Ulasan
3 Fondasi jadi Manusia yang Tenang di Buku Be Calm, Be Strong, Be Grateful
Buku Be Calm Be Strong Be Grateful merupakan tulisan motivasi yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan pengalaman pribadi penulisnya, Wirda Mansur.
Sebagai buku kedua yang ia tulis, karya ini menyasar pembaca muda yang sedang mencari arah hidup. Di tengah-tengah hal tersebut buku ini seolah mengajak pembaca untuk memeluk hal yang membuat kita kerap kali tertekan, dengan cara memahami makna sabar, kuat, dan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari.
Isi Buku
Seperti judulnya, buku ini dibagi ke dalam tiga gagasan utama: Be Calm, Be Strong, dan Be Grateful. Ketiganya bukan sekadar slogan, melainkan fondasi cara berpikir yang ditawarkan Wirda dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Pada bagian Be Calm, pembaca diajak memahami bahwa kesabaran bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan terbesar yang dimiliki manusia. Wirda menekankan bahwa sabar adalah “bakat sesungguhnya”.
Sesuatu yang harus dilatih dan dijaga. Dalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, ia mengajak pembaca untuk tidak reaktif, melainkan mengembalikan segala urusan kepada Tuhan sebagai bentuk kepercayaan dan ketenangan batin.
Masuk ke bagian Be Strong, buku ini menggarisbawahi pentingnya ketangguhan mental. Hidup tidak selalu berjalan mulus, dan setiap orang pasti mengalami jatuh bangun. Wirda berbagi pengalaman pribadinya tentang masa-masa sulit yang pernah ia hadapi, mulai dari tekanan hidup hingga momen hampir menyerah.
Namun, dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kemampuan menghindari masalah, melainkan pada cara kita meresponsnya. Menjadi kuat berarti mampu tetap berdiri, tetap berusaha, dan tetap percaya bahwa setiap ujian memiliki hikmah.
Sementara itu, bagian Be Grateful menutup rangkaian pesan utama dengan menekankan pentingnya rasa syukur. Dalam pandangan Wirda, bersyukur adalah “kunci” kehidupan. Banyak orang terjebak dalam perasaan kurang karena terlalu fokus pada apa yang dimiliki orang lain, hingga lupa menghargai apa yang sudah ada.
Buku ini mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar, tetapi justru dari kemampuan menghargai hal-hal sederhana yang sering terabaikan.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu keunikan buku ini adalah pendekatannya yang personal dan komunikatif. Banyak bagian disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengikut Wirda melalui media sosial.
Hal ini membuat isi buku terasa relevan dengan kehidupan nyata, terutama bagi generasi muda yang kerap menghadapi kebingungan tentang masa depan, hubungan pertemanan, hingga pencarian jati diri.
Jawaban-jawaban yang diberikan disampaikan dengan bahasa santai, kadang diselingi humor ringan, sehingga pembaca merasa seolah sedang berbincang langsung dengan penulis.
Selain membahas aspek spiritual, buku ini juga menyinggung berbagai tema kehidupan seperti persahabatan, keluarga, mimpi, dan perjuangan meraih cita-cita. Wirda menekankan pentingnya berpikir positif dan memiliki keyakinan terhadap impian, betapapun sulitnya.
Ia mengajak pembaca untuk tidak mudah menyerah, karena dalam keyakinannya, tidak ada yang mustahil selama seseorang mau berusaha dan berdoa.
Namun, kekuatan utama buku ini bukan pada teori yang kompleks, melainkan pada kesederhanaan pesan yang disampaikan. Wirda tidak mencoba tampil sebagai sosok yang sempurna, melainkan sebagai individu yang juga pernah mengalami kegagalan dan belajar dari pengalaman tersebut. Pendekatan ini membuat pesan-pesan dalam buku terasa lebih dekat dan mudah diterima.
Bagi pembaca yang sedang berada dalam fase pencarian atau menghadapi tekanan hidup, buku ini dapat menjadi teman refleksi yang mengingatkan bahwa setiap kesulitan memiliki jalan keluar, dan setiap perjalanan memiliki makna jika dijalani dengan hati yang sabar dan penuh harapan.
Identitas Buku
- Judul Buku: Be Calm, Be Strong, Be Grateful
- Penulis: Wirda Mansur
- Penerbit: KataDepan
- Tahun Terbit: 2017
- ISBN: 978-602-6475-54-1
- Tebal: viii + 284 halaman
- Kategori: Non-fiksi, Self-improvement