Ulasan

Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian

Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
Novel Periculo [goodreads.com]

Dunia teen & young adult fiction di Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan tema-tema yang semakin berani, kompleks, dan realistis. Salah satu karya yang sangat menonjol dalam beberapa waktu terakhir adalah novel berjudul "Periculo" karya Wiwi Suyanti.

Sinopsis Novel Periculo

Menyuguhkan sebuah narasi kelam yang berpusat pada Ofelia Dinata. Sepanjang masa hidupnya, Ofelia hanya mendambakan satu hal yang terlihat sederhana namun sangat sulit ia gapai, yaitu menjalani hidup dengan tenang tanpa harus selalu berada di bawah kendali dan tuntutan ibunya, Marina Oktavia.

Sejak belia, Ofelia telah dipaksa untuk melatih fisiknya secara ekstrem demi menjadi balerina terbaik. Hal tersebut ia lakukan bukan murni karena kecintaannya pada seni tari, melainkan demi memuaskan ekspektasi sang ibu agar dirinya bisa dipamerkan sebagai sosok putri yang sempurna dan selalu membanggakan di mata publik. Kehidupan Ofelia yang tampak begitu berkilau, mewah, dan sempurna di luar ini mendadak runtuh tanpa sisa tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-22.  

Kiamat kecil bagi Ofelia dimulai ketika ia menerima sebuah kiriman video misterius dari nomor yang tidak dikenal. Video tersebut merekam momen-momen mengerikan dan sangat personal dari Alia Sugandi tepat sebelum gadis itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Kenyataan pahit yang mengejutkan adalah bahwa keputusan tragis Alia dipicu langsung oleh tindakan perundungan (bullying) yang dilakukan oleh Ofelia sendiri, bersama dengan kekasihnya serta dua sahabat terdekatnya.  

Terjepit di antara rasa bersalah yang mendalam, kepanikan sosial, dan ketakutan luar biasa akan hancurnya reputasi yang telah ia bangun setengah mati demi menyenangkan ibunya, Ofelia mengambil keputusan yang sangat pragmatis sekaligus dingin. Demi melindungi masa depannya dan menyelamatkan diri dari murka Marina Oktavia, Ofelia bersedia melakukan segala cara.

Ia memilih untuk mengkhianati lingkaran pertemannya sendiri, memutuskan hubungannya dengan sang kekasih, dan secara rahasia menjalin kesepakatan gelap dengan Aksa, pemuda yang merupakan kekasih dari mendiang Alia Sugandi. Namun, keputusan Ofelia untuk bersekutu dengan Aksa justru menjadi awal dari labirin bahaya yang sesungguhnya.

Ofelia sama sekali tidak menyadari bahwa di balik ketenangan sikapnya, Aksa menyimpan kepingan-kepingan rahasia masa lalu yang jauh lebih kelam, yang siap membalikkan dan mengubah total seluruh lembaran hidup Ofelia selamanya. 

Kelebihan

Wiwi Suyanti berhasil mengeksplorasi konsep ini dengan sangat apik lewat karakter Ofelia Dinata. Ofelia bukanlah representasi tokoh protagonis suci yang biasa ditemukan dalam novel romansa klasik. Ia adalah seorang perundung yang ikut andil dalam hilangnya nyawa seseorang, namun di sisi lain, ia juga merupakan produk dari pola asuh yang sangat menuntut (toxic parenting) dan manipulatif. 

Kemampuannya menyajikan cerita yang tidak sekadar berfokus pada dinamika kehidupan sehari-hari (slice of life) yang dekat dengan pembaca, melainkan berhasil memadukannya dengan unsur misteri dan thriller yang menegangkan. Hubungan yang terjalin antara Ofelia dan Aksa juga tidak dibangun di atas romansa manis yang klise, melainkan di atas fondasi dendam, rasa bersalah, manipulasi, dan kesepakatan transaksional. 

Penulis mengemas isu-isu sosial yang berat menjadi sebuah bacaan yang sangat mengalir dan menegangkan. Penggabungan genre dark romance dengan thriller psikologis dilakukan dengan porsi yang sangat seimbang. 

Novel ini sangat relevan dengan realitas sosial remaja dan dewasa muda saat ini. Isu perundungan, tekanan akademis dan prestasi demi kebanggaan orang tua, hingga kesehatan mental disajikan secara jujur tanpa terkesan menceramahi atau menggurui.

Gaya bahasa yang digunakan oleh Wiwi Suyanti juga patut diapresiasi karena terasa luwes, modern, dan sangat mudah dipahami. Hal ini membuat pembaca dari berbagai kalangan dapat dengan mudah hanyut ke dalam ketegangan cerita tanpa harus terhambat oleh diksi-diksi yang terlalu kaku atau formal.

Kekurangan

Meskipun memiliki banyak keunggulan yang memikat, "Periculo" juga memiliki beberapa aspek minor yang patut dicermati demi keseimbangan ulasan. Pertama, bagi sebagian pembaca, atmosfer cerita yang ditawarkan mungkin terasa terlalu pekat dan melelahkan secara emosional. 

Transisi psikologis dan keputusan Ofelia untuk berbalik mengkhianati kekasih serta sahabat-sahabatnya terasa berjalan sangat cepat. Perubahan karakter dari seorang sahabat yang loyal menjadi sosok manipulator dingin demi menyelamatkan diri sendiri membutuhkan sedikit ruang eksplorasi lebih dalam agar motif egoisnya terasa lebih organik dan dapat sepenuhnya diyakini oleh pembaca.

Dominannya porsi interaksi antara Ofelia dan Aksa membuat beberapa karakter pendukung, termasuk mantan kekasih Ofelia dan sahabat-sahabatnya yang juga terlibat dalam perundungan, terasa kurang tereksplorasi latar belakang psikologisnya.

Kesimpulan

Sebagai sebuah karya fiksi misteri thriller psikologis, "Periculo" berhasil melampaui batas-batas cerita romansa remaja pada umumnya. Melalui kisah Ofelia Dinata, Wiwi Suyanti memberikan tamparan keras bagi realitas sosial mengenai betapa berbahayanya obsesi terhadap citra kesempurnaan dan betapa destruktifnya dampak dari sebuah tindakan perundungan.

"Periculo" bukan sekadar sebuah buku tentang misteri kematian atau hubungan transaksional yang rumit, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang keberanian untuk meruntuhkan topeng kepalsuan dan menghadapi kebenaran, seburuk apa pun kebenaran itu membakar masa depan kita.

Identitas Buku

Judul: Periculo

Penulis: Wiwi Suyanti

Penerbit: Elex Media

Tanggal Terbit: 18 Agustus 2025

Tebal: 368 Halaman

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda