facebook

Sejarah Meletusnya Pemberontakan Hungaria Tahun 1956

Eldin Suhantyo
Sejarah Meletusnya Pemberontakan Hungaria Tahun 1956
Tank Rusia ke Budapest (dokumentasi:FORTEPAN/Pesti Srác2)

Pada kaitan konflik dan kerja sama Internasional, revolusi Hungaria merupakan suatu konflik internal yang berada dalam tubuh Uni Soviet. Revolusi ini menunjukkan bahwa kondisi yang dialami Hungaria dapat merubah ideologi yang dianut mereka.

Artikel ini membahas mengenai  suatu Revolusi yang terlupakan yakni Revolusi Hungaria pada tahun 1956. Revolusi ini juga mengawali awal keruntuhan Uni Soviet dengan komunisme mereka.

Kekacauan ini tidak berimbas pada rakyat, namun jajaran dalam pemerintahan Hungaria juga mengalami imbasnya. Terlebih lagi setelah Perang Dunia II eknomi Hungaria mengalami kemerosotan yang diakibatkan beberapa faktor

Hungaria merupakan bentuk kecil sebuah revolusi yang belum banyak dibahas, karena pada awalnya revolusi ini sempat ditutup selama 30 tahun pasca kejadian ini, maka dari itu penulis mencoba merekonstruksi mengenai Revolusi Hungaria 1956.

Meletusnya Pemberontakan Hungaria Tahun 1956

Pada 5 Maret 1953, Hungaria melakukan reformasi ketika Joseph Stalin meninggal, tidak hanya Hungaria saja namun berbagai negara dalam naungan Uni Soviet juga melakukan reformasi. Imre Nagy ditunjuk sebagai Perdana Menteri menggantikan Rákosi.

Namun, Rákosi tetap menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Buruh Hongaria, dan dapat menghalangi sebagian besar reformasi yang dilakukan oleh Nagy. Namun Rákosi mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai dan diganti oleh Ern Ger pada tanggal 18 Juli 1956.

Pada bulan Juni 1956, pemberontakan berdarah oleh buruh Polandia di Pozna ditumpas oleh pemerintah, dengan banyak pengunjuk rasa tewas dan terluka. Menanggapi tuntutan masyarakat, pada Oktober 1956, pemerintah menunjuk Wadysaw Gomuka sebagai Sekretaris Pertama Partai Persatuan Pekerja Polandia, dengan tanggung jawab untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan dan pengurangan jumlah pasukan Uni Soviet yang ditempatkan di Polandia.

Setelah bernegosiasi selama beberapa hari, pada 19 Oktober Uni Soviet menerima tuntutan reformasi dari Hungaria. Berita mengenai kesepakatan yang dimenangkan oleh Polandia, yang dikenal sebagai Oktober Polandia, membuat banyak warga Hungaria semakin berharap untuk mengubah iklim politik di Hungaria di pertengahan kedua Oktober 1956.

Pada 22 Oktober, mahasiswa dari Universitas Teknik membuat enam belas poin tuntutan yang berisi tuntutan terhadap kebijakan negara. Setelah pelajar mengetahui Persatuan Penulis Hungaria merencanakan pada keeseokan harinya akan menggelar aksi solidaritas dengan gerakan pro-reformasi di Polandia dengan meletakkan karangan bunga pada patung pahlawan Polandia Jenderal Józef Zachariasz Bem, yang juga merupakan pahlawan Revolusi Hongaria 1848, para pelajar memutuskan untuk menggelar demonstrasi secara bersamaan untuk menunjukkan simpati dan rasa persatuan.

Pada tanggal 26 Okober 1956 Péter Veres, Presiden Persatuan Penulis Hongaria, membacakan manifesto di hadapan massa yang berkumpul di patung pahlawan Polandia Jenderal Józef Zachariasz Bem. Isi manifesto tersbut yakni:

1) Keingingan Hungaria untuk menjadi negara yang merdeka dari segala kekuatan asing.

2) Sebuah sistem politik yang berlandaskan sosialisme demokratis.

3) Hongaria bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

4) warga Hungaria harus mendapat seluruh hak manusia yang bebas. Setelah pelajar membacakan proklamasi, seseorang dalam kerumunan massa memotong lambang komunis pada bendera Hungaria. Setelah itu, sebagian besar massa menyeberangi Sungai Donau untuk bergabung dengan pengunjuk rasa di luar Gedung Parlemen.

Pada tanggal 23 Oktober, Ern Ger meminta intervensi militer Soviet untuk menumpas demonstrasi yang telah mencapai skala sangat besar. Keesokan harinya, sesuai perintah Menteri Pertahanan Uni Soviet Georgy Zhukov, tank-tank Soviet memasuki Budapest.

Pasukan tank Soviet ditempatkan di luar gedung parlemen, dan serdadu Soviet menjaga jembatan dan jalanan yang penting. Pada hari itu, Imre Nagy digantikan oleh András Hegedüs sebagai Perdana Menteri. Dalam siaran radio, Nagy menyerukan untuk menghentikan tindakan kekerasan dan berjanji untuk memulai reformasi politik yang telah berhenti 3 tahun sebelumnya. Massa tetap mempersenjatai diri mereka karena kekerasan sporadis terus berlanjut.

Sumber:

  • Györkei, Jenõ; Kirov, Alexandr; Horvath, Miklos (1999). Soviet Military Intervention in Hungary, 1956. New York: Central European University
  • Jacob Bercovitch and Richard Jackson, International Conflict : A Chronological Encyclopedia of Conflicts and Their Management 1945–1995 (1997)
  • Kertesz, Stephen D. (1953). "Chapter VIII (Hungary, a Republic)". Diplomacy in a Whirlpool: Hungary between Nazi Germany and Soviet Russia. University of Notre Dame Press, Notre Dame, Indiana

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak