Ulasan
Memutus Rantai Toxic di Novel Hi Berlin 1998 Karya Wahyuni Albiy
Novel Hi Berlin 1998 karya Wahyuni Albiy menjadi buku yang berjajar di deretan rak buku best seller. Pertama kali diterbitkan pada Agustus 2024 oleh CloudBooks Publishing. Buku ini mengusung genre teenlit, romansa, serta drama.
Cerita dalam novel ini berpusat pada hubungan antara dua tokoh utama, Sakeza Labiru Boediman dan Jan Adam. Keduanya dipertemukan dalam sebuah kisah cinta yang tidak biasa, karena harus menghadapi perbedaan usia, konflik keluarga, serta tekanan norma sosial.
Sinopsis Novel
Tokoh utama perempuan, Sakeza Labiru Boediman, digambarkan sebagai anak bungsu dari keluarga terpandang yang memiliki prinsip hidup kuat. Ia percaya bahwa pasangan ideal baginya adalah pria yang seumuran atau lebih tua. Prinsip tersebut menjadi pegangan hidupnya selama bertahun-tahun.
Namun keyakinan itu mulai goyah ketika ia bertemu dengan Jan Adam, adik kelas blasteran Jerman bermata biru yang usianya lebih muda darinya. Meski lebih muda, Adam digambarkan memiliki kedewasaan emosional yang jauh melampaui usianya.
Di sisi lain, Jan Adam memiliki latar belakang emosional yang cukup kompleks. Ia tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis. Kehilangan sosok ibu sejak kecil serta pengalaman menyaksikan kekerasan dalam keluarga membuatnya menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa lebih cepat.
Adam bahkan bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Pengalaman hidup tersebut membentuknya menjadi sosok yang empatik, terutama terhadap orang yang ia sayangi.
Hubungan antara Sakeza dan Adam menjadi semakin menarik karena Adam berusaha melindungi Sakeza dari hubungan yang tidak sehat dengan mantan pacarnya, Raka. Raka digambarkan sebagai sosok pasangan yang manipulatif dan cenderung abusive, sehingga menjadi sumber konflik besar dalam cerita.
Kelebihan dan Kekurangan
Novel ini mengangkat tema age gap relationship, yaitu hubungan romantis dengan perbedaan usia, sesuatu yang masih jarang diangkat secara mendalam dalam teenlit Indonesia. Selain itu, novel ini juga menyentuh isu hubungan toxic dan dinamika keluarga yang kompleks.
Konflik tidak hanya datang dari perbedaan usia, tetapi juga dari latar belakang budaya, trauma masa lalu, serta tekanan sosial terhadap hubungan mereka. Semua elemen tersebut membuat perjalanan cinta Sakeza dan Adam terasa penuh tantangan.
Menariknya, hubungan mereka berkembang perlahan. Keduanya sempat menyangkal perasaan masing-masing dengan berlindung di balik status senior dan junior. Interaksi mereka sering kali terasa canggung sekaligus manis, terutama ketika Adam tetap menjaga sopan santun terhadap Sakeza yang lebih tua darinya.
Gaya bahasa dalam Hi Berlin 1998 tergolong ringan dan mengalir, membuat pembaca mudah mengikuti cerita dari awal hingga akhir. Narasi disampaikan melalui sudut pandang bergantian antara Sakeza dan Adam, sehingga pembaca dapat memahami perasaan serta konflik batin kedua karakter secara lebih mendalam.
Meski demikian, ada sejumlah pilihan diksi yang terasa kurang tepat atau sedikit membingungkan. Selain itu, latar belakang beberapa karakter pendukung juga dinilai kurang berkembang sehingga terasa seperti elemen tambahan yang tidak terlalu berpengaruh pada alur utama.
Namun secara keseluruhan, konflik antarkarakter berhasil menciptakan dinamika cerita yang menarik dan emosional. Novel ini menyoroti dilema antara mengikuti prinsip hidup atau mengikuti perasaan ketika memilih pasangan.
Hi Berlin 1998 mengajak pembaca memahami bahwa cinta sering kali datang dalam bentuk yang tidak terduga dan terkadang, keberanian untuk melawan norma adalah bagian dari perjalanan menuju kebahagiaan.
Identitas Buku
- Judul: Hi Berlin 1998
- Penulis: Wahyuni Albiy
- Penerbit: Cloudbook Publishing
- Tahun Terbit: 2024
- ISBN: 9786238668113
- Tebal: 352 halaman
- Genre: Romansa Remaja / Young Adult