Ulasan
Drama Korea Hotel Del Luna: Hilang dari Mata, Tapi Tetap Terasa
Hotel Del Luna merupakan drama Korea Selatan yang tayang pada 13 Juli 2019 dengan total 16 episode. Mengusung genre horror, komedi, romance, dan fantasi, drama ini termasuk jejeran drama yang ringan namun penuh pelajaran.
Drama ini dibintangi oleh aktor tampan Yeo Jin Goo yang beradu akting dengan penyanyi sekaligus aktris cantik yang kerap disapa IU. Keduanya memiliki selisih usia sekitar empat tahun, dengan Yeo Jin Goo lahir pada 1997 dan IU pada 1993.
Sinopsis Drama Korea Hotel Del Luna
Di jantung Kota Seoul berdiri Hotel del Luna, sebuah hotel kuno yang hanya dapat dilihat oleh arwah yang belum menemukan kedamaian. Hotel ini dikelola oleh Jang Man Wol (IU), sosok misterius yang telah hidup selama seribu tahun akibat kutukan dari dewa. Cantik namun dingin dan penuh dendam, Man Wol terikat untuk melayani para tamu roh sebagai bentuk penebusan atas masa lalunya. Di balik kemewahan hotel, ia menyimpan luka dan amarah yang membuatnya terperangkap dalam kesepian tanpa akhir.
Kehidupan Man Wol mulai berubah ketika Goo Chan Sung (Yeo Jin Goo), seorang pria rasional dan perfeksionis, dipaksa menjadi manajer hotel karena janji ayahnya di masa lalu. Dengan logika dan ketegasannya, Chan Sung membawa perubahan dalam pengelolaan hotel sekaligus perlahan menembus dinding hati Man Wol. Interaksi mereka tidak hanya menghadirkan konflik, tetapi juga membuka sisi lembut Man Wol yang selama ini tersembunyi.
Seiring waktu, kisah para tamu hotel yang penuh penyesalan menjadi cermin bagi perjalanan batin Man Wol. Setiap perpisahan mengajarkannya tentang keikhlasan dan melepaskan masa lalu. Di tengah hubungan yang semakin dekat dengan Chan Sung, Man Wol dihadapkan pada pilihan besar: mempertahankan dendam yang mengikatnya atau belajar mencintai dan akhirnya menemukan kebebasan yang telah lama ia cari.
Ulasan Drama Korea Hotel Del Luna
Atas rekomendasi teman, akhirnya saya memilih mengikuti rekomendasinya setelah banyak kalimat yang dia lontarkan untuk membuat saya percaya bahwa drama ini adalah drama yang tidak boleh saya lewatkan begitu saja. Saya termasuk jejeran orang tidak bisa menikmati genre horror, jadi itu yang membuat saya ragu. Sepertinya saya harus berterima kasih kepada teman saya karena tidak sia-sia mendengarkan celotehannya mengenai drama ini.
Pada episode pertama, saya masih menelaah akan dibawa kemana penonton agar lebih masuk ke alur cerita. Ternyata, tidak butuh waktu lama untuk membuat saya enjoy dengan drama ini karena karakter memainkan perannya dengan baik dan alurnya yang unik. Komedi dan horror disatukan, ternyata tidak terlalu menakutkan untuk dilanjutkan.
Apakah penonton Hotel del Luna gagal fokus dengan outfit Jang Man Wool yang dia kenakan? Walaupun saya tahu drama ini tidak ada hubungannya dengan outfit, tetapi outfit yang Jang Man Wool pakai membuat saya salah fokus dari episode pertama sampai ending. Outfit yang Jang Man Wool kenakan tidak ada yang tidak cantik. Semuanya sempurna dan menyatu dengan karakternya.
Semakin lama, saya semakin suka karena ada pelajaran hidup dari setiap arwah yang memasuki hotel. Ini menyadarkan kita semua akan kematian. Ketakutan meninggalkan orang tersayang sendirian dan tidak menyangka bahwa dirinya meninggal dunia. Pembahasan kematian memang cukup sensitif tapi tidak ada salahnya ini sebagai pengingat bahwa semua manusia di dunia akan mengalaminya. Selalu ingat juga bahwa perbuatan kita di dunia, baik ataupun buruk, akan diperhitungkan.
Jika membicarakan keromantisan dalam drama ini, menurut saya mereka memang ada chemistry. Namun, memang kurang mantap dan masih bisa ditonjolkan lagi. Apalagi, penonton justru lebih mengingat Mas Kunang-kunang daripada Goo Chan Sung selaku karakter utama. Mungkin ini bisa dijadikan pembelajaran untuk drama selanjutnya.
Saya suka dengan ending yang diberikan. Percaya atau tidak, saya mengeluarkan air mata. Sebagai seseorang yang jarang menangisi drama, Hotel Del Luna berhasil membuat saya merasakan kehilangan pertemanan, keluarga, dan cinta. Rasanya, saya tidak ingin berpamitan dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Tapi, apabila ditelusuri lagi, memang benar bahwa drama ini mengajarkan saya banyak hal akan kehilangan.
Dari saya, drama ini mendapat nilai sebesar 4/5. Apabila kamu tertarik menontonnya, kamu dapat menemukannya di WeTV, Prime Video, Viki, VIU Indonesia, Netflix, dan iQIYI.