Review Buku Puasa Para Nabi: Mengurai Hikmah Bulan Ramadan

M. Reza Sulaiman | Sam Edy
Review Buku Puasa Para Nabi: Mengurai Hikmah Bulan Ramadan
Gambar buku 'Puasa Para Nabi' (Dokumen pribadi/Sam)

Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap orang islam, baik laki-laki maupun perempuan, yang sudah balig dan berakal. Puasa yang dijalankan oleh umat islam di berbagai belahan dunia ini ternyata menyimpan banyak hikmah.

Selain bernilai pahala yang sangat besar, di dalamnya juga terkandung manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Misalnya, dengan berpuasa, tubuh kita akan menjadi lebih bugar dan sehat.

Buku berjudul Puasa Para Nabi (Hidup Lebih Sehat, Mendatangkan Pahala, dan Membuka Pintu Rezeki) karya Yunus Hasyim Syam ini berisi panduan berbagai macam puasa, baik wajib maupun sunah yang dicontohkan oleh para nabi dan dianjurkan Rasulullah saw. Selain baik untuk kesehatan dan mendatangkan pahala, puasa juga menjadi pembuka pintu rezeki.

Puasa, sebagaimana diungkapkan oleh Yunus Hasyim, merupakan peribadatan yang utama dan sangat dicintai oleh Allah Swt. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah Swt. berfirman, ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya karena dia telah meninggalkan keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku’” (HR Muslim).

Puasa adalah satu ibadah yang amat pribadi sifatnya. Tidak ada orang lain yang bisa melihat dengan tepat dengan menggunakan indra manusia untuk mengamati bahwa seseorang itu melaksanakan puasa atau tidak. Hanya Allah dan orang yang melakukannya saja yang mengetahuinya. Artinya, puasa inilah satu ibadah yang dilakukan dengan cara berhubungan langsung dengan Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, “Puasa itu bagi-Ku, maka Akulah yang berhak membalas dengannya” (halaman 19).

Mengingat begitu besar nilai pahala dan manfaat yang terkandung dalam ibadah puasa, tentu sangat disayangkan ketika ada orang yang mengaku beragama Islam tetapi malah dengan sengaja mengabaikan atau tidak mau menunaikan ibadah puasa di bulan suci ini. Hal yang lebih miris ketika mereka terang-terangan menampakkan aktivitas makan dan minum di siang hari di saat sesama muslim sedang berpuasa.

Padahal, puasa itu dapat menjadi syafaat atau penolong bagi umat islam di hari kiamat nanti. Sebagaimana diterangkan dalam buku ini bahwa puasa memohonkan ampunan bagi orang yang melakukannya.

Abdullah bin Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Puasa dan Al-Qur’an akan memohonkan syafaat bagi hamba (yang melakukan) pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah mencegahnya dari makan dan minum, dan pemenuhan hasrat seksualnya. Maka karenanya, berilah syafaat untuknya!’ Al-Qur’an pun berkata: ‘Wahai Tuhanku, aku telah halangi tidur di malam hari, maka karenanya berilah syafaat untuknya.’ Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: ‘Permohonan syafaat mereka pasti diterima’” (HR Ahmad dan at-Thabrani).

Nah, bagi umat islam yang saat ini tengah menjalankan ibadah puasa, saya merekomendasikan buku terbitan Al Barokah (Yogyakarta) ini untuk dibaca. Sebagai penambah wawasan yang akan semakin memotivasi kita untuk lebih semangat dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Buku ini juga dilengkapi dengan tanya jawab seputar puasa serta jadwal puasa wajib dan sunah setahun penuh. Selamat membaca.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak