Novel Kencan Kilat: Lika-Liku Mencari Jodoh Lewat Aplikasi Dating

Sekar Anindyah Lamase | Ade Feri
Novel Kencan Kilat: Lika-Liku Mencari Jodoh Lewat Aplikasi Dating
Sampul novel Kencan Kilat (Goodreads.com)

Perihal jodoh memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Tidak terkecuali para penulis novel yang juga gemar meramu tema ini menjadi premis utama dari cerita mereka. Salah satu penulis yang mengangkat tema jodoh adalah Farah Vida Karina. Dalam novelnya yang berjudul Kencan Kilat, ia berusaha menguraikan perjalanan seseorang mencari jodoh melalui aplikasi dating atau kencan online.

Novel Kencan Kilat bercerita tentang perjalanan seorang lelaki berusia 34 tahun bernama Bram dalam menemukan jodoh lewat aplikasi dating. Usia kepala tiga ternyata membuat keluarganya gerah dengan status Bram yang masih betah menjomblo. Apalagi lelaki itu sudah bisa dibilang matang dari segi umur dan finansial, tetapi ia belum menunjukkan tanda-tanda akan segera menikah.

Hal tersebut membuat adik Bram memaksanya untuk mengunduh aplikasi Kencan Kilat, yaitu sebuah aplikasi kencan daring yang membantu penggunanya menemukan pasangan dalam tujuh kali kencan. Lewat aplikasi tersebut, Bram harus menemukan wanita yang cocok untuknya sebagai kekasih dan memiliki visi yang sama untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Sayangnya, perjalanan mencari jodoh lewat aplikasi tidak semudah yang ia pikirkan. Bram harus melewati sejumlah kencan dengan wanita yang beda-beda, memiliki latar belakang yang unik, hingga ditolak karena alasan yang sepele. Apalagi saat bermain Kencan Kilat, ada sejumlah peraturan yang harus diikuti Bram dan user lain, salah satunya adalah pasangan tidak boleh bertukar nomor dan hanya bisa mengirim pesan lewat fitur chat yang tersedia di aplikasi.

Meski sempat kesusahan, Bram akhirnya bertemu dengan Pubi yang umurnya lebih muda darinya. Selain berbeda umur, Bram dan Pubi ternyata memiliki latar belakang pekerjaan yang sangat berbeda. Bram merupakan seorang kontraktor, sedangkan Pubi adalah anggota TNI.

Kendati demikian, setelah melalui kencan pertama dengan sukses, Bram dan Pubi pun merasa cocok satu sama lain sehingga keduanya memutuskan untuk melanjutkan kencan sesuai jadwal yang sudah ditentukan di aplikasi.

Akan tetapi setelah bertemu dengan Pubi, Bram masih harus melewati sejumlah tantangan untuk menyakinkan wanita itu. Di sisi lain, meski merasa cocok dengan Bram, Pubi justru harus bertarung melawan kekhawatirannya sendiri. Walaupun kencan mereka selalu berakhir sukses, bagaimana keduanya akan melewati keraguan tersebut?

Ulasan Buku

Novel ini menawarkan premis cerita yang menarik dan cukup berbeda dengan novel lain yang mengangkat tema serupa. Apalagi fenomena mencari pasangan lewat aplikasi dating sekarang ini banyak digandrungi oleh anak muda sehingga alur ceritanya cukup relate dengan dunia nyata. Di samping itu, penulis memang tampak berusaha menyusun jalan cerita serealistis mungkin karena beberapa karakter tokoh dan persoalan yang mereka hadapi bisa kita temukan lingkup kehidupan sehari-hari.

Hal menarik dari novel ini tidak hanya terletak pada idenya saja, tetapi lika-liku Bram saat berkencan dengan wanita yang ditemuinya dari aplikasi tersebut. Sebelum bertemu Pubi, ia harus menjalani sejumlah kencan dengan wanita yang berbeda-beda. Sayangnya beberapa di antara mereka tidak cocok karena latar belakang keluarga, masa lalu, dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kriteria Bram.

Pertemuan Bram dengan Pubi tidak serta-merta menghapus seluruh masalah yang ada. Konflik di antara keduanya memang tidak tergolong berat, namun justru di situlah letak realisme yang dihadirkan penulis.

Melalui perbedaan usia yang cukup jauh, pembaca diajak menyelami dinamika hubungan yang terasa nyata. Misalnya memahami cara Bram dan Pubi saling menyesuaikan diri dalam hal percakapan, selera humor, hingga cara menghadapi suatu masalah. Keberagaman karakter dan latar belakang tokoh inilah yang membuat hubungan mereka tampak hidup dan relevan dengan hubungan modern.

Di luar aspek tokoh, alur, dan gaya penceritaan, novel ini hadir dengan konsep cerita yang sangat matang. Misalnya saja latar pekerjaan tokoh yang sebagai kontraktor dan anggota TNI ini diceritakan dengan detail sehingga tidak terkesan hanya sebagai tempelan cerita saja. Apalagi Pubi hadir dengan latar belakang sebagai anggota TNI yang membuatnya memiliki karakter anti mainstream jika dibandingkan dengan tokoh wanita di novel romansa pada umumnya. 

Secara keseluruhan, novel ini merupakan bacaan yang tepat untuk dinikmati saat bersantai. Penulis berhasil menghadirkan alur yang sederhana, tetapi tetap menarik karena setiap konflik diselesaikan secara bertahap dan tidak kesan tergesa-gesa. Gaya penceritaannya yang lugas dan mengalir membuat pembaca nyaman mengikuti perjalanan kisah Bram dan Pubi dari awal hingga akhir. Melalui penyajian yang ringan dan rapi, novel ini mampu menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan.

Identitas buku

Judul: Kencan Kilat

Penulis: Farah Vida Karina

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer 

Tahun terbit: 2022

Tebal buku: 304 halaman

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak