal ini pula yang mendorong saya dalam beberapa bulan terakhir untuk mulai menyisihkan anggaran demi mengikuti sejumlah kelas menulis. Keinginan ini lahir dari semangat untuk terus belajar, sekalipun menulis sudah menjadi bagian dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Menariknya, setiap kelas menawarkan pendekatan yang beragam, mulai dari cara konsisten membangun kebiasaan menulis hingga teknik menyusun cerita dengan lebih matang.

Keterampilan menulis pada dasarnya memiliki kegunaan yang sangat luas. Badan Bahasa Kemendikdasmen bahkan menempatkan kemampuan ini sebagai pilar penting dari literasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan. Manfaatnya pun bisa diterapkan di berbagai bidang, mulai dari pekerjaan jurnalistik, penulisan kreatif, pembuatan konten, hingga proyek pribadi. 

Untuk mengasah kemampuan tersebut, mengikuti kelas berbayar bisa menjadi langkah efektif karena menawarkan materi terstruktur, contoh tulisan, latihan, hingga umpan balik langsung. Namun, karena manfaat setiap kelas bisa berbeda-beda, ada baiknya calon peserta mencermati metode pengajaran, kesesuaian materi, serta porsi praktik yang disediakan sebelum memutuskan untuk mendaftar.

Berikut adalah 3 rekomendasi kelas menulis yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Kelas Menulis Bahagia

Kelas Menulis Bahagia menjadi salah satu pilihan menarik bagi mereka yang ingin belajar menulis secara berkelanjutan. Kelas yang berada di bawah ekosistem kepenulisan Mojok ini menghadirkan para pengajar berpengalaman, termasuk Rizky Prasetya dan Prabu Yudianto.

Berdasarkan pengalaman saya mengikuti kelas ini dengan biaya sekitar Rp400 ribu, salah satu nilai tambah utamanya adalah akses materi pembelajaran yang bisa dibuka kapan saja. Selain itu, ada pertemuan rutin setiap minggu yang bisa diikuti sampai kapan pun, serta kesempatan berharga untuk mendapatkan masukan langsung atas draf tulisan yang sedang kita kembangkan.

Model belajar interaktif seperti ini sangat cocok bagi peserta yang membutuhkan pendampingan intensif selama proses kreatif. Masukan dari pengajar sangat membantu penulis untuk mengenali bagian mana saja yang perlu disempurnakan, mulai dari cara mengembangkan gagasan hingga teknik penyajian tulisan agar lebih menarik.

2. Kelas Menulis Agus Mulyadi

Bagi pemula yang ingin belajar menulis dengan gaya ringan dan jenaka, kelas Agus Mulyadi bisa menjadi pertimbangan yang tepat. Penulis yang populer dengan kisah-kisah kesehariannya ini menawarkan pendekatan menulis yang sangat dekat dengan pengalaman nyata di sekitar kita.

Saat mengikuti kelas ini, saya menginvestasikan biaya sekitar Rp130 ribu untuk sesi materi berdurasi kurang lebih tiga jam. Pembahasannya terbilang lengkap, mulai dari teknik dasar menulis hingga cara menyisipkan unsur humor ke dalam teks. Menariknya, peserta juga mendapatkan bonus PDF buku sebagai bahan bacaan tambahan yang bermanfaat.

Kelas ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mengembangkan tulisan personal dengan gaya yang lebih cair dan santai. Melalui kelas ini, kita diajak melihat bahwa pengalaman sederhana sehari-hari pun bisa diolah menjadi cerita yang memikat, asalkan dikemas dengan kepekaan mengamati dan penyampaian yang pas.

3. Kelas Menulis A.S. Laksana

Pilihan berikutnya datang dari A.S. Laksana, seorang penulis yang menawarkan program pembelajaran menulis kreatif. Saya sendiri pernah mengikuti kelasnya bernama “Menulis sebagai Meditasi Sehari-hari”. 

Program dengan biaya Rp300 ribu ini berlangsung selama 30 hari, di mana materi tertulis dan latihan harian akan dikirimkan langsung melalui email. Karena format belajar ini berbeda dengan kelas cerpen, calon peserta disarankan untuk mencermati program mana yang paling sesuai dengan kebutuhan menulisnya.

Pada akhirnya, mengikuti kelas menulis hanyalah salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan. Manfaat dari biaya yang kita keluarkan baru akan terasa maksimal jika diikuti dengan praktik yang konsisten. Sebagai langkah awal, saya sendiri saat ini sedang berkomitmen membangun kebiasaan menulis setidaknya sekali dalam seminggu.

Oleh karena itu, kita tidak perlu terburu-buru mengambil banyak kelas sekaligus. Cukup pilih program yang paling sesuai dengan kebutuhan, anggaran, serta waktu yang tersedia untuk berlatih. Sebab, materi terbaik sekalipun baru akan benar-benar berguna ketika kita mulai menerapkannya secara nyata dalam tulisan sehari-hari.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda