Indonesia, Yuk Intip Fakta-Fakta Sampah Makanan!

Tri Apriyani
Indonesia, Yuk Intip Fakta-Fakta Sampah Makanan!
Ilustrasi sampah makanan

Menurut The Economist Intelligence Unit tahun 2016, Indonesia menjadi penyumbang sampah makanan terbesar ke 2 di dunia dengan memproduksi rata rata 300 kg/tahun sampah makanan

Suara.com - Banyak yang menganggap sampah makanan merupakan salah satu masalah yang sepele.  Namun tahukah anda? Menurut The Economist Intelligence Unit tahun 2016, Indonesia menjadi penyumbang sampah makanan terbesar ke 2 di dunia dengan memproduksi rata-rata 300 kg sampah makanan setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, dilansir oleh ADB dan IFRI tahun 2016 hingga 2018 terdapat 22 juta penduduk Indonesia mengalami kelaparan dan beberapa dari mereka menderita penyakit kurang gizi alias malnutrition.

Mirisnya, makanan yang terbuang di Indonesia jika dikumpulkan dapat dikonsumsi oleh 11 persen penduduk dari total populasi Negara Indonesia, atau sekitar 27 juta jiwa. Namun, apa saja sih yang tergolong sebagai sampah makanan? Simak kedua jenisnya berikut ini:

1. Food loss (Kehilangan makanan)
Kehilangan makanan terbentuk sebelum makanan sampai pada tangan konsumen atau belum dapat di konsumsi oleh konsumen. Misalnya, makanan yang terbuang akibat proses produksi, penyimpanan, dan distribusi. Dapat ditemukan di supermarket, rumah tangga, restoran, kantin, kebun, dan tempat produksi atau distribusi makanan lainnya.

2. Food waste (Sampah makanan)
Makanan yang sudah layak di konsumsi oleh konsumen, namun terbuang pada tahap eceran atau konsumsi akhir. Contohnya, makanan yang tidak habis termakan, expired, tidak matang (less cooked), dan lainnya. Dapat di temukan hampir di setiap tempat yang berada di lingkungan hidup kita.

Dampak paling berbahaya yang dapat disebabkan oleh sampah makanan berawal dari emisi gas metan (CH4) dan gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan oleh sampah makanan atau sampah organik. Bahkan, gas-gas yang di hasilkan oleh sampah makanan 4 kali lebih banyak dari yang biasanya di produksi oleh kendaraan. Oleh karena itu, sampah makanan atau sampah organik merupakan salah satu penyumbang terbesar pemanasan global.

Apa penyebab menumpuknya sampah makanan di Indonesia?

1. Lapar mata

Sering kali, kita hanya membeli sesuatu yang kita inginkan dengan berdasarkan suasana hati (mood) atau bukan membeli sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Seperti contohnya saat memesan makanan, banyak orang memesan dua atau tiga varian makanan yang berbeda hanya karena ingin mencoba perbedaan rasa dari varian makanan tersebut.

Namun, rata-rata makanan tersebut tidak habis termakan, menjadi sisa makanan dan berakhir di tempat sampah. Contoh lainnya adalah saat kita membeli makanan yang sedang menjadi trend atau perbincangan hangat seperti es kepal milo, donat indomie, boba, macaron, dan makanan hits lainnya untuk di posting di media sosial agar tidak missing out atau ketinggalan tren. Sedangkan mekanan tersebut belum tentu disukai, sehingga akan tetap berakhir menjadi sampah makanan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS