Ulasan

Ulasan If Wishes Could Kill: Saat Permohonan Berubah Jadi Teror Kematian

Ulasan If Wishes Could Kill: Saat Permohonan Berubah Jadi Teror Kematian
Serial Netflix 'If Wishes Could Kill' (Mydramalist)

Baru-baru ini ramai para pecinta drama Korea membicarakan tentang Serial Netflix terbaru berjudul 'If Wishes Could Kill'. Tak dapat dipungkiri bahwa hadirnya drama Korea berjudul 'If Wishes Could Kill' tersebut menjadi salah satu dari tontonan paling mencolok di April 2026, terutama bagi pencinta genre horor dan supernatural.

Dengan premis tentang mengabulkan sebuah keinginan yang menjadi kenyataan, drama ini sebenarnya mengangkat ide yang tidak sepenuhnya baru. Namun, cara penyajiannya terasa lebih gelap, intens, dan penuh tekanan psikologis.

Sinopsis If Wishes Could Kill

Secara garis besar, drama Korea berjudul 'If Wishes Could Kill' ini mengisahkan tentang keinginan manusia yang tiba-tiba bisa terwujud melalui sebuah aplikasi yang harus didonwload terlebih dahulu. Tetapi, tidak seperti cerita fantasi pada umumnya yang berakhir bahagia, setiap keinginan dalam drama ini selalu datang dengan konsekuensi yang tidak terduga bahkan cenderung berujung pada tragedi yang menyebabkan pemohonnya berada dalam jurang kematian.

Di sinilah daya tarik utamanya. Bagaimana kemudian para penonton dibuat bertanya tentang apa yang terjadi selanjutnya kepada para pemohon dan pertemanan mereka. Akankah permohonan mereka terkabul? dan apa yang akan terjadi jika keinginan terkabul?. Ketegangan tidak hanya dibangun dari kejadian horor, tetapi dari rasa penasaran terhadap akibat dari setiap pilihan karakter.

Mengusung perpaduan genre young adult, horor, misteri, dan supernatural, If Wishes Could Kill berlatar di lingkungan sekolah. Ceritanya mengikuti sekelompok siswa SMA yang mendadak mengetahui bahwa hidup mereka berada dalam ancaman setelah terkutuk oleh sebuah aplikasi misterius bernama “GIRIGO”.

Saat waktu terus berjalan, mereka berusaha mencari cara untuk lolos dari kutukan tersebut. Dalam prosesnya, satu per satu fakta mengerikan mulai terungkap. Semua bermula dari kematian misterius salah satu siswa, yang kemudian diikuti dengan kemunculan aplikasi GIRIGO yang secara aneh mampu memprediksi siapa korban berikutnya.

Drama ini dibintangi oleh sejumlah aktor muda seperti Jeon So Young, Kang Mina, Baek Sun Ho, Hyun Woo Seok, Lee Hyo Je, Jeon So Nee, Roh Jae Won, dan lainnya.

Riview Drama Korea If Wishes Could Kill

Yang menjadi salah satu kekuatan terbesar dari serial yang tayang pada Jumat (24/04/2026) ini adalah pendekatan horornya dan jalan ceritanya yang menarik. Alih-alih mengandalkan jump scare berlebihan, If Wishes Could Kill lebih banyak memainkan rasa penasaran dan plottwist yang perlahan terbuka.

Ketakutan dalam drama ini terasa lebih dalam karena berasal dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada rasa iri terhadap teman, ada keinginan untuk mengubah takdir atau penyesalan pada pilihan hidup.  Elemen-elemen ini membuat cerita terasa realistis, meskipun dibalut dengan unsur supernatural. Penonton tidak hanya takut pada apa yang muncul, tetapi juga pada mengapa hal itu terjadi.

Di balik cerita horor, drama ini sebenarnya menyimpan pesan yang cukup kuat. Setiap karakter digambarkan memiliki alasan masing-masing saat membuat keinginan. Namun, sebagian besar dari keinginan tersebut lahir dari emosi yang tidak stabil seperti ambisi berlebihan, keserakahan, atau keputusasaan.

Karaker juga menjadi daya utama bagi penulis saat menontonnya. Bagaimana para pemeran utama dapat menampilkan sebuah kisah persahabatan yang manusiawi, ada pertengkaran tawa dan kekuatan untuk saling membantu. Penulis juga sebagai penonton sangat mengapresiasi akting para karakter utama seperti Jeon So Young, Kang Mina, Baek Sun Ho, Hyun Woo Seok, Lee Hyo Je, Jeon So Nee, Roh Jae Won yang tampil hebat dalam drama ini. Walaupun sebagian dari mereka merupakan pendatang baru namun akting mereka dalam memerankan karakternya perlu diperhitungkan.

Tanpa terasa, drama ini juga seperti menyindir kebiasaan manusia yang sering menginginkan sesuatu secara instan tanpa mempertimbangkan risiko. Dalam konteks ini, 'wish' bukan lagi sekadar harapan, melainkan cerminan dari sisi gelap manusia itu sendiri.

Dari segi produksi, atmosfer gelap yang dibangun terasa konsisten. Tone cerita dijaga tetap intens, sehingga penonton terus berada dalam rasa tegang. Ini menjadi nilai plus, terutama bagi mereka yang menyukai horor dengan pendekatan serius.

Namun, ritme cerita yang cenderung lambat di beberapa bagian mungkin terasa kurang cocok bagi penonton yang menginginkan alur cepat.

Secara keseluruhan penulis memberikan nilai 9/10 untuk drama Korea 'If Wishes Could Kill', drama ini bukan sekadar drama horor biasa yang mengandalkan kejutan visual. Ia menawarkan pengalaman yang lebih reflektif tentang bagaimana harapan bisa berubah menjadi ancaman ketika tidak disertai kesadaran.

Drama ini cocok untuk kalian para penonton yang menyukai cerita dengan lapisan makna, bukan sekadar hiburan ringan. Bagi kalian yang tertarik menontonnya, kalian bisa menonton drama ini di saluran Netflix. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda