Ulasan
Review Film Robot Dreams: Kisah Kehilangan dan Harapan dalam Sebuah Animasi
Film Robot Dreams adalah sebuah karya animasi yang menyentuh hati, disutradarai oleh Pablo Berger, sutradara Spanyol yang sebelumnya dikenal dengan film seperti Blancanieves. Film ini diadaptasi dari graphic novel karya Sara Varon dan dirilis pertama kali di Festival Film Cannes pada Mei 2023, di mana ia mendapat sambutan hangat.
Tanpa satu kata dialog pun, Robot Dreams menceritakan kisah persahabatan antara seekor anjing bernama Dog dan robot yang dibelinya sebagai teman. Berlatar di New York tahun 1980-an, dunia film ini dihuni oleh hewan antropomorfik yang hidup seperti manusia, menciptakan suasana nostalgik dan penuh warna.
Petualangan Bahagia di New York 80-an

Sinopsisnya sederhana namun mendalam: Dog hidup sendirian di apartemen kecil di Manhattan, menghabiskan hari-harinya dengan makan malam microwave, puzzle, dan permainan Pong sendirian. Merasa kesepian, ia memesan robot dari iklan TV dan merakitnya menjadi sahabat setia. Mereka menikmati petualangan bersama di kota yang ramai—bermain roller skate di Central Park, menonton film, dan menari di bawah irama lagu-lagu 80-an seperti September dari Earth, Wind & Fire. Akan tetapi, sebuah insiden di pantai memisahkan mereka, memaksa Dog meninggalkan Robot. Dari sini, film beralih ke mimpi-mimpi mereka masing-masing, mengeksplorasi tema kehilangan, imajinasi, dan ketahanan emosional. Cerita ini bukan sekadar dongeng lucu; ia menyentuh sisi bittersweet kehidupan, di mana persahabatan bisa rapuh karena keadaan tak terduga.
Animasi dalam Robot Dreams adalah salah satu kekuatannya terbesar. Menggunakan gaya 2D hand-drawn yang sederhana namun ekspresif, film ini menghidupkan New York dengan detail autentik—dari gedung pencakar langit hingga keramaian jalanan East Village. Karakter-karakternya dirancang minimalis, dengan mata besar yang menyampaikan emosi tanpa kata-kata. Berger memanfaatkan medium animasi untuk menciptakan adegan mimpi yang surealis, seperti Robot yang bermimpi menari di salju atau Dog yang membayangkan reuni dramatis. Soundtracknya, yang memadukan musik pop 80-an dengan skor orisinal, menambah lapisan emosional. Lagu September menjadi motif berulang, melambangkan kegembiraan dan kerinduan, membuatku dan penonton ikut bernostalgia.
Review Film Robot Dreams

Tema utama film ini adalah persahabatan dan kesepian. Berger mengeksplorasi bagaimana hubungan bisa membentuk identitas kita, tapi juga bagaimana kehilangan memaksa kita beradaptasi. Dog dan Robot mewakili dua sisi koin: satu organik dan emosional, yang lain mekanis tapi mampu bermimpi. Ini mengingatkan pada pertanyaan Philip K. Dick dalam Do Androids Dream of Electric Sheep?, tapi disajikan dengan cara yang lebih ringan dan mengharukan. Film ini juga menyentuh transiensi kehidupan—bagaimana momen bahagia bisa lenyap, tapi kenangan tetap hidup melalui mimpi. Ini adalah fabel tentang partnership dan imajinasi, di mana animasi menjadi alat sempurna untuk menyampaikan emosi yang sulit diungkapkan dalam live-action.
Film ini termasuk yang heartbreaking sekaligus heartwarming sih sejauh ini serta kemampuannya menyampaikan cerita tanpa dialog, sangat lirikal dan kreatif. Nominasi Oscar untuk Best Animated Feature 2024 membuktikan kualitasnya, meski kalah dari The Boy and the Heron. Namun, ada beberapa catatan dariku kelemahannya pada bagian tengah terasa drag dengan urutan mimpi yang repetitif, membuat durasi 102 menit terasa panjang bagiku. Meski begitu, animasinya yang indah dan humor ringan—seperti adegan Robot belajar bermain ski atau Dog berusaha move on—membuatnya tetap engaging. Bagi penonton anak, film ini menyenangkan; bagi dewasa, ia menyentuh sisi melankolis tentang hubungan yang hilang.
Di Indonesia, Robot Dreams tayang di bioskop mulai 7 Maret 2026. Jadwal tayangnya tersebar di jaringan seperti CGV, XXI, Cinepolis, dan Platinum Cineplex di berbagai kota, termasuk Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan Bandung. Menurut situs jadwalnonton.com, film ini dijadwalkan hingga 8 Maret 2026 di beberapa lokasi, dengan kemungkinan perpanjangan tergantung respons penonton. Ini adalah rilis terbatas, fokus pada kota-kota besar, dan cocok untuk keluarga karena rating PG-13 yang ringan. Buat kamu warga Surabaya atau kota lainnya kamu bisa langsung ke bioskop seperti, CGV atau XXI terdekat untuk sesi tayang harian. Rilis ini datang setelah kesuksesan internasionalnya, termasuk di Spanyol (Desember 2023), Prancis (Desember 2023), Inggris (Maret 2024), dan AS (Mei 2024).
Secara keseluruhan, Robot Dreams adalah film yang wajib ditonton bagi pencinta animasi. Ia mengingatkan kita bahwa persahabatan bisa datang dari mana saja, bahkan dari robot, dan bahwa mimpi adalah cara kita bertahan dari kehilangan. Dengan visual menawan dan cerita yang universal, film ini meninggalkan kesan mendalam. Kalau kamu mencari sesuatu yang manis tapi mendalam, jangan lewatkan deh! Rating pribadi dariku: 9/10.