Ulasan

Bukan Sekadar Perebutan Emas, Gold Land Juga Menyoroti Sisi Gelap Manusia

Bukan Sekadar Perebutan Emas, Gold Land Juga Menyoroti Sisi Gelap Manusia
Gold Land (Disney Plus)

Kalau saya ditanya drama terbaik di paruh pertama tahun ini, Gold Land sangat layak jadi salah satunya. Bukan hanya premisnya yang menarik, tapi juga berhasil dieksekusi dengan sangat baik. Memang benar, kata orang-orang, drama Korea yang dimainkan Park Bo-young itu tidak pernah gagal. 

Sinopsis Gold Land

Bercerita tentang Kim Hee-joo (Park Bo-young), petugas kemanan bandara yang tanpa sengaja menemukan peti berisi emas batangan yang bernilai ratusan miliar won. Temuan tersebut kemudian mengubah hidupnya dalam sekejap. Perempuan biasa yang hanya berusaha menjalani kehidupan normal setelah mengalami banyak masa sulit itu kini mendadak menjadi target banyak pihak yang menginginkan emas itu.

Karena emas tersebut, ia akhirnya terlibat dengan banyak orang dari dunia gelap. Mulai dari Park Heo-cheol (Lee Kwang-soo) yang merupakan seorang gangster, kemudian seorang polisi korup bernama Kim Jin-man (Kim Hee-won), hingga seorang pimpinan mafia yang merupakan pemilik asli peti berisi emas yang dilarikan Hee-joo. Selain mereka, masih banyak karakter-karakter lain yang turut terlibat dengan Hee-joo dan membuat konflik drama ini semakin kompleks.

Ulasan Drama Gold Land

Pertama kali yang saya rasakan saat menonton drama ini adalah atmosfer ketegangannya yang terasa sangat intens. Dari episode pertama kita sudah diberikan adegan-adegan yang membuat jantung berdebar kencang. Antara takut, tegang, cemas, panik, semua bercampur jadi satu. Dan Park Bo-young mampu menggambarkan emosi tersebut melalui ekspresinya yang seolah tembus layar.

Awalnya, saya tak pernah mengira ceritanya bakal sekompleks ini. Perebutan emas yang saya kira bisa sederhana, ternyata jauh lebih berbahaya dari yang terpikirkan di kepala. Sebab yang ditampilkan dalam drama ini bukan hanya tentang perebutan emas semata, tetapi juga tentang bagaimana manusia bisa berubah saat melihat kekayaan yang begitu besar di depan matanya.

Ya, logikanya saja, in this economy, siapa sih yang tidak mau punya kekayaan dalam jumlah besar tanpa harus bekerja keras selama bertahun-tahun?

Beberapa penonton menilai karakter Hee-joo di sini terlalu egois. Namun, dengan latar belakangnya yang dari kecil kekurangan kasih sayang dan hidup dalam keterbatasan, saya rasa sikapnya cukup bisa dimengerti. Apalagi setelah berkali-kali merasa dikhianati oleh orang yang ia percaya, wajar jika sampai akhir tetap memilih tidak percaya pada siapa pun, bahkan pada Woogy (Kim Sung-cheol) yang selalu ada di sisinya. Mungkin saja, ia sebenarnya percaya, tetapi takut Woogy akan berubah jika tahu lokasi semua emas yang ia simpan. Seperti orang-orang di sekitarnya yang pada akhirnya juga menjadi serakah dan ingin membunuhnya setelah tahu ia memiliki emas tersebut.

Akting Park Bo-young tidak perlu diragukan lagi. Meskipun karakter yang ia perankan di sini berbeda dari drama-dramanya yang lain, ia berhasil tampil totalitas sebagai sosok Hee-joo yang rapuh, tapi berprinsip.

Meski demikian, di beberapa bagian saya merasa karakter Hee-joo mengambil keputusan yang terlalu gegabah sehingga terkadang membuat penonton frustrasi. Namun di sisi lain, kelemahan tersebut justru membuat karakternya terasa lebih manusiawi dan tidak sempurna.

Karakter lain yang menarik perhatian saya di drama Gold Land adalah Lee Kwang-soo. Di sini ia tampil sebagai Park Heo-cheol, seorang gangster yang brutal parah. Karakternya benar-benar kejam dan meresahkan di sepanjang cerita. Ia digambarkan sebagai orang yang rela melakukan apa saja demi bisa merebut emas dari tangan Hee-joo.

Bukan hanya menampilkan ketegangan dan kebrutalan yang intens, Gold Land juga berbicara tentang keserakahan manusia. Hampir seluruh konflik dalam drama ini lahir karena keinginan untuk memiliki sesuatu yang dianggap dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.

Menariknya lagi, keserakahan tersebut tidak selalu ditampilkan dalam bentuk yang sama. Ada yang menginginkan emas demi kekuasaan, ada yang ingin menguasainya demi kebahagiaan, dan ada pula yang sekadar tidak ingin kembali hidup miskin. Karena alasan itulah, setiap karakter memiliki pembenaran masing-masing atas tindakan yang mereka lakukan.

Seperti halnya Hee-joo yang awalnya hanyalah perempuan biasa yang panik karena terjebak dalam situasi berbahaya. Namun, setelah merasakan bagaimana uang bisa mengubah hidup seseorang, ia pun menjadi gelap mata dan terjebak dalam keserakahan. Alih-alih melepaskan emas tersebut, Hee-joo terus berusaha mempertahankannya meskipun tahu konsekuensinya semakin besar.

Di titik itulah, ada pelajaran penting yang saya sadari. Terkadang uang memang bisa memberi kita kebahagiaan, tetapi uang tidak selalu menjadi satu-satunya hal yang melahirkan kebahagiaan. Di drama Gold Land ini pun, emas batangan yang awalnya dipandang sebagai jalan keluar dari kesulitan hidup justru berubah menjadi sumber ketakutan, pengkhianatan, dan kekerasan. Bahkan tidak sedikit nyawa yang harus melayang karenanya.

Selain itu, drama ini juga menunjukkan betapa berbahayanya jika seseorang sudah terjebak dalam keserakahan. Mereka bisa melakukan apapun demi mendapatkan atau mempertahankan sesuatu, sekalipun harus membunuh dan mengkhianati orang-orang di sekitarnya.

Secara keseluruhan, Gold Land adalah drama thriller yang berhasil memadukan ketegangan, aksi, dan drama manusia dengan cukup baik. Bukan hanya tentang perebutan emas, tetapi juga tentang bagaimana ketakutan, keserakahan, dan keinginan untuk hidup lebih baik dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang jauh berbeda. 

Setelah mengikuti drama ini sejak awal tayang hingga episode terakhir, Gold Land bukan hanya membuat saya penasaran tentang siapa yang akhirnya mendapatkan emas tersebut. Drama ini juga membuat saya bertanya-tanya: jika saya berada di posisi Hee-joo, apakah saya akan mampu melepaskan emas itu, atau justru berubah menjadi sama serakahnya dengan orang-orang yang memburunya? Saya rasa, itu pula yang jadi alasan Gold Land terasa begitu menarik untuk diikuti sampai akhir.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda