Ulasan

Menguak Makna : Sebuah Refleksi Perjalanan Hidup

Menguak Makna : Sebuah Refleksi Perjalanan Hidup
Ilustrasi tahun baru 2022 (Pixabay.com/Maky_Orel)

Tak terasa kita telah memasuki tahun yang baru, tahun 2022. Walau tak semeriah dulu, perayaan tahun baru kali ini ternyata tetap menyimpan makna yang mendalam. Makna yang jauh lebih menyentuh daripada tahun-tahun sebelumnya yang hanya dipenuhi dengan hiruk-pikuk dan euforia malam tahun baru. Namun lebih dari itu, pergantian malam tahun 2021 menjadi tahun 2022 malam tadi ternyata begitu melegakan, mungkin bagi sebagian besar orang.

Bila kita coba menelisik kembali, tahun 2021 yang telah terlewati dengan begitu cepat ini, kita kan menemukan lembaran warna-warni perjalanan hidup yang beraneka ragam. Campur aduknya perasaan, kompleksnya level problematika hidup yang semakin bervariasi, stressor yang semakin menjadi-jadi, tuntutan hidup, tuntutan kedewasaan, dan berbagai tuntutan yang menguras energi kita untuk menghadapinya.

Tak jarang kita merasa tahun 2021 adalah tahun terberat di sepanjang perjalanan hidup kita. Momen tahun 2021 yang banyak menyuguhkan drama kenyataan hidup yang terasa pahit, manis, asin, pedas, semuanya silih berganti atau bahkan datang beriringan membuat kita lelah, membuat kita ingin menyerah.

Apakah kita sadar bahwa tahun 2021 kemarin banyak air mata yang mengalir? Merasa lemah, inferior, dan payah sambil melirik teman-teman seusia kita yang sudah lulus kuliah, mulai merintis karir, memiliki bisnis mandiri, mulai meraih cita-cita yang diimpikan, menikah, atau bahkan telah berdiri di puncak kesuksesan. Sedangkan kita masih merangkak, berjuang melawan mental diri sendiri.

Tahun 2021 yang berat itu nyatanya telah menguras air mata dan ketahanan mental kita. Kita menjadi semakin sering menangis dan mungkin juga tak tahu lagi kepada siapa kita menyandarkan bahu untuk sekadar menopang beban pikiran yang tak karuan.

Ya, tahun 2021 yang pelik ini tak hanya membuat kita semakin mencemaskan masa depan, tapi juga tahun di mana hubungan sosial kita telah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seiring berjalannya waktu dan kita semakin dewasa, satu persatu teman dan sahabat menghilang ditelan kesibukan masing-masing, membuat kita semakin terpuruk dengan keadaan.

Kita merasa sendirian, terasing dari hiruk-pikuk dunia dan mungkin satu-satunya hal yang paling kita butuhkan adalah, didengarkan. Kita hanya butuh meluapkan tumpukan pikiran yang membusuk di kepala. Namun ternyata, semua orang tengah sibuk dengan hidupnya sendiri.

Hingga akhirnya kita sadar bahwa yang  kita butuhkan adalah diri sendiri. Diri sendiri yang selalu mau bangkit dari jatuh dan kembali berjuang melawan mental yang inferior. Sampai akhirnya segala keluh-kesah hidup tak lagi menjamur dari bibir kita, tergantikan dengan air mata yang mewakilkan segala rasa. Ahirnya bahwa semua yang terjadi, tantangan, dan rintangan telah terlewati dengan baik. 

Semua yang terjadi telah mengajarkan kita untuk tetap berjuang dan tidak menyerah pada keadaan. Segala rintangan di tahun 2021 telah membuat kita semakin dewasa dalam menyikapi kehidupan. Membuat lega dan mampu tertawa lepas karena telah berhasil melewati satu fase kehidupan. Di sinilah, kita telah menaiki satu tingkatan pertumbuhan pribadi (personal growth) yang lebih maju.

Kemudian kita pun dipertemukan dengan tahun baru 2022. Tahun baru dengan lembaran hidup yang baru. Bersiaplah untuk tahun yang mungkin akan lebih berat lagi, tapi yakinlah bahwa kita bisa melewati setiap rintangan di tahun ini. 

Semoga tahun 2022 lebih indah dari tahun yang telah berlalu!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda