Ulasan

Baru Tayang 4 Episode, Drama The Scarecrow Sudah Menebar Banyak Tanda Tanya

Baru Tayang 4 Episode, Drama The Scarecrow Sudah Menebar Banyak Tanda Tanya
The Scarecrow (Viu)

Sejujurnya, saya bukan tipe penonton yang akrab dengan drama berlatar tahun 1900-an. Saya bahkan cukup jarang memilih tontonan dengan nuansa masa lampau karena biasanya butuh waktu lebih untuk menyesuaikan diri dengan atmosfer ceritanya. Karena itu, saat pertama kali menonton The Scarecrow, saya sempat merasa ragu untuk melanjutkan.

Namun, keraguan tersebut perlahan hilang setelah mengetahui premis yang diangkat drama ini. The Scarecrow mengambil inspirasi dari kasus pembunuhan yang cukup terkenal di Korea Selatan, yakni kasus Hwaseong, lalu mengemasnya menjadi drama thriller penuh teka-teki yang gelap dan mencekam.

Setelah mengikuti empat episode yang sudah tayang, saya harus mengakui bahwa drama ini memang cukup nagih. Bukannya memberi penonton petunjuk yang jelas, The Scarecrow justru membuat saya berkali-kali terjebak dalam teori di kepala saya sendiri tentang siapa pelaku sebenarnya. Setiap episode selalu menghadirkan clue yang terasa menggantung, sementara hampir semua karakter tampak menyimpan rahasia yang belum sepenuhnya terbuka.

Belum lagi, alur ceritanya dibuat maju-mundur antara masa lalu dan masa kini, sehingga benang merah kasus terasa semakin sulit diraba. Alih-alih mulai memahami arah cerita, saya justru semakin sibuk menebak siapa yang bisa dipercaya dan siapa dalang di balik rentetan pembunuhan yang terjadi.

Semakin mengikuti ceritanya, semakin saya merasa drama ini sengaja membuat penonton tidak diberi ruang untuk merasa tenang. Ada beberapa pertanyaan yang terasa sangat mengganggu saya.

Pertama, tentu saja tentang siapa pelaku sebenarnya di balik pembunuhan berantai yang terjadi di Kota Gangseong? 

Sejak episode pertama, drama ini langsung menyuguhkan kasus pembunuhan yang terhubung dengan sosok "orang-orangan sawah" misterius. Masalahnya, sampai episode 4, petunjuk yang diberikan justru terasa semakin bercabang. Semua tokoh seolah punya potensi menjadi pelaku. Mulai dari yang terlihat polos, tenang, hingga yang paling terlihat mencurigakan. Penulis naskah drama ini seolah tidak membiarkan penonton tenang. Di episode pertama, saya dibuat curiga dengan tokoh A, lalu tiba di episode selanjutnya, sosok B dibuat lebih mencurigakan, dan begitu seterusnya.

Pertanyaan kedua, terkait hubungan antara timeline 1988 dengan 2019. Sejauh saya menonton The Scarecrow hingga episode 4, alurnya lebih banyak membahas tentang pembunuhan yang terjadi pada tahun 1988. Di awal dan akhir episode, kita diperlihatkan Kang Tae-joo (Park Hae-soo) sedang berdialog dengan seseorang yang mungkin adalah pelaku sebenarnya dari kasus masa lalu. Namun, wajahnya tidak pernah diperlihatkan. Hanya ditampakkan beberapa clue yang membuat saya semakin menebak-nebak.

Selanjutnya, saya juga dibuat sulit percaya dengan setiap karakter yang ada di drama ini. Satu per satu tokoh diperlihatkan memiliki rahasia, trauma, atau perilaku mencurigakan. Bahkan karakter yang awalnya tampak seperti warga pada umumnya perlahan terlihat menyembunyikan sesuatu. Ini membuat arah cerita The Scarecrow terasa makin liar. Imajinasi saya ikut berkelana ke mana-mana. Apakah akan ada plot twist seperti drama Mouse? Atau justru lebih gelap?

Penulis drama ini seolah sengaja menebarkan petunjuk dengan setengah-setengah. Sebab rasanya, setiap kali saya merasa hampir menemukan jawaban, drama ini justru menutup episode dengan potongan informasi baru yang membuyarkan semuanya. Clue demi clue memang disebar cukup rajin, tetapi belum ada satu pun yang benar-benar memberi kepastian. Teknik ini memang bikin penasaran, tetapi di sisi lain juga membuat penonton seperti dipaksa terus menebak tanpa pegangan.

Meski dipenuhi begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk yang belum saya sebutkan di atas, saya tidak bisa memungkiri bahwa justru itulah alasan The Scarecrow terasa semakin menarik untuk diikuti. Drama ini memang belum memberi penonton kepastian, tetapi berhasil menciptakan rasa curiga yang terus hidup di setiap episode-nya.

Sampai episode 4, saya masih belum benar-benar tahu ke mana arah cerita ini akan dibawa. Namun satu hal yang pasti, The Scarecrow sukses membuat saya terus bertahan di depan layar hanya untuk memastikan apakah teori yang saya bangun selama ini akan benar atau justru dipatahkan lagi di episode berikutnya.

Sobat Yoursay yang suka drama penuh misteri wajib banget, sih, nonton ini. Tapi... kalau kalian tidak mau terjebak rasa penasaran karena harus menunggu seminggu untuk penayangan episode berikutnya, saya lebih menyarankan tonton nanti saja, tunggu kalau sudah lengkap 12 episode.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda