Ulasan

Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game

Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game
Sidney Sheldon's: Mistress of The Game (Dok. Pribadi/Oktavia)

Mistress of the Game adalah novel karya Tilly Bagshawe yang ditulis sebagai kelanjutan dari novel legendaris Master of the Game karya Sidney Sheldon. Meski bukan ditulis langsung oleh Sidney Sheldon, novel ini tetap membawa aroma khas dunia Sheldon.

Keluarga konglomerat yang penuh intrik, perebutan kekuasaan, seks, pengkhianatan, pembunuhan, dan tokoh-tokoh ambisius yang rela melakukan apa saja demi kemenangan.

Sebagai pembaca lama Sidney Sheldon, jujur aku tetap merasa ada perbedaan antara tulisan asli Sheldon dan karya Tilly Bagshawe. Namun harus diakui, Bagshawe cukup berhasil melanjutkan cerita Sidney Sheldon.

Jika nama penulisnya ditutup, sebagian pembaca mungkin akan mengira novel ini masih lahir dari tangan Sheldon sendiri.

Sinopsis Novel

Novel ini berpusat pada perebutan kendali perusahaan raksasa Kruger-Brent, konglomerasi internasional yang bergerak di berbagai bidang mulai dari pertambangan hingga farmasi. Setelah kematian Kate Blackwell, sang “Ratu Berlian” yang manipulatif dan legendaris, kekuasaan perusahaan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dan seperti tradisi keluarga Blackwell, warisan itu tidak datang tanpa darah dan pengkhianatan.

Tokoh utamanya adalah Lexi Templeton, cicit Kate Blackwell yang cantik, cerdas, ambisius, sekaligus menyimpan trauma masa lalu. Sejak kecil Lexi mengalami penculikan dan kekerasan seksual yang membuatnya kehilangan pendengaran. Namun alih-alih hancur, pengalaman itu justru membentuknya menjadi perempuan yang keras dan penuh tekad.

Lexi ingin menjadi penguasa baru Kruger-Brent. Ia ingin menjadi “Mistress of the Game,” penerus sejati Kate Blackwell.

Namun jalan menuju tahta tidak pernah mudah.

Ada Max Webster, sepupunya sendiri, pria tampan, manipulatif, dan licik yang rela merayu, mengkhianati, bahkan membunuh demi mendapatkan perusahaan itu. Max adalah anak dari Eve Blackwell, salah satu karakter paling mengerikan dalam dunia Sidney Sheldon. Eve digambarkan sebagai perempuan penuh kebencian yang bahkan membesarkan anaknya sebagai alat untuk membalaskan dendam dan merebut kekuasaan.

Hubungan Lexi dan Max menjadi salah satu bagian paling rumit sekaligus paling gelap dalam novel ini. Keduanya terlibat hubungan yang obsesif, destruktif, dan penuh manipulasi. Max memahami kelemahan Lexi, sementara Lexi terlambat menyadari bahwa dirinya sedang masuk ke permainan berbahaya yang dirancang Eve Blackwell sejak lama.

Selain Lexi dan Max, ada Gabriel McGregor, sepupu jauh Lexi yang tumbuh dalam kemiskinan dan berusaha mengubah nasibnya melalui bisnis. Berbeda dengan keluarga Blackwell yang lahir dalam kekuasaan, Gabriel harus jatuh bangun membangun hidupnya sendiri. Kehadirannya memberi warna lain di tengah dunia penuh kemewahan dan intrik ini.

Salah satu kekuatan terbesar novel ini adalah latar dunia bisnis internasional yang terasa sangat hidup. Sidney Sheldon memang terkenal melakukan riset mendalam sebelum menulis, dan Tilly Bagshawe mencoba mempertahankan tradisi tersebut. Dunia korporasi Amerika digambarkan sangat kejam, penuh permainan kekuasaan, manipulasi saham, dan perebutan pengaruh.

Kruger-Brent terasa bukan sekadar perusahaan, tetapi kerajaan yang diperebutkan banyak orang.

Kelebihan dan Kekurangan

Namun dibanding karya asli Sheldon, Mistress of the Game terasa lebih padat dan berbelit. Alurnya bergerak sangat cepat dengan banyak karakter dan konflik yang saling bertumpuk. Jika tidak fokus membaca, pembaca bisa kehilangan benang merah cerita. Ditambah lagi novel ini cukup tebal, hampir 600 halaman, dengan detail yang sangat banyak.

Bagi sebagian orang, hal itu justru membuat novel ini terasa berat.

Meski begitu, bagi penggemar drama keluarga kaya penuh intrik, novel ini tetap sangat menghibur. Ada perebutan warisan, rahasia keluarga, pembunuhan, pengkhianatan cinta, skandal seksual, hingga pertarungan psikologis antar karakter yang membuat cerita terus bergerak.

Yang menarik, meskipun novel ini adalah sekuel dari Master of the Game, pembaca baru tetap bisa menikmatinya. Bagshawe cukup cerdas merangkum sejarah keluarga Blackwell di awal cerita sehingga pembaca tidak terlalu kebingungan.

Tetapi tetap saja, bayangan Kate Blackwell terasa sangat besar di sepanjang novel.

Kate adalah simbol ambisi tanpa batas. Sosok perempuan yang mengatur kehidupan semua orang demi mempertahankan kekuasaan keluarganya. Dalam Mistress of the Game, warisan paling berbahaya yang ia tinggalkan ternyata bukan perusahaan miliaran dolar itu, melainkan ambisi.

Pada akhirnya, Mistress of the Game bukan sekadar novel bisnis atau drama keluarga kaya. Novel ini adalah kisah tentang bagaimana kekuasaan dapat diwariskan bersama trauma, kebencian, dan obsesi yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Identitas Buku

  • Judul: Sidney Sheldon's: Mistress of The Game
  • Penulis: Tilly Bagshawe
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: April 2017
  • ISBN: 978-602-03-4006-7
  • Tebal: 600 Halaman
  • Kategori: Novel, Fiksi

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda