Tanteku Seorang Coder: Ketika Urutan Bangun Tidur Jadi Pelajaran Sains Paling Keren

M. Reza Sulaiman | Gita Fetty Utami
Tanteku Seorang Coder: Ketika Urutan Bangun Tidur Jadi Pelajaran Sains Paling Keren
Buku Tanteku Seorang Coder (dok.pri/Gita)

Sobat Yoursay, perkembangan teknologi komputer belakangan ini begitu pesat dan menakjubkan. Hidup kita pun makin terikat dengan aneka perangkat pintar yang memudahkan urusan sehari-hari. Sebut saja: urusan komunikasi, transportasi, pengolahan data, pekerjaan rumah tangga, hingga layanan keuangan. Kadangkala kita lupa, ada bahasa program atau kode di balik semua kecanggihan itu. Dan orang yang bekerja menuliskan kode-kode itu lazim disebut coder.

Profesi coder boleh jadi masih terasa asing bagi sebagian besar masyarakat kita. Maka, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua, atau calon orang tua, mempelajarinya serta mengajak anak-anak mengenal dunia pengodean komputer. Tentunya cara terbaik ialah lewat membaca buku-buku berilustrasi penuh warna, dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami.

Buku Seri Profesi STEAM berjudul Tanteku Seorang Coder layak dijadikan salah satu bacaan untuk mengenal dunia coding/pengodean. Buku yang aslinya berjudul A Coder Like Me ini diterbitkan oleh Penerbit Kiddo-KPG pada Desember 2022 dengan tebal 32 halaman. Pasangan penulis dan ilustratornya adalah Dr. Shini Somara serta Nadja Sarell. Sementara itu, Daniel Santosa bertindak selaku penerjemah.

Tanteku Seorang Coder menceritakan anak bernama Sam yang tengah menginap di rumah Tante Jo. Di ruang kerja tantenya, Sam melihat berbagai peralatan dan komputer. Ia spontan menanyakan apa pekerjaan sang Tante.

“Tante seorang coder! Artinya, Tante memberi perintah pada komputer.” (Hal. 4)

Tentu saja Sam merasa heran. Sebelumnya, ia sama sekali tidak tahu bahwa komputer butuh diperintah. Maka, Tante Jo menjelaskan bahwa komputer tidak akan bekerja tanpa perintah. Komputer memerlukan algoritma, yaitu urutan langkah yang perlu dilakukan untuk memecahkan masalah.

Sam diberi contoh di kehidupan nyata. Sejak ia bangun tidur di pagi hari, ada urutan tindakan yang dilakukannya supaya kegiatannya dapat berjalan lancar. Sebab, jika Sam tidak melakukan urutan langkah-langkah tersebut, ia akan melakukan kekacauan tepat sebelum berangkat ke sekolah.

Ketika Tante Jo dan Sam duduk sarapan di dapur, tantenya menunjukkan berbagai perangkat komputer dalam berbagai tipe dan ukuran. Misalnya microwave, mesin cuci, teko listrik, mesin pencuci piring, kulkas, freezer, lampu tenaga surya, dan mobil listrik.

“Benda-benda ini namanya ‘perangkat keras’. Yang Tante tulis adalah kode ‘perangkat lunak’ yang memberi perintah pada ‘perangkat keras’.” (Hal. 7)

Selanjutnya, Sam ditunjukkan sebuah papan sirkuit. Tante menerangkan perihal kode dasar yang disebut kode biner. Kode itu hanya terdiri dari angka 0 dan 1. Jika sakelar di angka 1, berarti menyala. Jika sakelarnya di angka 0, berarti mati.

Tante Jo lalu menjabarkan bahwa Grace Hopper adalah orang yang mengembangkan kode pertama menggunakan kata-kata di era 1960-an. Sebab, awalnya kode komputer hanya menggunakan angka dan simbol. Grace merasa hal tersebut amat merumitkan orang-orang yang ingin memprogram komputer. Maka, ia pun menciptakan bahasa komputer COBOL yang memungkinkan orang menulis program dalam bahasa Inggris, dan komputer menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam kode (Hal. 9).

Kemudian, Sam diajak pergi ke kantor pos. Di perjalanan, Tante Jo mengajak Sam membuat algoritma perjalanan ke kantor pos. Caranya, Sam mencatat jumlah langkah mereka kala menyusuri jalan, termasuk jumlah belokan ke kanan dan kiri. Ketika di tengah perjalanan mereka mendapati penutupan jalan karena sedang diperbaiki, Tante mengajak Sam mencari solusinya. Benar-benar menyenangkan!

Pengalaman-pengalaman tersebut membuat Sam tertarik menjadi coder seperti tantenya. Ia lalu diberi aneka nasihat yang bermanfaat. Menurut Tante Jo, seorang coder harus penuh rasa ingin tahu, kreatif, dan sabar mencari jalan untuk memberi perintah komputer agar bisa memecahkan masalah.

Bagaimana, Sobat? Menarik, bukan? Selamat membaca.

Cilacap, 090326

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak