News
Tolak Intimidasi Sejak Dini: Ratusan Siswa SMAN Titian Teras Jambi Gelar Deklarasi Anti-Perundungan
Ratusan calon siswa baru kelas X SMA Negeri Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi secara kompak menggelar deklarasi akbar untuk menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
Aksi nyata yang penuh semangat ini merupakan bagian penting dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (UNJA), serta didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Kegiatan edukasi interaktif dan deklarasi bersama ini berlangsung pada Sabtu (18/7/2026). Ini menjadi langkah awal untuk membentengi mental siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sejak hari pertama sekolah.
Tim pengabdian dari Jurusan Psikologi UNJA ini digawangi oleh kolaborasi para dosen, yaitu Rion Nofrianda, Jelpa Periantalo, Imam Kurniawan, Dinda Agraiza, dan Azkya Milfa Laensadi, serta melibatkan dua mahasiswa psikologi secara aktif, yakni Gilang dan Revaldi.
Untuk mengupas tuntas dan membedah dinamika psikologis dari perilaku perundungan, tim menghadirkan Beny Rahim sebagai narasumber utama. Kehadiran tim dari UNJA ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan para siswa yang memenuhi aula pertemuan dengan antusiasme tinggi.
Dalam sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif, Beny Rahim memberikan edukasi mendalam mengenai dampak buruk serta bahaya perundungan. Ia menekankan bahwa perundungan dapat merusak mental, menurunkan prestasi akademik, bahkan menghancurkan masa depan remaja.
Para siswa baru dibekali pemahaman mendasar mengenai berbagai jenis perundungan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Ini mencakup perundungan fisik, verbal, relasional atau sosial, hingga perundungan siber yang makin marak di era digital.
Melalui pemaparan ini, para siswa diharapkan mampu mengidentifikasi tindakan intimidasi. Tujuannya agar mereka tidak menjadi pelaku tanpa disadari, serta tahu kapan harus membela diri atau menolong teman mereka.
Mengingat SMA Negeri Titian Teras Jambi menerapkan sistem berasrama secara penuh, fokus materi juga diarahkan pada strategi menciptakan lingkungan asrama yang aman, nyaman, dan saling mendukung.
Beny Rahim menjelaskan bahwa kunci utama dari asrama yang bebas perundungan adalah penumbuhan rasa empati dan komunikasi yang asertif.
Siswa diajarkan cara menyelesaikan konflik antarkamar tanpa kekerasan, serta menghargai privasi maupun perbedaan latar belakang teman sekamar. Mereka juga didorong untuk membangun kultur senioritas yang sehat agar asrama bisa menjadi rumah kedua yang hangat untuk belajar.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Rion Nofrianda, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah. Ia memuji keterbukaan sekolah dalam bekerja sama demi kebaikan mental anak didik.
Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran yang tertanam kuat sejak dini bagi para calon siswa baru kelas X.
Informasi dan simulasi yang diberikan diharapkan menjadi bekal mental para siswa. Mereka diproyeksikan mampu menjadi agen perubahan yang aktif menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, toleran, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk perundungan.
Senada dengan hal tersebut, Beny Rahim menaruh harapan besar pada deklarasi yang diucapkan oleh para siswa. Pasalnya, komitmen semacam itu memiliki dampak psikologis yang kuat.
Ia berharap para siswa baru tidak hanya memahami teorinya di atas kertas, tetapi benar-benar mampu mengaplikasikannya dalam interaksi sehari-hari di kelas maupun di dalam asrama.
Ketika melihat atau mengalami sendiri tindakan perundungan, siswa didorong untuk bersikap tegas dan berani melaporkannya kepada pamong atau guru. Hal ini penting agar sekolah menjadi tempat yang benar-benar aman bagi mereka untuk bertumbuh secara optimal.
Rangkaian kegiatan edukasi ini ditutup dengan pembacaan deklarasi anti-perundungan secara lantang dan serempak oleh seluruh calon siswa baru kelas X. Momen ini menjadi simbol kebulatan tekad mereka untuk menolak keras segala bentuk intimidasi.
Setelah itu, seluruh peserta melakukan aksi penandatanganan spanduk deklarasi bersama yang didampingi oleh tim dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah.
Penandatanganan tersebut menjadi komitmen nyata setiap individu untuk menjaga keharmonisan dan menghargai perbedaan. Bersama-sama, mereka siap mengawal SMA Negeri Titian Teras Jambi menjadi institusi pendidikan yang aman, nyaman, dan berprestasi tanpa perundungan.