Ulasan

Seni Menjalani Proses dengan Enjoy di Buku The Art of Divine Timing

Seni Menjalani Proses dengan Enjoy di Buku The Art of Divine Timing
The Art of Divine Timing (Dok.Pribadi/Oktavia)

The Art of Divine Timing karya Utami Pratiwi yang diterbitkan oleh Jendela Penerbit pada tahun 2024. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa setiap peristiwa dalam hidup memiliki waktunya sendiri.

Melalui delapan bab pembahasan, penulis mengulas tentang waktu ilahi, kecemasan, penyesalan, intuisi, hingga cara manusia memaknai takdir dan proses kehidupan.

Dengan gaya bahasa ringan dan penuh renungan, buku ini menjadi teman bagi siapa saja yang sedang belajar menerima hidup, memahami rencana Tuhan, dan menemukan makna di balik berbagai “kebetulan” yang terjadi.

Isi Buku

Di zaman ketika semua orang ingin serba cepat, hidup sering terasa seperti perlombaan tanpa jeda. Kita terbiasa menuntut hasil instan, ingin semua berjalan sesuai rencana, lalu kecewa ketika kenyataan bergerak lebih lambat dari harapan. Buku ini menjadi pengingat bahwa hidup memiliki waktunya sendiri.

Melalui pendekatan spiritual yang dipadukan dengan refleksi kehidupan sehari-hari, penulis mengajak pembaca memahami bahwa tidak ada kejadian yang benar-benar kebetulan. Setiap pertemuan, kegagalan, kehilangan, bahkan penundaan dalam hidup diyakini memiliki makna yang mungkin baru dipahami di kemudian hari.

Konsep “divine timing” atau waktu ilahi menjadi inti dari buku ini. Bahwa ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak bisa dipaksakan. Ada pintu yang belum terbuka bukan karena kita tidak pantas, tetapi mungkin karena waktunya belum tepat. Pemikiran semacam ini membuat buku ini terasa menenangkan, terutama bagi mereka yang sedang lelah mengejar sesuatu yang tak kunjung datang.

Namun menariknya, buku ini tidak mengajarkan kepasrahan pasif. Utami Pratiwi tetap menekankan pentingnya usaha dan kesiapan diri. Sebab dalam kehidupan, takdir memang ada yang tidak bisa diubah, tetapi ada pula yang bergantung pada ikhtiar manusia. Di sinilah buku ini mencoba menyeimbangkan antara percaya pada rencana Tuhan dan tanggung jawab manusia untuk terus bergerak maju.

Buku ini terdiri dari delapan bab yang membahas berbagai aspek kehidupan emosional dan spiritual manusia. Mulai dari bagaimana waktu ilahi bekerja, cara menerima kesalahan dan penyesalan, menghadapi rasa cemas, hingga memahami intuisi sebagai salah satu bentuk petunjuk dalam hidup.

Salah satu pembahasan yang cukup menarik adalah tentang “kebetulan.” Penulis percaya bahwa semesta sering memberi tanda melalui berbagai kejadian kecil yang kita alami setiap hari. Masalahnya, banyak orang terlalu sibuk atau terlalu logis hingga kehilangan kepekaan terhadap hal-hal semacam itu. Kita sering mengabaikan pertanda baik, tetapi justru memelihara rasa takut dan pikiran negatif di dalam diri.

Padahal menurut buku ini, apa yang terus kita simpan dalam hati perlahan akan memengaruhi hidup kita sendiri. Energi negatif akan menarik hal negatif lainnya. Karena itu, menjaga prasangka, emosi, dan isi pikiran menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup manusia.

Kelebihan dan Kekurangan

Nuansa spiritual dalam buku ini terasa cukup kuat, tetapi tetap dibungkus dengan bahasa populer yang ringan. Pembaca tidak akan merasa sedang membaca buku agama yang berat, melainkan seperti diajak berbincang santai tentang kehidupan, kegagalan, dan harapan. Penulis juga menyisipkan berbagai kisah inspiratif, termasuk pengalaman pribadinya sendiri, yang membuat isi buku terasa lebih dekat dan manusiawi.

Meski begitu, buku ini bukan tanpa kekurangan. Salah satu hal yang cukup terasa adalah gaya bahasanya yang cenderung datar dan beberapa gagasannya diulang berkali-kali hingga mendekati akhir buku. 

Pada akhirnya, The Art of Divine Timing adalah buku yang cocok dibaca ketika seseorang sedang merasa tertinggal dalam hidup. Saat melihat orang lain tampak lebih sukses, lebih bahagia, atau lebih cepat mencapai impian, buku ini hadir seperti suara kecil yang berkata bahwa setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing.

Buku ini mengajarkan bahwa mungkin ada alasan mengapa beberapa hal belum terjadi sekarang. Dan terkadang, kedamaian bukan datang ketika semua keinginan terpenuhi, melainkan ketika kita belajar percaya bahwa hidup tidak pernah berjalan tanpa arah.

Identitas Buku

  • Judul: The Art of Divine Timing
  • Penulis: Utami Pratiwi
  • Penerbit: Jendela Penerbit 
  • Tahun Terbit: 2024
  • Tebal: vi + 190 halaman
  • ISBN: 978-623-89303-4-0

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda