Ulasan

Pengorbanan Ayah Menjelajahi Dimensi di Novel Dulu, Kini, Nanti

Pengorbanan Ayah Menjelajahi Dimensi di Novel Dulu, Kini, Nanti
Dulu, Kini, Nanti (Dok. Pribadi/Oktavia)

Ketika mendengar istilah perjalanan waktu, kebanyakan pembaca mungkin langsung membayangkan paradoks, teknologi canggih, atau petualangan mtorenyelamatkan dunia. Namun, Dulu, Kini, Nanti (Here and Now and Then) karya Mike Chen berbicara tentang penjelajahan waktu, tetapi inti ceritanya justru terletak pada keluarga, kehilangan, dan pengorbanan seorang ayah.

Novel yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2022 ini mengisahkan Kin Stewart, seorang agen rahasia penjelajah waktu dari tahun 2142. Dalam sebuah misi, Kin mengalami kecelakaan yang membuatnya terdampar di tahun 1990-an. Tanpa cara untuk kembali ke masanya sendiri dan dengan ingatan yang perlahan memudar, ia terpaksa membangun kehidupan baru.

Sinopsis Novel

Di masa lalu itulah Kin bertemu Heather, perempuan yang kemudian menjadi istrinya. Bersama Heather, ia membangun keluarga sederhana dan membesarkan putri mereka, Miranda. Selama hampir dua dekade, Kin menjalani hidup seperti manusia biasa. Ia bekerja, memasak untuk keluarganya, dan berusaha menjadi suami serta ayah yang baik. Sekilas, hidupnya tampak normal.

Namun jauh di dalam dirinya tersimpan rahasia besar yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun.

Konflik mulai muncul ketika ingatan Kin perlahan kembali. Bersamaan dengan itu, sebuah tim dari masa depan akhirnya menemukan keberadaannya. Delapan belas tahun setelah ia hilang, organisasi penjelajah waktu yang dikenal sebagai TCB mengirim agen bernama Markus untuk membawanya pulang.

Bagi TCB, Kin hanyalah agen yang tersesat dan harus dikembalikan ke garis waktu yang benar. Namun bagi Kin, persoalannya jauh lebih rumit. Selama delapan belas tahun, ia telah membangun kehidupan yang nyata. Heather bukan sekadar bagian dari masa lalunya, dan Miranda bukan sekadar anomali waktu. Mereka adalah keluarganya.

Di sinilah kekuatan utama novel ini berada. Mike Chen tidak menjadikan perjalanan waktu sebagai pusat cerita, melainkan sebagai alat untuk mengeksplorasi pertanyaan yang lebih manusiawi: apa arti keluarga? Seberapa jauh seseorang bersedia berkorban demi orang-orang yang dicintainya? Dan apakah takdir benar-benar tidak bisa diubah?

Konflik batin Kin terasa sangat kuat karena pembaca dapat memahami kedua sisi yang bertentangan. Di satu sisi, ia memiliki kewajiban terhadap masa depan dan organisasi yang telah membentuk hidupnya. Di sisi lain, ia tidak sanggup meninggalkan istri dan anak yang selama ini menjadi alasan hidupnya. Dilema tersebut membuat cerita terasa emosional sekaligus menegangkan.

Kelebihan dan Kekurangan

Karakter Kin sendiri menjadi daya tarik terbesar novel ini. Berbeda dengan banyak tokoh utama fiksi ilmiah yang digambarkan sebagai pahlawan penyelamat dunia, Kin adalah sosok yang sederhana. Ia bukan manusia sempurna, tetapi pembaca dapat merasakan ketulusan cintanya kepada keluarga. Hubungannya dengan Heather dan Miranda menjadi fondasi emosional yang membuat novel ini begitu menyentuh.

Selain itu, Mike Chen berhasil menghadirkan tokoh-tokoh pendukung yang memiliki peran penting dalam perkembangan cerita. Markus, sahabat sekaligus agen penjemput dari masa depan, memberikan perspektif berbeda mengenai tugas dan loyalitas. Sementara Miranda menjadi simbol dari konsekuensi yang muncul ketika seseorang berusaha melawan aturan waktu.

Hal menarik lainnya adalah cara novel ini memadukan unsur fiksi ilmiah dengan drama keluarga. Penjelasan mengenai perjalanan waktu, organisasi rahasia, dan paradoks temporal memang hadir, tetapi tidak pernah terasa terlalu rumit. Fokus utama tetap berada pada hubungan antarmanusia, sehingga pembaca yang biasanya tidak menyukai genre science fiction pun dapat menikmati cerita ini.

Pesan Moral

Secara tematis, Dulu, Kini, Nanti berbicara tentang kehilangan dan penerimaan. Novel ini mengingatkan bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, bahkan oleh teknologi paling canggih sekalipun. Ada takdir yang mungkin tidak dapat diubah, tetapi selalu ada pilihan tentang bagaimana kita meresponsnya.

Novel ini adalah cerita tentang seorang ayah yang berusaha mempertahankan keluarganya melawan hukum waktu itu sendiri.

Dengan premis yang unik, karakter yang kuat, dan emosi yang terasa tulus, novel karya Mike Chen ini berhasil membuktikan bahwa kisah fiksi ilmiah terbaik sering kali bukan tentang masa depan, melainkan tentang manusia dan orang-orang yang mereka cintai.

Identitas Buku

  • Judul: Dulu, Kini, Nanti (Here and Now and Then)
  • Penulis: Mike Chen
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tanggal Terbit: 3 Agustus 2022
  • Tebal: 368 halaman
  • ISBN: 9786020662763 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda