Film Panda Plan: The Magical Tribe (2026) adalah sekuel dari Panda Plan (2024), sebuah petualangan aksi-komedi yang dibintangi oleh legenda seni bela diri Jackie Chan. Disutradarai oleh Derek Hui Wang-Yu, film ini menggabungkan elemen humor slapstick, aksi ringan, dan tema keluarga, dengan durasi sekitar 100 menit.
Diproduksi di Cina, film ini dirilis di bioskop Cina pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Untuk penonton Indonesia, film ini tayang di bioskop mulai 27 Februari 2026, didistribusikan melalui jaringan seperti 21 Cineplex dan CGV, dengan rating PG13 karena referensi obat-obatan ringan dan kekerasan komikal. Ini menjadi kesempatan bagi penggemar Jackie Chan di Tanah Air untuk menyaksikan aksi sang bintang di layar lebar, meski dengan penundaan seminggu dari perilisan global awal.
Sinopsis: Persahabatan Manusia, Panda, dan Suku Ajaib

Cerita berpusat pada panda lucu bernama Hu Hu, yang menjadi ikon utama franchise ini. Setelah petualangan di film pertama yang melibatkan penculikan oleh sindikat kriminal, sekuel ini membawa Hu Hu dan Jackie Chan (memerankan dirinya sendiri sebagai bintang aksi internasional) ke wilayah baru: sebuah suku primitif misterius yang tersembunyi.
Hu Hu secara tidak sengaja jatuh dari tebing selama konfrontasi dengan pencuri internasional dan terbangun di tengah suku tersebut. Suku menganggap Hu Hu sebagai binatang suci atau divine beast yang ditakdirkan menyelamatkan mereka dari bencana alam. Jackie, yang ikut terseret, harus melindungi panda tersebut sambil menghadapi tantangan dari anggota suku yang quirky, seperti pemimpin yang bisa mengendalikan angin (diperankan oleh Ma Li), prajurit bodoh tapi kuat Qiang Shan (Qiao Shan), pangeran kuat Tu Lu (Yu Yang), dan putri berbakat Sha Yi (Wang Yinglu).
Plot ini penuh dengan elemen fantasi ringan, seperti misteri suku dan misi mendaki puncak gunung untuk menenangkan dewa, yang menambah nuansa petualangan ala Indiana Jones tapi dengan sentuhan komedi Cina modern.
Review Film Panda Plan: The Magical Tribe

Dari segi akting, Jackie Chan tetap menjadi daya tarik utama. Di usia 71 tahun, ia masih lincah menampilkan stunt klasiknya, seperti tendangan tinggi dan akrobatik, meski dibantu CGI untuk adegan berbahaya. Chan memainkan versi karikatur dirinya sendiri, lengkap dengan lelucon tentang apakah ia benar-benar bisa bertarung seperti di film-filmnya. Ini menambah meta-humor yang menyenangkan bagi penggemar lama.
Ma Li sebagai kepala suku memberikan energi komikal yang kuat, dengan timing punchline yang tepat, sementara Qiao Shan mencuri perhatian sebagai prajurit konyol yang sering jadi korban slapstick.
Pemeran pendukung seperti Yu Yang dan Wang Yinglu menambahkan dinamika keluarga suku, membuat interaksi terasa hangat. Akan tetapi, panda Hu Hu yang dianimasikan CGI menjadi highlight visual; desainnya menggemaskan, dengan ekspresi wajah yang hidup, meski terkadang terlihat kurang realistis dibandingkan animasi Hollywood seperti Kung Fu Panda.
Sutradara Derek Hui, yang menggantikan Luan Zhang dari film pertama, berhasil memperbaiki beberapa kekurangan pendahulunya. Jika Panda Plan (2024) dikritik karena plot yang bertele-tele dan humor yang terlalu kekanak-kanakan, sekuel ini lebih fokus pada petualangan hutan yang ringan dan wholesome.
Hui menekankan elemen keluarga, dengan pesan tentang persahabatan lintas spesies dan pelestarian alam, yang relevan dengan isu panda sebagai simbol Cina. Adegan aksi dirancang sederhana tapi efektif, seperti pertarungan di tebing atau melawan anggota suku, yang mengingatkan pada film-film Chan era 80-an seperti Armour of God.
Humornya campuran slapstick fisik (jatuh-jatuhan, pukulan konyol) dan dialog witty, meski beberapa lelucon fart atau poop mungkin terasa juvenile untuk penonton dewasa. Pacing cerita cepat, tanpa drag panjang, membuatnya cocok untuk keluarga.
Namun, film ini bukan tanpa kekurangan. Kurasa ini adalah sebagai hiburan rata-rata, dengan plot yang prediktabel dan kurang mendalam. Elemen fantasi suku terasa klise, mirip dengan trope suku primitif di film Barat, dan CGI panda kadang tidak mulus, terutama di adegan interaksi fisik.
Rating IMDb 5.3/10 mencerminkan respons campuran: penonton keluarga menyukainya karena kehangatan dan aksi lucu. Ini adalah perbaikan dari film pertama tapi masih kurang dari segi inovasinya. Akan tetapi kalau aku lihat sih, film ini lebih ditujukan untuk hiburan santai daripada karya seni yang mendalam.
Secara keseluruhan, Panda Plan: The Magical Tribe adalah film keluarga yang menyenangkan, ideal untuk ditonton bersama anak-anak selama liburan. Ia memanfaatkan pesona Jackie Chan untuk menyampaikan pesan positif tentang keberanian dan persatuan, dengan campuran aksi dan komedi yang ringan.
Meski tidak seikonik Rush Hour atau Police Story, ini tetap jadi tontonan menghibur bagi penggemar Chan. Di Indonesia, dengan tanggal tayang 27 Februari 2026, film ini bisa jadi pilihan akhir pekan yang menyenangkan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kalau kamu mencari petualangan panda yang lucu dan penuh aksi, ini layak dicoba tapi jangan harap masterpiece ya, Sobat Yoursay!