Ulasan

Film Sirat: Meniti Jalan Sunyi yang Mengaduk-aduk Emosi Lewat Visual

Film Sirat: Meniti Jalan Sunyi yang Mengaduk-aduk Emosi Lewat Visual
Scene Film Sirat (IMDb)

Dalam banyak film, cerita biasanya memandu penonton melalui dialog, penjelasan, dan konflik yang jelas. Namun, ada juga film yang memilih berbicara lewat suasana, ritme, dan gambar, lho. 

Film Sirat besutan Sutradara Oliver Laxe adalah salah satu contoh paling kuat dari jenis sinema tersebut. Sebuah pengalaman visual yang lebih ingin dirasakan daripada sekadar dipahami.

Betewe, film Sirat pertama kali menarik perhatian sinefil ketika diputar di Cannes Film Festival. Film ini berdurasi sekitar 115 menit dan dibintangi oleh Sergi Lopez, Bruno Nunez Arjona, Stefania Gadda, Joshua Liam Henderson, Richard Bellamy, dan Tonin Janvier. Naskahnya ditulis Oliver Laxe bersama Santiago Fillol, dan Sobat Yoursay bisa menontonnya di KlikFilm. 

Penasaran dengan Kisah Film Sirat?

Poster Film Sirat (IMDb)
Poster Film Sirat (IMDb)

Ceritanya tentang Luis (Sergi Lopez), ayah yang sedang mencari putrinya yang hilang. Putrinya diketahui terlibat dalam komunitas rave, sebuah subkultur pesta musik elektronik yang sering berpindah-pindah lokasi.

Bersama putranya, Esteban (Bruno Nunez Arjona), Luis menyusuri berbagai pesta rave yang berlangsung di tengah gurun Maroko dengan harapan menemukan jejak sang anak. Dalam salah satu pesta tersebut, mereka bertemu sekelompok perayaan musik yang tampak seperti pelarian dari dunia luar.

Namun, di latar belakang cerita, berita radio dan laporan samar mulai mengisyaratkan sesuatu yang lebih besar. Yakni, dunia sedang menuju konflik global yang mengarah pada perang besar. Ketika militer datang membubarkan pesta dan mengevakuasi para peserta, Luis memutuskan mengikuti sekelompok orang yang melarikan diri ke gurun, berharap perjalanan itu akan membawanya lebih dekat pada putrinya.

Perjalanan mereka berubah menjadi semacam road movie eksistensial di tengah gurun yang keras. Perjalanan yang perlahan mengungkap bahaya, kehilangan, dan ketidakpastian dunia yang seakan-akan berada di ambang kehancuran.

Asli, kisahnya bikin penasaran banget. Lalu, bagaimana dengan impresi selepas nonton film Sirat? Yuk, simak bareng!

Review Film Sirat

Bagian dari Poster Film Sirat (IMDb)
Bagian dari Poster Film Sirat (IMDb)

Judul Sirat sendiri memiliki makna mendalam, lho. Yang berarti: jalan atau jalur, tapi juga merujuk pada jembatan yang menghubungkan neraka dan surga dalam tradisi spiritual. Makna tersebut terasa sangat relevan dengan perjalanan emosional yang dihadirkan film ini.

Sejak menit awal, aku langsung menyadari film Sirat bukanlah film yang akan memanjakan penonton dengan cerita yang jelas dan rapi. Film ini membuka dirinya dengan hampir tanpa dialog selama belasan menit. Hanya tangan-tangan yang memasang speaker, dentuman bass musik elektronik, serta para penari yang bergerak di tengah lanskap gurun yang luas.

Alih-alih menjelaskan dunia filmnya lewat dialog, Oliver Laxe membiarkan gambar dan suara berbicara. Sinematografinya pun sangat memukau. Lanskap gurun yang luas dan berbatu dipadukan dengan musik elektronik menciptakan atmosfer yang hampir hipnotik. 

Aku merasa film ini lebih seperti pengalaman sensorik daripada narasi alakadarnya. Setiap gambar seolah-olah memiliki bobot emosional tersendiri. Kadang kamera hanya menatap bebatuan, jalan terjal, atau kendaraan yang melaju di padang tandus. Nah, dari momen-momen itu muncul rasa kesepian dan ancaman yang kuat.

Cerita film ini sebenarnya sederhana, sih. Namun, perjalanan tersebut terus berubah bentuk. Awalnya terasa seperti misteri, lalu bergeser menjadi kisah pelarian, kemudian berubah lagi menjadi perjalanan bertahan hidup di gurun.

Ada beberapa momen yang benar-benar mengejutkan, seakan-akan datang tanpa peringatan. Film ini menolak mengikuti pola dramatis yang biasa kita harapkan. Tragedi bisa muncul tiba-tiba, tanpa musik dramatis atau penjelasan panjang.

Salah satu adegan yang paling membekas terjadi menjelang akhir film. Para karakter kembali menyalakan speaker di tengah gurun yang sunyi. Luis berdiri di sana, membiarkan musik menguasai dirinya. Tanpa banyak kata, kita bisa merasakan emosi yang menumpuk dalam dirinya terkait kehilangan, kelelahan, dan mungkin juga penerimaan.

Pada momen itu, aku merasa film ini benar-benar menjelaskan dirinya. Ini bukan film yang harus didengar, tapi film yang harus dirasakan.

Bila Sobat Yoursay merasa cukup dengan merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, film Sirat wajib ditonton. Cus, buka KlikFilm dan selamat nonton, ya. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda