Novel Le Petit Prince: Potret Kehidupan Dewasa dari Kacamata Pangeran Cilik

Sekar Anindyah Lamase | Ade Feri
Novel Le Petit Prince: Potret Kehidupan Dewasa dari Kacamata Pangeran Cilik
Novel Le Petit Prince (ebooks.gramedia.com)

Novel Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupéry menjadi salah satu buku yang paling banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. Versi bahasa Indonesia dari novel ini sendiri terkenal dengan judul Pangeran Cilik. Meskipun banyak yang lebih mengenal novel ini sebagai buku anak-anak, namun Le Petit Prince merupakan mahakarya yang memadukan imajinasi dan realita kehidupan orang dewasa yang serba rumit.

Sebelum masuk ke ulasan, yuk simak terlebih dulu sinopsisnya berikut ini!

Sinopsis buku

Cerita diawali dari kehidupan tokoh utama saat masih kecil. Ketika itu, ia adalah anak yang suka berimajinasi dan menggambar. Suatu hari, ia menggambar seekor ular boa yang telah memangsa gajah besar.

Sayangnya, orang dewasa selalu melihat gambar itu sebagai topi bundar dan menyuruh si tokoh utama untuk menggambar hal lain bahkan ada yang menyuruhnya berhenti menggambar.

Hingga akhirnya, si tokoh utama tumbuh dewasa dan menjadi seorang pilot. Selama itu pula ia selalu membawa gambar yang ia buat saat kecil, lalu menanyakan pendapatnya kepada orang lain. Namun sekali lagi tidak ada yang bisa mengerti maksud gambar yang dibuatnya itu.

Pada suatu penerbangan, ia dan pesawat yang ditumpangi mendarat di suaru gurun sahara. Mulanya si tokoh utama berusaha memperbaiki pesawat sampai seorang Pangeran Cilik mendekatinya dan meminta ia untuk menggambar seekor domba.

Beberapa hari di gurun sahara, ia lalu mengetahui kalau sang Pangeran Cilik rupanya berasal dari planet lain di luar angkasa sana. Planet tempat tinggal Pangeran Cilik itu rupanya adalah sebuah asteroid kecil bernama Asteroid B-612.

Di planet tersebut hanya ada tiga gunung yang terdiri dari dua gunung aktif dan satu gunung mati. Selain itu, ada pula setangkai mawar yang selalu dirawat oleh Pangeran Cilik dan benda-benda lain yang tidak begitu bernilai.

Kegiatan sehari-hari Pangeran Cilik adalah menyiram dan merawat bunga mawar. Ia pun jatuh cinta pada tanaman itu, meski cintanya ditolak karena sifat tanaman mawar yang sombok. Akhirnya, Pangeran Kecil memutuskan berkelana ke berbagai tempat di alam semesta dan bertemu dengan bermacam-macam penghuninya dengan sifat yang beragam pula.

Ulasan  buku

First impression terhadap buku ini adalah menyenangkan karena halaman yang tipis, narasi singkat dan lugas, jalan cerita yang seperti dongeng, dan ilustrasi lucu. 

Namun setelah menyelesaikan pembacaan buku ini, ada beberapa hal yang akhirnya membangkitkan emosi dan rasa humanisme. Salah satunya adalah kisah pertemuan sang Pangeran Cilik dengan berbagai orang yang terasa relate dengan kehidupan dewasa ini.

Meskipun banyak yang memandang buku ini sebagai novel anak-anak, tetapi jelas kisahnya diperuntukan untuk dipahami oleh orang dewasa. Novel ini memotret rasa kesepian yang dilalui manusia, sifat dan karakter orang yang beragam, hingga ironi kehidupan dewasa yang dituntut hidup dengan membosankan.

Potret ini sudah diperlihatkan penulis sejak awal, melalui adegan tokoh utama saat memperlihatkan gambar seekor ular yang memakan gajah. Tertulis di sana banyak orang dewasa yang tidak memahami gambar tersebut dan cenderung melihatnya hanya dari satu sisi saja.

Sejak awal penulis sudah membuka realita bahwa kehidupan orang dewasa terkadang sangat monoton, membosankan, dan tidak menyenangkan karena memandang semua hal dari sisi yang pasti serta perlahan membuang imajinasi.

Bahkan lebih jelas saat Pangeran Cilik datang mengunjungi berbagai planet dan bertemu penghuninya di sana. Mulai dari penghuni yang sok berkuasa dan suka memerintah, penghuni yang sombong, penghuni yang suka mabuk, penghuni yang bekerja sebagai pengusaha rakus, penghuni yang bekerja keras, penghuni yang seorang hingga geografi namun enggan pergi keluar.

Semua itu merupakan gambaran sifat manusia terutama orang dewasa yang penuh ambisi, egois, tetapi tanpa sadar selalu terkekang hidupnya.

Pada akhirnya, novel ini bukan sekadar novel anak-anak biasa. Melainkan representasi kehidupan yang penuh dinamika dari berbagai macam sifat manusia. Sebagai kisah yang imajinatif, novel ini berhasil membawa pembacanya untuk merenungi kembali kehidupan yang sudah berlalu dan merefleksikan diri agar bisa hidup lebih baik lagi.

Identitas Buku

Judul: Le Petit Prince

Penulis: Antoine de Saint-Exupéry

Penerbit: Gramedia Pustaka Pustaka

Tahun Terbit: Cetakan pertama, 1943

Tebal buku: 120 halaman

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak