Ulasan

Review Film The Protege: Drama Kriminal yang Penuh dengan Intrik dan Darah!

Review Film The Protege: Drama Kriminal yang Penuh dengan Intrik dan Darah!
Poster film The Protege (IMDb)

The Protege, disutradarai oleh Martin Campbell dikenal atas karya-karya seperti Casino Royale dan GoldenEye, merupakan film aksi thriller Amerika yang dirilis pada 20 Agustus 2021 oleh Lionsgate.

Film ini menampilkan Maggie Q sebagai pemeran utama, didukung oleh Michael Keaton dan Samuel L. Jackson. Dengan durasi 109 menit, The Protege menggabungkan elemen balas dendam, romansa yang rumit, dan adegan aksi intens, meskipun mengikuti formula genre assassin yang cukup familiar.

Aksi Balas Dendam Pembunuh Bayaran yang Sangat Seru

Salah satu adegan di film The Protege (IMDb)
Salah satu adegan di film The Protege (IMDb)

Cerita berfokus pada Anna (Maggie Q), seorang pembunuh bayaran yang sangat terampil. Sebagai anak kecil di Da Nang, Vietnam, pada 1991, Anna diselamatkan oleh Moody Dutton (Samuel L. Jackson), seorang assassin legendaris, setelah menyaksikan pembantaian keluarganya. Moody mendidik dan melatihnya menjadi mitra profesional. Mereka menjalani kehidupan mewah di London, di mana Anna menyamar sebagai pemilik toko buku langka.

Ketika Moody dibunuh secara brutal setelah menyelidiki kasus lama yang melibatkan keluarga Hayes, Anna bersumpah untuk membalas dendam. Saat kembali ke Vietnam, ia malah harus berhadapan dengan Rembrandt (Michael Keaton), pembunuh misterius yang bekerja untuk pihak musuh.

Campbell menyutradarai dengan gaya yang dinamis dan efisien, memanfaatkan lokasi seperti Bucharest, London, dan Da Nang untuk menciptakan latar yang beragam. Sinematografi oleh David Tattersall mendukung adegan aksi dengan komposisi yang jelas, sementara editing Angela M. Catanzaro menjaga ritme tetap cepat tanpa terlalu membingungkan. Skor musik Rupert Parkes menambah ketegangan, meskipun beberapa pilihan lagu seperti Feeling Good terasa agak konvensional.

Review Film The Protege

Salah satu adegan di film The Protege (IMDb)
Salah satu adegan di film The Protege (IMDb)

Maggie Q memberikan penampilan kuat sebagai Anna. Ia tidak hanya meyakinkan dalam adegan fisik—mengingat latar belakangnya dalam seni bela diri—tetapi juga menyampaikan kedalaman emosional karakter yang bergulat dengan trauma masa lalu dan loyalitas terhadap mentornya.

Samuel L. Jackson menghadirkan energi khasnya sebagai Moody, figur ayah yang karismatik sekaligus mematikan. Michael Keaton mencuri perhatian sebagai Rembrandt; chemistry antara ia dan Maggie Q, terutama dalam dialog-dialog cerdas dan adegan romantis, menjadi salah satu kekuatan film. Penampilan pendukung seperti Robert Patrick dan Ray Fearon (sebagai Duquet) turut memperkuat antagonisme.

Secara naratif, The Protege menawarkan plot balas dendam klasik dengan beberapa twist yang cukup memuaskan, termasuk pengungkapan tentang masa lalu Moody dan keluarga Hayes. Akan tetapi, film ini terkadang terjebak dalam klise genre, seperti urutan pengejaran yang berlebihan atau dialog yang berusaha terlalu pintar.

Meski demikian, tema tentang warisan kekerasan, penebusan dosa, dan hubungan mentor-protégé diberi ruang yang cukup, meski tidak dieksplorasi secara mendalam. Rating Rotten Tomatoes sekitar 62% mencerminkan respons campuran: dipuji karena aksi dan akting, namun dikritik karena kurang orisinalitas.

Salah satu adegan paling menegangkan adalah sekuel penyiksaan dan pelarian Anna dari tawanan Duquet. Ditangkap setelah pertemuan dengan Vohl, Anna mengalami waterboarding dan ancaman eksekusi gantung.

Ketegangan mencapai puncak saat ia berhasil membalikkan situasi dengan keterampilan mematikan, membunuh musuh-musuhnya dalam ruang sempit yang claustrophobic. Adegan ini menonjolkan ketangguhan Anna sekaligus kerentanannya, menciptakan sensasi mencekam yang membuat penonton sulit bernapas.

Puncak perseteruan antara Anna dan Rembrandt menjadi adegan yang paling berkesan buatku saat menonton filmnya. Setelah segala pengkhianatan dan pertempuran, keduanya saling mengarahkan senjata di lokasi simbolis di Da Nang. Adegan ini memadukan ketegangan emosional, romansa yang tragis, dan aksi fisik.

Chemistry Keaton dan Maggie Q membuat momen tersebut tak terlupakan—bukan hanya soal tembakan, melainkan resolusi hubungan yang ambigu dan memilukan. Selain itu, pertarungan tangan kosong antara Anna dan Rembrandt di tengah film, dengan koreografi yang presisi dan Maggie Q melakukan sebagian besar stunt sendiri, juga sangat berkesan karena menampilkan keahlian keduanya di usia yang matang.

Film The Protege tersedia untuk ditonton di platform CATCHPLAY+ Indonesia. Berdasarkan promosi resmi yang beredar, film ini telah masuk katalog mereka sebagai bagian dari tawaran film aksi Hollywood. Kamu dapat mengaksesnya melalui aplikasi atau situs CATCHPLAY+ dengan langganan aktif. Karena katalog streaming dapat berubah, disarankan memeriksa langsung di platform untuk ketersediaan terkini dan subtitle Indonesia.

Secara keseluruhan, The Protege adalah hiburan aksi yang solid bagi penggemar genre ini. Meski tidak revolusioner, kekuatan akting utama, koreografi pertarungan yang memuaskan, dan pacing yang cepat menjadikannya tontonan yang menghibur.

Maggie Q membuktikan dirinya sebagai salah satu bintang aksi wanita terbaik, sementara kehadiran Keaton dan Jackson menambah nilai produksi. Bagi yang mencari film dengan kekerasan intens, balas dendam memuaskan, dan sedikit romansa, The Protege layak ditonton. Rating pribadi: 8.2/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda