Kediaman anggota DPR RI Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, porak-poranda setelah diserbu massa pada Sabtu sore, 30 Agustus 2025.
Aksi penyerbuan itu berlangsung ricuh. Tidak hanya menghancurkan isi rumah, massa juga menjarah berbagai barang berharga milik Sahroni dan keluarganya. Mulai dari tas mewah, jam tangan, mobil, hingga sebuah brankas berisi uang tunai rupiah dan dolar.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, warga terlihat menggotong keluar barang-barang koleksi Sahroni, termasuk action figure Iron Man, perabot rumah tangga, hingga koper.
![Barang-barang yang dijarah dari rumah Ahmad Sahroni [Dokumentasi warga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/30/34052-barang-barang-yang-dijarah-dari-rumah-ahmad-sahroni-dokumentasi-warga.jpg)
Beberapa tas branded milik istri Sahroni, Feby Belinda, juga raib. Terlihat dua tas Louis Vuitton senilai puluhan juta rupiah serta beberapa tas Hermes yang nilainya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Tak berhenti di situ, massa juga mengamuk di garasi rumah. Sebuah mobil Lexus hitam yang terparkir menjadi sasaran perusakan. Yang paling menyita perhatian, brankas berisi uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura ikut dijarah.

Rekaman video memperlihatkan uang berhamburan di jalan, bahkan ada warga yang mengaku menemukan lembaran 1.000 dolar Singapura—setara lebih dari Rp12 juta per lembar.
Sejumlah warganet menyebut situasi itu seperti “saweran massal” dari harta Sahroni, yang selama ini dijuluki sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok.”
Ijazah Ahmad Sahroni Ikut Tersebar
Selain penjarahan, massa juga menemukan dokumen pribadi Sahroni berupa daftar nilai ijazah SMP. Foto ijazah itu kemudian beredar luas di media sosial. Total nilai Sahroni saat SMP tercatat hanya 68.

Temuan ini segera dikaitkan dengan pernyataannya yang kontroversial, ketika ia menyebut warga yang menginginkan DPR dibubarkan sebagai “orang paling tolol sedunia.” Publik menilai temuan raport tersebut sebagai bentuk sindiran balik terhadap pernyataan arogan politikus NasDem itu.
Latar Belakang Kemarahan Massa
Amarah publik terhadap Ahmad Sahroni tidak lepas dari polemik kenaikan tunjangan DPR yang dinilai membebani keuangan negara. Sahroni yang vokal membela kenaikan gaji dan tunjangan dewan menuai kritik lantaran dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat.
Dalam sejumlah kesempatan, ia menyebut gaji besar anggota DPR pada akhirnya kembali ke rakyat melalui program dan bantuan.
“Kita anggota DPR ini sangat menyadari bahwa kita merupakan pejabat publik yang digaji oleh masyarakat, dan pada akhirnya uang tersebut akan kembali ke masyarakat,” kata Sahroni dalam salah satu pernyataannya.
Namun, publik justru menyoroti pernyataan itu setelah melihat langsung uang dalam jumlah besar berhamburan dari brankas Sahroni yang dijarah. Netizen pun menyindir bahwa ucapan “uang kembali ke rakyat” kini terwujud secara harfiah.
Sahroni Diduga Mengungsi ke Singapura
Saat rumahnya digeruduk, Sahroni dan keluarganya tidak berada di lokasi. Beredar foto yang memperlihatkan dirinya tengah berada di bandara dan disebut-sebut hendak terbang ke Singapura. Hingga berita ini diturunkan, Sahroni belum memberikan pernyataan resmi terkait perusakan sekaligus penjarahan rumahnya.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena menggambarkan ketegangan antara rakyat dan wakilnya di parlemen. Aksi massa di Tanjung Priok diyakini akan menjadi catatan panjang dalam sejarah relasi politik antara publik dan DPR.