Ulasan

Ending Realistis dari Drama We Are All Trying Here

Ending Realistis dari Drama We Are All Trying Here
Drama We Are All Trying Here (Instagram/JTBC)

Akhirnya drama Korea We Are All Trying Here menuntaskan dua episode terakhirnya pada 23-24 Mei 2026. Sebagai salah satu penikmatnya, saya merasakan kelegaan dan kesedihan di waktu yang bersamaan. Lega, karena semua tokoh utama mendapatkan resolusi. Sedih, karena berpisah dari karakter Hwang Dong-man, Byeon Eun-a, Hwang Jin-man, Jang Mi-ran, Park Gyeong-se, Ko Hye-jin, dan lain-lain.

Sejak awal tayang, drama ini sudah dilabeli sebagai ‘bukan untuk selera kebanyakan orang’. Sebab tema yang diangkat memang berat, membicarakan perasaan tertinggal, rendah diri, dan luka emosional pada usia dewasa. Selain itu, Ko Kyo-Hwan sebagai pelakon Hwang Dong-man bukanlah aktor dengan visual yang disukai pemirsa pada umumnya. Namun, menurut saya, justru di situlah kekuatannya.

Drama ini sarat dialog yang dalam maknanya. Bahkan setiap episodenya selalu ada kalimat-kalimat membekas, yang cocok dijadikan ‘quotes’ keren dan nampol. Akting para pemain dalam menghidupkan karakter tokoh juga amat jempolan. Setiap gestur, perubahan mimik, suara, serta kostum, begitu padu dalam memvisualkan emosi tiap tokoh. Saya pikir, baik para pemeran maupun tim produksi drama ini pantas diganjar penghargaan atas performa mereka.

Pada episode 11 dan 12 ini konflik mencapai puncak, sekaligus menemukan titik terang. Hwang Dong-man akhirnya akan memulai debutnya sebagai sutradara, setelah aktor Noh Kang-sik (diperankan oleh Sung Dong-il) bersedia menjadi pemeran utama di film The Weather Man. Hanya saja, ia terlebih dahulu harus menaklukkan ketakutan dan kegamangan yang menyerang mentalnya, saat mimpinya mulai mewujud.

Byeon Eun-a mulai berani menghadapi trauma terbesarnya. Ia belajar mengurai emosi-emosi negatifnya terhadap sang ibu, Oh Jeung-hui. Ia yang sebelumnya belajar mengenali luka masa lalunya dengan bantuan teknologi jam tangan emosi, berkat dukungan dari Hwang Dong-man, persahabatan tulus dari Jang Mi-ran (saudari tirinya sendiri), akhirnya dinyatakan lulus oleh konselor perusahaan jam tersebut.

Sementara Park Gyeong-se yang selama ini menjadi pembenci utama Dong-man, terbuka hati dan pikirannya. Bahwa ternyata ia sendiri yang memiliki masalah mental, tapi menjadikan Dong-man sebagai kambing hitam. Ia selama ini gampang terganggu dengan sikap orang lain, yang dianggapnya mengancam eksistensinya.

Selain itu, relasinya dengan sang istri, Ko Hye-jin, yang sebelum ini tegang, menemukan muara damai. Pasutri ini berhasil memperbaiki komunikasi hati masing-masing, sehingga rumah tangga mereka selamat. Sebaliknya bagi Ko Hye-jin yang selama ini berjuang menjadi penjaga keseimbangan hubungan, rekonsiliasi tersebut membuatnya sadar akan perasaannya yang terdalam.

Bagaimana dengan Hwang Jin-man? Pria penyair yang depresi akibat kehilangan putrinya ini perlahan berdamai dengan dirinya. Percakapan-percakapan antara Jin-man dan Dong-man yang sarat makna, sejatinya menunjukkan bahwa ada bagian diri Jin-man yang masih berfungsi dengan baik.

Ketika ia melihat adiknya dilanda kegelisahan karena belum juga bisa memulai syuting, ia menasihati dengan kalimat ringkas tapi ‘dalam’.

“Apa sebutan manusia dalam bahasa Inggris? Human being. B-E-I-N-G. Bukan human doing. Tapi human being. Jadi, diamlah dan tetap ada.”

Mendengar nasihat itu Dong-man pun terdiam, lalu berusaha menenangkan dirinya. Gong-nya adalah di saat Jin-man memutuskan pasrah, berita baik datang melalui Jang Mi-ran mengenai putrinya, Hwang Yeong-sil.

Putrinya yang diadopsi tanpa sepengetahuan dirinya dahulu, ternyata tumbuh baik, dan menjadi remaja cantik. Selain itu, Yeong-sil kini menetap di Finlandia bersama keluarga yang mengadopsinya.

Hubungan Jang Mi-ran dengan ibu tirinya Oh Jeung-hui juga menemukan keseimbangan. Selama ini ia merasa tertekan berada di bawah bayang-bayang sang aktris, dan menganggap ibu tirinya tak pernah hadir.

Pendapatnya berubah setelah dibela oleh Oh Jeung-hui dalam mediasi kasus penganiayaan yang menyudutkan karirnya. Ia mulai dapat menghargai sikap, serta tindakan wanita tersebut. 

Saya merasa setiap pencapaian para tokoh di drama ini adalah suatu perjalanan spiritual yang menenangkan. Karena sebagaimana yang diucapkan Byeon Eun-a, sejatinya diri kita ini merupakan kumpulan emosi yang mewujud dalam tindakan, pikiran, dan sikap sehari-hari. Apabila kumpulan emosi itu negatif adanya, mungkin sudah saatnya kita berhenti sejenak untuk melerainya. Jika perlu, cari bantuan dari luar.

Drama We Are All Trying Here ini benar-benar down to earth, dan memiliki ending yang realistis menurut saya. Kemungkinan saya akan re-watch lagi karena rasanya masih berat berpisah dengan semua tokohnya. Sobat juga perlu menonton drama ini!

  • Judul : We Are All Trying Here 
  • Episode : 12
  • Tayang : 18 April 2026-24 Mei 2026
  • Platform : JTBC/Netflix
  • Genre : Slice of life, drama psikologis, perjuangan hidup, melodrama
  • Cast : Koo Kyo-Hwan, Go Youn-Jung, Oh Jung-Se, Choi Won-Young, Park Hae Joon, Han Sun-Hwa, Kang Mal-Geum

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda