Ulasan

Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia

Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia
Sisi Liar (Dok.Pribadi/Oktavia)

Di deretan novel kriminal Indonesia, ada Sisi Liar karya Tsugaeda (Ade) yang diterbitkan oleh One Peach Media. Novel ini merupakan bagian dari cerita perjalanan tokoh Dio Prasetyo, seorang pemuda cerdas yang terlibat dalam berbagai misi investigasi berbahaya.

Bagi pembaca yang mengikuti karya Tsugaeda, Sisi Liar seperti kelanjutan yang kian matang dari novel sebelumnya seperti Efek Jera, Muslihat Berlian, Sudut Mati, dan Rencana Besar

Sinopsis Novel

Sejak halaman awal, Sisi Liar langsung menyajikan cerita yang padat. Plot bergerak cepat dengan rangkaian kasus yang saling terhubung. Satu misteri membuka pintu ke misteri lain, membuat pembaca terus terdorong mengikuti alur cerita.

Struktur cerita yang berlapis ini menjadi salah satu kekuatan utama novel, karena pembaca tidak hanya mengikuti satu konflik, tetapi juga jaringan kejahatan yang semakin luas.

Tokoh utama novel ini adalah Dio Prasetyo, karakter yang pertama kali diperkenalkan dalam Efek Jera. Dio digambarkan sebagai pemuda jalanan yang cerdas—memiliki kecerdikan praktis sekaligus kemampuan analisis yang kuat.

Ia direkrut oleh Sarjono atau yang lebih dikenal sebagai Om Jon untuk bergabung dalam sebuah agensi yang menangani masalah-masalah serius yang mengancam negara, sering kali dengan cara yang tidak biasa.

Dalam Sisi Liar, perkembangan karakter Dio terasa cukup jelas. Jika pada novel sebelumnya ia masih terlihat sebagai “newbie” yang sering kebingungan menghadapi situasi berbahaya, kali ini Dio tampak lebih matang dan berani mengambil inisiatif. Ia bahkan berani mengulang pengalaman berbahaya yang pernah ia alami sebelumnya demi mengungkap sebuah kasus.

Namun, Dio bukan satu-satunya karakter yang mendapat sorotan. Tokoh Dinta juga mendapatkan porsi cerita yang jauh lebih besar. Jika dalam novel sebelumnya ia hanya muncul sekilas, dalam Sisi Liar pembaca mulai diperkenalkan pada latar belakang hidupnya.

Dinta tetap digambarkan sebagai sosok dingin, cerdas, dan bicara seperlunya, tetapi di balik sikapnya itu tersimpan cerita keluarga dan alasan pribadi yang membuatnya bergabung dalam tim tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan

Menariknya, novel ini juga menghadirkan beberapa sudut pandang berbeda. Walaupun sebagian besar cerita disampaikan dari sudut pandang pertama Dio, penulis juga menambahkan beberapa bab dengan sudut pandang tokoh lain seperti Dinta dan Makarim.

Teknik ini membuat cerita terasa lebih luas dan memberi gambaran yang lebih kompleks terhadap konflik yang terjadi.

Dari sisi cerita, konflik utama dalam Sisi Liar berawal dari investigasi terhadap kasus penebangan hutan ilegal di Kalimantan. Awalnya misi tersebut tampak seperti tugas biasa. Namun semakin dalam Dio menyelidiki, semakin besar pula kejahatan yang terungkap.

Investigasi tersebut membawa Dio pada sosok misterius Raja Rimba, tokoh yang diyakini berada di balik jaringan kejahatan besar di kawasan hutan.

Kasus ini tidak hanya berkaitan dengan pembalakan liar, tetapi juga membuka fakta yang lebih mengerikan, termasuk praktik perdagangan manusia dan eksploitasi tenaga kerja ilegal.

Tema ini terasa relevan dengan kondisi nyata di kawasan Asia Tenggara, di mana kasus human trafficking dan pekerja migran ilegal masih menjadi persoalan serius.

Perjalanan investigasi Dio membawa pembaca menjelajahi berbagai lokasi, mulai dari Kalimantan hingga beberapa wilayah lain seperti Sumatra, Nusa Tenggara Timur, Timor, Singapura, dan Malaysia. Variasi latar tempat ini membuat cerita terasa seperti petualangan lintas wilayah yang dinamis.

Meski memiliki banyak kelebihan, novel ini juga memiliki beberapa kelemahan. Beberapa adegan aksi terasa berlangsung terlalu cepat sehingga konflik terlihat mudah diselesaikan. Selain itu, karakter antagonis Raja Rimba pada bagian akhir cerita terasa agak berlebihan atau terlalu dramatis.

Perpaduan antara thriller investigasi, isu sosial, dan petualangan membuat novel ini menarik bagi pembaca yang menyukai cerita penuh misteri dan aksi.

Dengan novel ini, Tsugaeda tampaknya mulai menemukan gaya penulisan yang semakin nyaman dan konsisten. Bagi penggemar thriller lokal yang mengangkat isu-isu nyata di Indonesia, Sisi Liar menjadi salah satu bacaan yang layak untuk direkomendasikan.

Identitas Buku

  • Judul: Sisi Liar
  • Penulis: Tsugaeda (Ade)
  • Penerbit: One Peach Media
  • Tahun Terbit: September 2022
  • ISBN: 978-623-483-054-5
  • Tebal: 369 Halaman
  • Genre: Fiksi Kriminal / Thriller

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda