Ulasan
Ulasan The Ghost Bride: Misteri Pernikahan Arwah dalam Balutan Tradisi Asia
The Ghost Bride merupakan serial original Netflix tahun 2020 asal Taiwan yang dibintangi Huang Peijia, Wu Kang-ren, dan Ludi Lin, mengusung genre misteri supranatural dengan sentuhan budaya Tionghoa-Peranakan yang kental.
Sinopsis The Ghost Bride

Serial The Ghost Bride mengikuti kisah Li Lan (Huang Peijia), gadis muda di Malaka era 1890-an yang tiba-tiba dilamar oleh keluarga kaya Lim. Ia dijodohkan dengan putra keluarga tersebut sebagai bagian dari rencana awal keluarga Lim yang bersahabat dengan ayahnya.
Namun setelah Li Lan masuk ke lingkungan keluarga Lim, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Ayahnya mendadak jatuh sakit secara misterius, seolah ada kekuatan tak kasatmata yang ikut campur.
Belakangan terungkap bahwa keluarga Lim sebenarnya memiliki tujuan lain: menjadikan Li Lan sebagai pengantin arwah bagi putra sulung mereka yang telah meninggal secara misterius, Tian Bai (Ludi Lin).
Arwah Tian Bai yang belum tenang menuntut Li Lan mengungkap siapa pembunuhnya dalam batas waktu tertentu. Jika gagal, konsekuensinya fatal ayahnya bisa kehilangan nyawa. Dalam perjalanannya menyelidiki misteri ini, Li Lan dibantu oleh Er Lang (Wu Kang-ren), dewa penjaga dunia bawah yang perlahan menaruh hati padanya.
Ulasan The Ghost Bride
Menurutku, premisnya itu sudah kuat sejak awal. Awalnya terlihat seperti drama perjodohan biasa, gadis miskin dijodohkan dengan keluarga kaya karena persahabatan keluarga. Tapi pelan-pelan ceritanya berubah jadi misteri supranatural yang lebih gelap.
Plot twist soal rencana Madam Lim itu yang bikin merinding. Jadi bukan sekadar menikahkan Li Lan demi status sosial, tapi untuk memenuhi ritual pernikahan arwah bagi Tian Bai. Di sini unsur budaya Tionghoa tentang minghun benar-benar jadi pusat cerita.
Hal yang bikin makin tegang adalah batas waktu yang diberikan arwah Tian Bai yang merasuki ayahnya yang sedang sakit. Li Lan harus menemukan siapa pembunuhnya selama jangka waktu 7 hari. Taruhannya bukan cuma kebebasannya tapi nyawa ayahnya. Stakes-nya tinggi secara emosional.
Sepanjang penyelidikan, Li Lan keluar-masuk dunia arwah. Visual dunia bawahnya menurutku estetik banget klasik oriental, penuh simbolisme Taoisme. Kehadiran Er Lang itu banyak banget membantu Li Lan dalam penyelidikannya.
Soal pembunuh Tian Bai, akhirnya terungkap bahwa kematiannya bukan sekadar kecelakaan. Ada intrik keluarga dan kecemburuan yang berujung tragedi. Pengungkapan ini memang menjawab misteri utama, tapi buatku klimaks emosionalnya terasa kurang “nendang”.
Terutama soal Er Lang. Hubungannya dengan Li Lan dibangun cukup intens, tapi ending-nya terasa bittersweet dan agak menggantung. Secara cerita selesai, tapi secara rasa seperti ada ruang kosong.
Namun satu hal yang paling membekas buatku justru atmosfer budayanya. Lagu “Gelang Sipatu Gelang” yang sempat dinyanyikan sama Er Lang kayak bikin aku mikir ''Wah gila ternyata orang-orang Asia pasti tahu lagu ini nih'', frasa Melayu yang muncul, latar Malaka dengan sentuhan Tionghoa, itu kombinasi yang jarang banget. Asian vibes-nya bukan tempelan, tapi menyatu dengan cerita.
Pasti kita orang Asia yang menontonnya bakal suka deh. Jadi kalau kamu belum nonton, rasanya sayang banget untuk melewatkan serial dengan Asian vibes sekental ini.
Identitas Series
Negara: Taiwan (produksi Netflix Asia, latar Malaka era kolonial)
Tahun rilis: 2020
Jumlah episode: 6 episode
Genre: Misteri, supranatural, romansa, thriller sejarah
Bahasa: Mandarin (dengan nuansa budaya Tionghoa–Melayu/Peranakan)