Ulasan
Sejarah Hari Ini: Penyerangan Jepang di Oregon, Amerika Serikat Tahun 1942
Pada tanggal 9 September kali ini diperingati sebagai salah satu momen bersejarah dalam masa perang dunia II. Di tanggal inilah pihak militer kekaisaran Jepang melakukan serangan udara terhadap wilayah negara Induk Amerika Serikat, tepatnya di wilayah pegunungan Oregon. Serangan yang dikenal dengan nama “Lookout Air Raids” ini merupakan serangan kedua dari pihak militer Kekaisaran Jepang setelah pada bulan Juni 1942 mereka menyerang Dutch Harbour yang berada di kepulauan Aleutian, Alaska.
BACA JUGA: Buku 'Melihat Lebih Dalam', Upaya Mengenali Hakikat Diri
Kronologi Penyerangan Udara oleh Militer Kekaisaran Jepang
Peristiwa yang terjadi pada Rabu 9 September 1942 ini diawali oleh kemunculan kapal selam angkatan laut kekaisaran Jepang dengan tipe I-25-class yang merupakan kapal selam dengan kemampuan membawa pesawat amfibi. Melansir dari artikel berjudul “Jap Incendiary Sets Forest Fire”, kapal selam tersebut muncul di sekitar Cape Blanco dan meluncurkan pesawat intai amfibi Yokosuka E14Y. Pesawat tersebut dipiloti oleh Nobuo Fujita dan Okuda Shoji.
Pesawat intai amfibi yang juga dapat melakukan misi penyerangan ringan tersebut dilengkapi dengan sepasang bom pembakar (Incendiary-bomb) dengan berat masing-masing 76 kilogram. Pengeboman tersebut diklaim berhasil dilakukan oleh pihak Kekaisaran Jepang meskipun tidak memberikan dampak signifikan saat itu.
Melansir dari artikel berjudul “Nobuo Fujita, 85, Is Dead; Only Foe to Bomb America”, bom tersebut diketahui jatuh dan meledak di sekitar Gunung Emily di wilayah taman nasional Siskiyou, Oregon. Pengeboman tersebut diketahui setelah petugas penanganan kebakaran dan petugas pengawas hutan terjun ke lapangan karena melihat asap dari pengeboman tersebut.
BACA JUGA: Mengenal Airbus A330 MRTT, Pesawat Baru yang Dirumorkan Dibeli Indonesia
Di lokasi tersebut, beberapa petugas menemukan sisa-sisa bom yang dijatuhkan oleh pesawat Jepang tersebut. Bom tersebut dijatuhkan dari ketinggian yang tidak terlalu tinggi dikarenakan efek ledakan dan bakarnya yang tidak sempurna. Meskipun dianggap kurang sukses, akan tetapi kebakaran ini sukses membuat pihak pemadam kebakaran dan pengawas hutan berjaga semalaman guna menanggulangi beberapa titik api di lokasi tersebut.
Peristiwa ini kemudian direspon oleh pihak militer Amerika Serikat sebagai tindakan kecerobohan yang mengakibatkan Jepang bisa menyerang wilayahnya tanpa terdeteksi. Peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa Jepang mampu menyerang Amerika Serikat di lokasi yang tidak mereka prediksikan sebelumnya. Peristiwa “Lookout Air Raids” ini kemudian memicu adanya pengawasan tambahan di beberapa titik di negara Amerika Serikat saat perang dunia II.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS