Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) adalah sebuah drama komedi satir Indonesia yang disutradarai oleh Ardy Octaviand. Diproduksi oleh Scovi Films bekerja sama dengan RAPI Films, film ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 5 Februari 2026. Dengan durasi sekitar 93 menit dan rating D17+, CAPER mengangkat isu sosial kontemporer seperti jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan gaya hidup konsumtif di masyarakat urban.
Adaptasi longgar dari serial Pay Later ini memadukan elemen humor, drama, dan elemen thriller ringan untuk menyampaikan pesan tentang tanggung jawab finansial tanpa terasa menggurui.
Sinopsis: Dari Juara Kecantikan ke Jeratan Pinjol

Sinopsis cerita berpusat pada Tina (Amanda Manopo), seorang mantan pemenang kontes kecantikan lokal yang terjebak dalam lingkaran utang akibat kebiasaan belanja impulsif menggunakan layanan pay later. Hidupnya yang glamor di media sosial sebenarnya menyembunyikan kekacauan finansial: tagihan menumpuk, penagih utang (debt collector) mengintai, dan tekanan dari keluarga.
Tina terpaksa bekerja di kantor pinjol ilegal untuk melunasi utangnya sekaligus membiayai adik semata wayangnya, Umski (Fajar Sadboy), serta merawat neneknya (Merry Sanger). Di tempat kerja, ia bertemu Mail (Devano Danendra), sesama korban pinjol, yang membantunya mengungkap jaringan bisnis ilegal di balik perusahaan tersebut. Cerita berkembang menjadi perjalanan pencarian keadilan, diwarnai konflik emosional, romansa halus, dan momen-momen kocak yang mencerminkan realitas masyarakat Indonesia saat ini.
Review Film Check Out Sekarang, Pay Later

Dari segi akting, Amanda Manopo tampil memukau sebagai Tina. Ia berhasil menghidupkan karakter yang kompleks: seorang wanita boros yang awalnya tampak superficial, tetapi secara bertahap menunjukkan kerentanan dan pertumbuhan. Manopo yang dikenal dari sinetron membuktikan kemampuannya di layar lebar dengan ekspresi wajah yang ekspresif dan timing komedi yang tepat. Saat Tina panik menghadapi penagih utang atau berdebat dengan Umski, Manopo menyuntikkan energi yang membuat penonton tertawa sekaligus empati.
Fajar Sadboy sebagai Umski membawa nuansa humor segar. Meskipun karakternya sebagai adik manja terkadang klise, Sadboy menambahkan sentuhan autentik dengan dialek dan gestur yang relatable, membuat hubungan kakak-adik ini terasa hangat. Devano Danendra sebagai Mail memberikan keseimbangan dengan peran yang lebih serius, menyoroti sisi korban pinjol dengan akting yang tulus. Pemeran pendukung seperti Jovial da Lopez sebagai Teduh Iman Santoso dan Lukman Sardi sebagai Pak Oyo menambah kedalaman, meskipun ruang mereka terbatas.
Tema utama CAPER adalah kritik sosial terhadap budaya "beli sekarang, bayar nanti" yang marak di era digital. Film ini menyentil cara media sosial mendorong gengsi palsu, di mana orang seperti Tina terjebak dalam siklus utang demi tampil mewah. Isu pinjol ilegal digambarkan realistis: ancaman kekerasan, bunga tinggi, dan keterlibatan orang berpengaruh yang mencerminkan kasus nyata di Indonesia. Akan tetapi, pendekatan komedi membuat pesan ini tidak berat, malah menjadi satir yang menggelitik. Misalnya, adegan Tina berbelanja online sambil panik melihat tagihan, atau interaksi absurd di kantor pinjol yang mengingatkan saya pada kebiasaan sehari-hari. Elemen thriller muncul saat pengungkapan konspirasi, menambah ketegangan tanpa berlebihan.
Kelebihan film ini terletak pada relevansinya dengan kondisi sosial saat ini. CAPER adalah slice of life dibalut komedi satir yang sesuai dengan masalah negara, seperti jeratan pinjol yang sering menjadi berita. Sinematografinya cerah dan dinamis dengan warna-warna vibrant yang membuat visual terasa fresh. CGI sederhana tetapi efektif, terutama di adegan action ringan. Soundtrack (OST) juga patut saya acungi jempol; lagu-lagu upbeat dan relevan memperkuat suasana. Eksekusi ceritanya ringan dengan pacing yang mengalir dari feel-good di awal ke konflik intens di pertengahan.
Namun, CAPER bukan tanpa kekurangan. Ada inkonsistensi dalam nada; transisi dari komedi ke drama terkadang terasa mendadak sehingga membuat alur kurang mulus. Karakter pendukung seperti Titis (Wavi Zihan) dan Lilis (Kaneishia Yusuf) kurang dieksplorasi sehingga potensi konflik lebih dalam terlewat. Selain itu, meski satirnya tajam, film ini kadang jatuh ke trope klise seperti pahlawan tak sengaja. Bagi penonton yang mencari kedalaman psikologis, CAPER mungkin terasa terlalu ringan, meskipun itu justru menjadi kekuatan untuk audiens umum.
Intinya, Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) adalah hiburan cerdas yang layak ditonton di bioskop. Dengan rating 7/10 dari saya, film ini sukses menyampaikan pesan tentang bahaya konsumtif tanpa kehilangan elemen menyenangkan (fun). Bagi yang pernah terjebak pinjol atau sekadar ingin tertawa sambil refleksi, CAPER adalah pilihan tepat. Tayang sejak 5 Februari 2026, jangan lewatkan untuk menyaksikannya di layar lebar, ya, Sobat Yoursay!