Ulasan
50 Cara Merayakan Luka dan Menertawakan Kehilangan di Buku Eminus Dolere
Aku hampir tidak paham kenapa ada buku yang judulnya begitu kecil hingga nyaris tak terlihat. Tapi barangkali memang kesengajaan itulah yang membuat orang perlu memegang buku ini dan pada akhirnya membukanya untuk dibaca.
Perpisahan adalah salah satu pengalaman paling manusiawi yang hampir selalu meninggalkan jejak luka. Namun, tidak semua orang mampu mengubah luka itu menjadi refleksi yang bermakna.
Melalui buku Eminus Dolere: Panduan Mempersiapkan Perpisahan, Arman Dhani menghadirkan sebuah ruang perenungan tentang cinta, kehilangan, dan cara menerima akhir dari sebuah hubungan. Buku yang diterbitkan oleh Buku Mojok pada tahun 2020 ini terdiri atas 236 halaman yang berisi 50 fragmen tulisan emosional tentang kerumitan hubungan romantis.
Isi Buku
Secara harfiah, eminus dolere dapat dimaknai sebagai “menderita dari tempat yang jauh”. Ungkapan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh isi buku. Arman Dhani tidak sekadar bercerita tentang patah hati, melainkan mengajak pembaca memahami bahwa perpisahan sering kali dimulai jauh sebelum kata selamat tinggal benar-benar diucapkan.
Dalam hubungan yang tampak baik-baik saja, benih kehilangan bisa tumbuh diam-diam hingga akhirnya menjadi kenyataan yang tak terhindarkan.
Buku ini dibagi ke dalam tiga bagian utama, yaitu Bertemu, Bersama, dan Berpisah, serta sebuah epilog yang ditulis dari sudut pandang perempuan. Meski demikian, batas antara ketiga bagian tersebut tidak selalu tegas. Tema-tema seperti kerinduan, mantan kekasih, kehidupan kota Jakarta, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hadir secara tumpang tindih.
Namun justru di situlah daya tarik buku ini. Hubungan manusia memang tidak berjalan secara linear; kenangan tentang pertemuan sering kali muncul saat perpisahan, sementara luka perpisahan dapat menghidupkan kembali momen-momen kebersamaan.
Arman Dhani yang selama ini dikenal melalui tulisan-tulisan satir dan sarkastiknya menunjukkan sisi lain dalam buku ini. Ia tampil lebih liris, puitis, dan melankolis. Pilihan diksinya mampu menghadirkan suasana yang intim sekaligus menyakitkan.
Kalimat-kalimat seperti “Matamu adalah lautan pasang. Ia menenggelamkan pelabuhan-pelabuhan kenangan yang gagal diselamatkan” menunjukkan kemampuannya merangkai metafora yang kuat.
Di sisi lain, humor khasnya tetap muncul dalam beberapa bagian, misalnya ketika ia menulis, “Tapi cinta, seperti juga ukuran snack Top yang tiap hari mengecil, barangkali adalah kerumitan yang lain.” Perpaduan antara kepedihan dan kelucuan membuat buku ini terasa hidup dan dekat dengan pengalaman pembaca.
Kelebihan dan Kekurangan
Yang menarik, Eminus Dolere ternyata tidak hanya berbicara tentang hubungan romantis. Di balik kisah-kisah personal yang dituliskan, terselip refleksi mengenai kesetaraan gender dan penghargaan terhadap perempuan. Arman Dhani menghadirkan tokoh perempuan bukan sekadar sebagai objek cinta, melainkan individu yang memiliki kemampuan, kecerdasan, dan nilai diri.
Salah satu penggalan yang menonjol berbunyi, “Kamu gadis baik dengan banyak pesona. Kamu bisa menari, bisa menulis, bisa berpikir dengan logis, namun di atas itu semua kamu bisa membuat orang yang ada di sekitar kamu merasa berharga.” Kalimat tersebut memperlihatkan penghormatan yang tulus terhadap perempuan sebagai manusia yang utuh.
Dari segi bentuk, buku ini menawarkan variasi yang menarik. Ada fragmen yang menyerupai cerpen, ada yang terasa seperti surat pribadi, catatan harian, prosa pendek, hingga curahan hati yang sangat personal. Keragaman format tersebut membuat pembacaan tidak monoton.
Namun, bagi sebagian pembaca, variasi ini juga membuat buku terasa kurang fokus dibanding karya Arman Dhani berikutnya, Yang Ditulis Usai Berpisah, yang memiliki struktur dan format yang lebih konsisten.
Rekomendasi Pembaca
Arman Dhani mengajak pembaca menerima bahwa luka adalah bagian dari cinta. Seperti gelas pecah yang sulit disatukan kembali, hubungan yang berakhir selalu meninggalkan bekas. Namun, dari bekas itulah seseorang belajar memahami dirinya sendiri.
Eminus Dolere: Panduan Mempersiapkan Perpisahan adalah buku yang layak dibaca perlahan. Setiap fragmennya mengandung perenungan yang bisa dinikmati sedikit demi sedikit. Buku ini bukan sekadar kisah tentang putus cinta, melainkan panduan emosional untuk memahami bahwa setiap pertemuan pada akhirnya akan berhadapan dengan kemungkinan perpisahan.
Dan ketika saat itu tiba, yang tersisa bukan hanya luka, tetapi juga pelajaran tentang menjadi manusia.
Identitas Buku
- Judul: Eminus Dolere: Panduan Mempersiapkan Perpisahan
- Penulis: Arman Dhani
- Penerbit: Buku Mojok
- Tahun Terbit: 2020
- Tebal: 236 halaman
- ISBN 978-623-7284-40-6
- Kategori: Antologi Surat, Fiksi, Sastra