Membaca Harian Bucin Komikus di Buku Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecil

Hayuning Ratri Hapsari | Oktavia Ningrum
Membaca Harian Bucin Komikus di Buku Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecil
Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecil (Dok. Pribadi/Oktavia)

Berjudul Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecilsemula buku ini memberi kesan sebagai buku self-improvement penuh teori dan tips motivasi yang rumit. Namun, dugaan itu runtuh sejak halaman-halaman awal.

Buku ini justru menghadirkan sesuatu yang jauh lebih hangat dan manusiawi. Kisah hidup seorang komikus bernama Jessoo, yang merajut kebahagiaan melalui hal-hal sederhana dalam kesehariannya.

Jessoo digambarkan sebagai pribadi yang hidupnya cenderung datar, kurang ceria, dan pesimis terhadap masa depan. Dunia baginya tidak selalu ramah, dan kebahagiaan bukan sesuatu yang mudah dirasakan. Titik balik hidupnya dimulai ketika ia bertemu Kapten. Seorang penggemar karyanya yang kemudian menjadi istrinya.

Pertemuan itu perlahan mengubah cara pandang Jessoo terhadap hidup. Dari Kapten, ia belajar melihat dunia dengan perspektif yang lebih lembut, lebih jujur, dan lebih manusiawi. Kebahagiaan tak lagi hadir sebagai tujuan besar, melainkan sebagai pengalaman kecil yang terus berulang.

Kisah ini dituturkan melalui ilustrasi komik sederhana yang jenaka dan ringan. Tanpa dramatisasi berlebihan, kehidupan Jessoo, Kapten, dan tiga anak kucing mereka digambarkan dalam panel-panel yang imut, hangat, dan menghibur. Humor hadir secara natural, bukan sebagai lelucon yang dipaksakan, tetapi dari dinamika keseharian yang sangat dekat dengan realitas pembaca.

Salah satu pesan kuat dalam buku ini adalah tentang identitas laki-laki dan maskulinitas. Secara fisik, Jessoo digambarkan lebih lemah dari Kapten. Namun, hal itu justru menjadi simbol bahwa kebahagiaan tidak harus dibangun di atas dominasi atau superioritas.

Jessoo adalah potret laki-laki yang tidak terjebak dalam maskulinitas toksik. Ia berani menjadi dirinya sendiri, mengakui kelemahan, berubah, dan belajar. Keberanian inilah yang justru menjadi fondasi kebahagiaannya.

Relasi cinta dalam buku ini juga tidak dibangun sebagai romansa klise. Kapten bukan sekadar “rumah untuk pulang”, tetapi juga ruang bertumbuh. Tak hanya hadir untuk menemani, tetapi juga mengkritisi, mengingatkan, dan mendorong perubahan. Hubungan mereka menunjukkan bahwa cinta bukan tentang memiliki, tetapi tentang saling membentuk.

Perjalanan cinta mereka pun berangkat dari sesuatu yang sangat sederhana. Kapten awalnya hanyalah seorang penggemar yang melakukan hal-hal kecil seperti me-retweet cuitan receh, mengirim camilan, memberi perhatian kecil.

Namun, seiring waktu, dinamika berubah. Jessoo justru menjadi sosok yang “bucin” dan mengidolakan istrinya. Dari hubungan ini, Jessoo belajar mengenali dirinya, memaksimalkan potensi, dan menemukan makna hidup yang lebih dalam.

Transformasi Jessoo juga terlihat nyata dalam kebiasaan hidupnya. Ia berhenti merokok, mulai berolahraga, dan membangun pola hidup yang lebih sehat. Bukan demi menyenangkan orang lain, tetapi demi kebaikan dirinya sendiri.

Ia menyadari bahwa perubahan itu membuat pikirannya lebih jernih, kreativitasnya meningkat, dan hidupnya lebih bermakna. Ini menjadikan buku ini bukan sekadar kisah cinta, tetapi juga kisah pertumbuhan personal.

Secara visual, buku ini sangat ramah pembaca. Perpaduan panel komik dan teks singkat membuatnya ringan, tidak melelahkan, dan cocok dibaca santai. Buku ini tidak menggurui, tidak menghakimi, dan tidak memaksa pembaca untuk “harus bahagia”.

Ia hanya menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa hadir dalam bentuk paling sederhana. Perhatian kecil, hubungan yang sehat, keberanian berubah, dan kejujuran terhadap diri sendiri.

Pada akhirnya, Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecil mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu berlabel mahal, besar, atau spektakuler. Sering kali justru hadir dalam hal-hal kecil yang sering kita abaikan. Hubungan yang tulus, rumah yang hangat, perubahan kecil dalam kebiasaan hidup, dan keberanian untuk hidup sebagai diri sendiri.

Buku ini bukan tentang hidup yang sempurna, tetapi tentang hidup yang disadari. Tentang menjadi manusia biasa yang mau belajar, bertumbuh, dan menemukan makna dalam kesederhanaan. Dan di situlah kebahagiaan sejati perlahan tumbuh. Tanpa sorotan besar, tanpa panggung megah, tetapi nyata dan membumi.

Identitas Buku

  • Judul: Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecil
  • Penulis: Jessoo (Baek Se Hee)
  • Penerjemah: Asti Ningsih
  • Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
  • ISBN: 9786-230-410-72-7
  • Tahun Terbit: Mei 2023
  • Tebal: 332 Halaman
  • Kategori: Ilustrasi dan Motivasi

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak